TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN

TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN
BAB 38. PEMAKAMAN ADNAN


__ADS_3

Setelah nya Sisca mengambil sapu tangan dari arah meja ,kemudian Ia bersihkan darah itu dengan sapu tangan yg ia basahi dg air hangat.



Mereka semua memandang ngeri pada Darah yg masih mengalir keluar dari jarum yg tertancap disana satu persatu Sisca putar jarum tadi seperti apa yg ia lakukan.



Sang Kakek,di bawa pelayan keluar dari kamar,ia begitu syok melihat darah hitam kental yg begitu banyak keluar dari tubuh James membuat lututnya lemas.



Setelah proses itu ia lakukan,ia kemudian menyendokan mangkuk ke 2 yg berisi racun yg td dipersiapkan.



Sebenarnya Sisca memakai metode Racun melawan Racun itu sendiri ia sengaja membidik titik meridiam James agar tidak membuat badan nya bereaksi keras terhadap titik pusat nya.



Metode yg Sisca lakukan Dulu di ajarkan Sang Paman,menurut paman nya ,saat racun telah mengikat ke arah titik meridiam jika tak segera di tangani 30 menit atau paling lama Pasien akan wafat Alias koid di 1 jam setelahnya.



Jadi ia menitik pusat Saraf serta titik meridiam James,Karna saat ini kakak nya itu masih dalam tahap pingsan.



Ia menyendok sedikit Demi sedikit kedalam mulut James. Rasa sakit akibat dari Racun yg masuk dan keluar dari tubuh James membuat wajahnya pucat, Ia mengernyit menahan sakit.



Tak berselang lama Seteguk darah berwarna Hitam keluar dari mulut James membuat semua orang Menahan nafas mereka.



Dengan telaten ia mengelapnya dg penuh kasih sayang.



Aznan yg berada di samping tempat tidur memperhatikan wajah Sisca dari samping,ia bisa melihat wajah serius itu begitu telaten,seperti halnya orang yg telah lama memahami obat.



Ia bisa mempercayai Sisca jg karna Pengobatan yg ia lakukan pada tubuhnya.



Awalnya James ragu namun entah mengapa ia tetap melakukan nya,ia meminum sesuai apa yg di anjurkan oleh Sisca dan lihat sekarang ia sehat,hal yang tak pernah James dan Guru nya duga.

__ADS_1



Kesembuhan James dari penyakit Tersebut membuat Sang Guru memuji Tabib yg telah mengobati James rasanya ia jg ingin berguru Pada orang itu,tanpa tau Sisca adalah orangnya.



Mengingat Sisca di puji membuat desiran aneh di hatinya,namun ia tidak tau apa?.



"Putra mahkota tolong Ambilkan Ramuan yg ada di Tas saya tolong" ia mengatakan tanpa tau orang di sebelahnya sekarang sedang melamun.



Tak mendapat respon ia menatap orang yg sedang ia ajak bicara,ia merasa Heran melihat putra mahkota tersenyum sedang menatap nya.



Semua orang disana jg menatap heran ke arah Sang putra mahkota,.



" Putra Mahkota apa anda mendengar apa yg saya ucapkan?."



Putra mahkota Segera sadar dari keterkejutan nya dg salah tingkah ia mengambil air minum yg berada di meja dan bukan serbuk yang di minta membuat semua orang Di sana menahan senyumnya.




Ia melihat ke arah yg di tunjuk oleh Sisca ,wajahnya berubah masam.



"Tidak biar aku saja ,Aku baik baik saja." Azran mengambil apa yg di suruh oleh Sisca .



Setelahnya ia menatap tak suka pada seorang laki-laki muda Seumuran dengan nya,


'ia hanya salah satu kasim di sini apa hebatnya cihh'


Haisssss putra mahkota kau membuat Anak orang ketakutan,lihat Pemuda tadi langsung berdehem dan berjalan mundur kebelakang ,Insting nya mengatakan Bahwa ia Harus segera menyingkir dari sini.



Sisca masih fokus dg keadaan James sesekali James akan Muntah Darah,raut wajahnya sekarang tak sepucat tadi.

__ADS_1



Ada kelegaan di hati orang orang di sana sedang sang Tabib tadi menundukan kepalanya ,ia sadar akan kesalahan nya.



Setelah Ramuan yg ia minumkan td Habis ,Sisca kemudian mengecek Nadi sang Kakak betapa lega nya ia mendapati Racun tersebut benar2 sudah lenyap tak tersisa.



Ia tersenyum ,kemudian mencabut Jarum2 yg berada disana dg hati hati setelah semua pengobatan itu selesai ,ia menyuruh beberapa pelayan membersihkan Badan sang kakak.



Beberapa orang telah keluar dari sana menyisakan James,Azran dan Tabib yg masih disana,serta Sisca tentunya.



Setelah meminta maaf ,tabib tersebut mengakui kesalahan nya,serta meminta sedikit ilmu dari Sisca .



Melihat mereka berbincang membuat hati Azran memandang Tak suka,Ia tak tau Ada apa dengan nya.



Ia berjalan mendekati mereka "Apa kau sudah selesai?." Ia menatap sengit ke arah sang Tabib,membuat sang tabib tersenyum kaku dan Berpamitan .



"Sepertinya kau sangat suka Berbincang dengan tabib itu Nona Sisca." Ada Amarah di wajah nya,membuat sisca mengernyit heran.



"Yah dia tak seburuk Yang tadi, lagi pula dia orang yg asik di ajak berbincang yang mulia" Sisca tersenyum tampa tau orang di samping nya sedang menahan amarah yg siap meledak kapan saja.



" Ohhh begitukah ?." Azran mendekati Sisca ,membuat Sisca berjalan mundur kebelakang.



"Akhhhh apakah ia semenarik itu?" Ia terus berjalan ke arah sisca setelah nya ia menarik pinggang sang gadis.



Dia memeluk nya Dengan sangat posesif.


__ADS_1


" Le..paskan saya yg mulia?" Sisca kaget melihat amarah di wajah Azran,Ia gugup sebelum nya walaupun ia mengagumi keindahan sosok ini dari jauh tapi tak pernah sedekat sekarang.


__ADS_2