TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN

TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN
BAB 30. PENYERANGAN


__ADS_3

Saat malam hari suasana hutan berubah mencekam,ada kesunyian yg seakan akan terlalu sunyi bahkan bisa terbilang sangat tidak biasa .



suara hewan tak terdengar semenjak mereka memasuki area Hutan terlarang .



Adnan,dan James yg berada di atas kuda memincing kan matanya mereka melihat ada beberapa bayangan yg sedari td mengikuti mereka .



Namun td hanya beberapa saja makanya mereka tak terlalu memperhatikan dan cenderung mengabaikannya,namun mereka merasa ada yg Berbeda saat memasuki area hutan.


TAK TAK TAK


Suara kuda dari rombongan Adnan dan James membuat atensi hutan seakan terpaku hanya pada mereka



James merasakan firasat buruk,kemudian mengangkat tangan nya tanda rombongan harus Berhenti.



Adnan yg merasakan hal yg sama ikut berhenti,para pengawal dan prajurit yg berjumlah sekitar 50 orang itu berhenti melangkah.



James benar benar merasa tidak nyaman,seakan akan hatinya mengatakan dan menyuruhnya untuk segera pergi dari sana.



" Apa kau merasakan nya Adnan?!" ujar james serius.



" yah ,aku merasakan firasat buruk," ujar Adnan membenarkan perkataan jamess.


__ADS_1


Benar saja ketika mereka berhenti beberapa orang,Tidak tidak,beberapa ratus orang keluar dari persembunyian mereka ,mengepung rombongan jamess membuat para prajurit dan Jamess waspada dan mengeluarkan pedang nya.



Adnan memperhatikan mereka,Jelas mereka tidak Datang dg maksud baik terlihat dari Seringaian dari wajah mereka.



Jika dilihat mereka semua menggunakan penutup wajah berpakaian hitam dan menggunakan kapak berwarna merah seperti para bandit yg terkenal itu,tak salah lg mereka "BANDIT KAPAK MERAH" aura membunuh menguar dari arah rombongan itu .



Jamess turun dari kudanya di ikuti Adnan dan beberapa pengawal lain,ia menatap nyalang ke arah orang orang itu Kemudian,ia berteriak.



"Apa yg kalian inginkan?!" ujarnya ,sedang yg ditanya hanya terdiam mereka mengepung rombongan itu ,.salah satu dari mereka memakai pengikat kepala,yg Jamess yakini adalah ketua kelompok itu.



Berjalan santai ke arah Adnan dan James ia terkekeh geli dan kemudian berucap


" KEMATIANMU" semua rombongan jammes dan Adnan siap bertempur detik selanjut nya.



Srak tas.,..tas



Suara pedang erangan dan rintihan kesakitan serta darah menjadi pemandangan di dalam hutan itu mengeluarkan aura mencekam disana .



Jamess dan Adnan berhasil melumpuhkan puluhan orang Adnan yg notabene adalah Jendral perang menebas puluhan orang yg berlari menghunus pedang ke arah nya,walaupun kemampuan lawan nya tak seberapa namun di pihak lawan jumlah mereka terlalu banyak hampir 3x lipat dari jumlah mereka.



Membuat Jamess dan Adnan sedikit kewalahan sedangkan Ketua kelompok itu sedang berdiri menyaksikan pertarungan mereka.

__ADS_1



Darah dan keringat mengucuri wajah dan tubuh dari Adnan dan Jamess napas mereka Memburu ,dada nya naik turun walaupun mereka kurang dari segi jumlah prajurit dan Adnan serta Jamess bukan lah lawan yg bisa di remehkan .



Beberapa puluh pengawal tewas ,pun dg lawan mereka entah berapa kepala yg telah jamess dan Adnan tebas di sana .



Tanah area hutan itu seperti lautan darah ,bahkan wajah dan tubuh dari mereka berdua terlihat acak acakan,disertai darah yg tercipta dari pertarungan itu ,walau James dan Adnan merupakan ahli beladiri serta pedang Namun mereka sedikit kewalahan.



Dari arah belakang jammes salah satu dari bandit itu berniat menusuk james tetapi detik selanjutnya kepalanya menggelinding jatuh ke tanah,ia mati dg mata yg masih membola tak percaya.



Ya Adnan melihat orang itu ingin menikam James dg gesit ia maju dan menebas leher musuhnya hanya dg sekali tebasan ,Adnan dan James saling lirik dan mengkode.



Mereka ber alih memecah lawan mereka membuat atensi dari mereka terpecah menjadi 2



Jamess berlari ke arah timur sedangkan Adnan berlari ke arah utara para banditi itupun segera mengejar mereka berdua dan membuat mereka terbagi menjadi 2 kubu Pertarungan yg begitu sengit terjadi.



Beberapa puluh orang mati ditangan James dan Adnan membuat Sang ketua Bandit menggeram marah.



Terlihat seorang laki laki turun dari sebuah pohon ia berbisik kepada saudaranya yg memakai topeng sedangkan matanya menatap tak suka ke arah james dan Adnan,." hahahaha bukankah mereka berdua hebat hum?,lihat hampir setengah dari anggota kita terkapar Disana wah wah apa kita berdua harus turun tangan Kawanku hum?!." ia cekikikan membuat sang ketua bandit mengernyit .



" Aku tidak tau bahwa mereka sehebat itu ? Siapa 2 pemuda itu sebenarnya?,"tanya nya penasaran.

__ADS_1



Dia mengira bahwa butuh waktu sekitar 5 menit saja mengalahkan rombongan Putra mahkota itu,tapi ia tak menyangka hampir 1 jam ini,mereka berdua terlihat masih prima dengan 2 pedang di tangan mereka masing2 membuat sang ketua menggeleng .


__ADS_2