TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN

TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN
BAB 29. KEKECEWAAN FRANSISCA 2


__ADS_3

Sisca yang diam,sedang memikirkan sesuatu detik berikutnya Setetes air Mata lolos Ke bawah.ia memandang sang kakek dengan Mata berkaca kaca.



Sang kakek terdiam,ia Tidak pernah melihat sang cucu pertama mengeluarkan airmata nya seperti ini ketika ia memarahi nya.



Sebalik nya ia selalu melawan dan sering kali mengamuk dan mengatakan bahwa ia tidak bersalah ia ingin mengatakan sesuatu ia membuka mulutnya,kemudian menutup nya kembali.



Suasana disana kembali sunyi senyap seakan akan menunggu apa yang akan segera terjadi,Vexna sedang menunggu Sang Kakak mengamuk seperti biasa.



Namun detik demi detik mereka hanya terdiam sibuk dengan pikiran masing masing.



Sisca menatap sang kakek,"Apa kakek menuduhku?." ujar nya serak suara nya sedikit serak menandakan betapa Ia kecewa pada sang Kakek. Air mata lolos dari kedua matanya .



Yang di tanya malah terdiam di seberang .sedangkan Vexna menatap tak percaya ke arahnya.



' Apa yang terjadi? Kenapa dia bertingkah seakan-akan tidak berdaya?biasanya ia akan langsung mengamuk tapi sekarang?ini?'



Suara hati Vexna dan Kakek seakan mengatakan bahwa mereka tidak percaya pada respon yang Sisca lakukan.



Sisca mengambil sapu tangan nya kemudian berkata .



" Kek apa munkin aku akan melukai adik?, bagaimana bisa? Ia terjatuh sendiri saat memegang tanganku,kenapa aku harus sengaja untuk mendorong nya Kek? Apa Kakek tidak mempercayaiku?." cicit nya seperti anak yang tidak Berdaya suara nya yang lemah membuat Tuan Hao sedikit merasa Bersalah.


__ADS_1


Semua orang disana memperhatikan raut wajah Sisca yang seakan akan Seperti benda yang rapuh,dan akan pecah ataupun rusak bila tersentuh.



"Kakek Seandainya Ayah dan ibu di sini Mereka akan percaya pada Aiyong,Tapi mungkin memang Kakek sudah tak menyayangi ku. Hiks...baiklah tak apa Hukum saja aku Kek!,biar Ayah dan ibuku Di sana merasa tidak bahagia karna meninggalkan sisca di Sini hiks..." Sisca menangis .



Raut wajah Tuan Hao berubah seketika Ia merasa sedih



Di ingatkan kepada Anak dan menantunya membuat hatinya terluka,Ia begitu sangat menyayangi mereka,bagaimana mungkin ia Mampu membuat Roh anak nya tidak tenang hanya karna ulah nya.



Ia mendekati Sisca memegang bahunya yang menangis di balik ke dua tangan yang ia tangkup kan ke wajah nya



"Maaf kan Kakekmu Aiyong Kakek sudah tua, mohon maafkan Kakek Ayah serta ibumu akan sedih melihat mu seperti ini jangan menangis Cucuku." Tuan hao menghapus Air mata yang jatuh di pipi sang Cucu .



Mata tuan Hao memerah menahan air mata di sana,Seharusnya ia melindungi Sisca bukan nya menuduh Cucu nya yang sudah banyak menderita. iapun kemudian berbalik menatap ke arah sang cucu Ke dua. dan yang di tatap Hanya bisa Melongo tak percaya.




Sambil memeluk sang cucu yang Menangis dari arah samping ,ia memandang tak berdaya ke arah cucuk ke Dua nya.



" Aiyen Maaf kan Kakek?boleh kakek bertanya apa kah kau bisa memaafkan kakek mu? seperti nya kau terpleset makanya bisa terjatuh bagaimana jika kita lupakan masalah ini hum?."



Ia berada di posisi yang sulit jika dulu Ia akan menghukum siapa yang salah di antara mereka namun melihat ketidak berdayaan cucu nya membuatnya tak tega.



Tanpa mereka semua disana menyadari bahwa dibalik sapu tangan nya Sisca sedang tersenyum miring dan berujar dalam Hati .

__ADS_1



' Haissssss sebenarnya aku sakit hati melihat kakek hampir menghukum ku tapi sudahlah ,lagi pula jika di pikir pikir Kelakuan tubuh lama ini Memang tak mudah untuk di percaya huh lagi pula siapa yang tak bisa ber acting lemah seperti nya sudah kubilang aku tak akan kalah ' monolog nya.



Yahhhh PEMIRSA KAUM READERS



Sisca hanya pura pura tak berdaya disini ia tau jika ia melawan dengan cara Bar bar. maka opini semua orang akan beralih dan merasa kasihan pada wajah orang yang terlihat lemah dan sebaliknya dengan watak keras kepala nya ia akan terlihat jahat .



Bila ia harus pura-pura lemah dihadapan mereka,ia akan mendapatkan simpati semua orang dan lihat Tebakan nya 100% benar.



Mendengar apa yang di ucapkan Sang Kakek Vexna menggeram tak percaya di dalam hati,Namun jika ia melawan sekarang maka sang kakek akan berubah menjadi membenci dirinya.


'Sial rencanaku gagal ,wanita ****** ini benar benar membuatku geram!!' .


Ia menghampiri sang kakek,mengelus pelan tangan sang kakek dan menatap nya dengan senyuman di wajahnya.



" Kakek aku kan sudah bilang Kakak mungkin tak sengaja maka tak apa. ayo kita kembali,aku juga tidak terluka dan hanya sedikit lecet itu Saja kakak sudah banyak menderita mana mungkin aku akan menyulitkan nya? sudah lah Kek kejadian hari ini biarlah berlalu."



Dari ucapan nya mungkin sang Kakek dan para Pelayan akan menganggap Nona ke Dua sangat berhati besar,Namun arti dari ucapan nya adalah



'aku terluka ,dan aku akan berbaik hati padamu'



Sang kakek mendengar nya Tersenyum lega ," Cucuku sudah dewasa ke depan nya aku akan tenang."



ia mengangguk beberapa kali setelahnya , mereka membubarkan diri dan kembali ke arah paviliun masing masing.

__ADS_1



Dalam perjalanan pulang Sisca mencibir dan menyumpahi si rubah sedang yang di sumpahi juga sedang merutuki kebodohan sang Kakek.


__ADS_2