TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN

TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN
BAB 70. MEMULAINYA


__ADS_3

" Pengawal kemari" Seorang lelaki memberikan sesuatu kepada pengawal itu.



" Apa ini Tuan? " tanyanya bingung.



" Berikan ini kepada Seorang pelayan di dalam Istana katakan untuk mencampur bahan makanan Untuk Permaisuri dan juga Putra Mahkota dengan ini." ia memberikan sebungkus kain hitam yang entah apa itu.



" Ahh yah katakan bila ada yang bertanya pada mu siapa yang memberikan ini, katakan bahwa ini adalah pemberian dari Pangeran ke tiga kau mengerti? ".



" Baik hamba permisi," ia menunduk hormat dan pergi dari sana. tampa bertanya karna ia terbiasa melakukan hal seperti ini.



Setelah kepergian pengawal itu Ia akhirnya menatap lukisan di belakangnya.



" Ibunda Aku akan memulai permainan ini dengan menyingkirkan 1 per satu musuhku.dengan begini Kekuasaan ku disini akan Aman...Ahhh setelah ini mungkin Aku akan melenyapkan mereka. Sudah terlalu lama keturunan Dari ayahanda berada di dunia ini, bukan begitu ibu? " Ia tertawa bahagia seperti orang gila.



Laki laki yang tertawa itu tak lain dan tak bukan Adalah Jack sebenarnya dia juga ingin menjadi Kaisar hanya saja , Adiknya akan menggangu jalan nya suatu hari nanti jadi ia harus disingkirkan terlebih dulu.



Ia akan menyingkirkan batu sandungan itu bagaimana pun caranya.



" Ck si bodoh itu ingin menjadi Kaisar hah ,sudah lama Aku muak dengan nya sudah Waktunya dia bertemu dengan ibunda di alam sana, hahaha . " Ia duduk dengan nyaman di kursinya.



Jika pangeran ke Dua Jack berniat mengkambing hitamkan Adiknya. Dilain Sisi James dan juga Vivian bergerak untuk mencari seorang pertapa tua di sebuah gunung magis di daerah perbatasan.



" Kita hanya punya dua hari Apa menurut Tuan Putri kita bisa tepat Waktu? " Ujar James padanya .

__ADS_1



" Jangan memanggilku Tuan Putri,Aku bukan Anggota Kekaisaran ini Aku hanya ingin membalas dendam Pada pria Brengsek itu ,Jadi tutup mulutmu dan bergegas lah hiakkkkk " Vivian melaju kencang dengan kudanya sedang James tak bertanya lagi Ia paham dengan situasi yang ada sekarang ini.



Mereka melaju ke arah selatan tempat pertapa itu berada.



Sedang di lain Sisi Putra Mahkota sedang menatap selidik ke arah dua pemuda yang dikatakan Sisca merupakan orang yang ia tolong ini.



" Ck apa kau bisa tidak menatap mereka dengan aura seperti itu , Azran lihat kau membuat mereka tak nyaman." Ucap Sisca jengah.



" Aku tidak menatap mereka ck kau terlalu berpikir , kemarilah jangan terlalu di sana bukankah itu terlalu dekat." Ia menarik tangan Sisca ke arahnya sedangkan Evan dan Avan menggeleng.



" Heh bodoh! Kalau aku tidak berdekatan dengan mereka bagaimana caranya aku bisa menyuruh mereka mencari pedang itu Sialan. " .Sisca berkacak pinggang dan memelototi Azran.




" Ahhh terserah saja." Sisca pasrah ia benar-benar merasa tak berdaya.



" Evan apa kau mengerti tentang apa yang barusan Aku beritahu.?"tanyanya.



" Tentu saja Nona,bukankah itu Pedang dewa sembilan ? Seperti nya Aku tahu dimana letak pedang Itu sekarang Nona Hanya saja mungkin Kami akan sedikit kesulitan mencurinya ahhhh maksudku meminjamnya." Evan tersenyum Kaku.



"Aku membutuhkan bantuanmu Evan pedang Dewa sembilan Adalah Hal yang penting untuk Kami nanti , jadi tolonglah 3 hari lagi Kau membawa pedang itu untukku. " ucap Sisca sedikit memelas dengan mata menggemaskan.



Membuat kedua orang itu Merona malu. Sedangkan Putra Mahkota memicing tak suka.

__ADS_1



" Ekhem Sudah bukan? Ayo kita kembali Nona Han sudah terlalu lama kau keluar sudah waktunya kembali." Ia memegang tangan Sisca dan menarik nya dari sana.



Ia menarik tangan Sisca agak keras membuat yang punya meringis beberapa kali ,karna tak tahan di tarik seperti itu Sisca melepaskan diri secara paksa.



Mereka sudah berjalan Agak jauh dari sana .



" Kenapa kau menarik tangan ku seperti itu ,tanganku bisa patah Sialan !! " Ia memegang pergelangan tangan nya yang sedikit memerah.



Sedangkan Azran menatap iba tangan Sisca . Dia merasa bersalah entah mengapa melihat Sisca sedekat itu dengan lelaki lain membuat hatinya terasa panas.



" Maaf " Ujar putra mahkota setelah terdiam lama.



" Kenapa kau jadi tidak masuk akal begini Azran , sebenarnya ada apa denganmu?" Sisca benar benar tidak mengerti apa semua lelaki selalu seperti ini.



" Katakan Putra Mahkota mengapa kau berperilaku sebodoh ini,mereka hanya sauda-" sisca terdiam.



Suaranya terdiam setelah sesuatu mendarat di bibirnya. Ia bungkam,Ciuman itu terlihat menuntut dan posesif.



Napas Sisca memburu dan ia terengah engah mengambil udara sebanyak yang ia bisa.



Ia menatap Kosong ke arah putra mahkota yang baru saja menciumnya. Ini ciuman pertamanya ahhh astaga wajah Sisca dan Putra Mahkota merah merona sialan !!!.


__ADS_1


Astaga 😑 mata Author ternoda.😭😭


__ADS_2