
Seorang laki laki sedang mengacak acak kamar nya terlihat,berbagai barang disana keadaan nya Begitu menyedihkan.
" BRENGSEK ,SIALAN!!. "
Ia terlihat begitu marah,beberapa benda ia hempaskan kelantai ,meja terbalik dan matanya seakan-akan mengisyaratkan kebencian yang begitu Dalam.
" Tidak tidak bagaimana bisa? Bagaimana bisa dia tau ." Ia bergerak ke depan berjalan mondar mandir ,dia begitu panik dan marah di waktu bersamaan.
Tadi siang ia di minta menuju ke ruang kerja Putra mahkota,walau sempat bingung karna untuk pertama kali nya ia kesana.
Beberapa saat 2 pengawal mempersilahkan ia masuk, Dia tiba di sebuah ruangan khas ,Yang di dalam nya terdapat 2 meja ,dan 1 kursi panjang berada di sudut ruangan,suasana hitam putih menguasai ruangan disana.
Beberapa buku berjajar rapi di rak tepat di samping kursi single di sana.
Dapat dia lihat laki laki yang paling ia benci sedang duduk melipat kaki nya di atas kursi kerja nya.
" Salam kakak putra mahkota semoga anda berumur panjang!"
" Haisss aku pikir kau tidak akan menyapaku dengan sopan ADIK KU?" Ada cibiran dari nada suaranya.
Membuat Nick ingin mencekik leher orang itu .
__ADS_1
" Katakan apa yg kau mau?" Ujarnya tanpa basa basi .
HAHAHHAHA
Suara tawa itu terlihat mengerikan di telinga Nick,walaupun ia sedikit was was dengan keadaan yang terjadi saat ini namun ia berusaha tetap Tenang.
Putra mahkota tersenyum ,lebih mirip Seringaian bagi Nick.
" Duduklah saudaraku,kita sudah lama tak bertemu,benar kan?" Masih dengan senyuman miring Di sana.
Perasaan Nick menjadi sangat tidak nyaman,ia berusaha senormal mungkin.
"Hmm begitukah?Sayang sekali Adik,padahal kakak mu ini ingin mendiskusikan masalah penting." putra mahkota menggeleng seakan akan ia kecewa.
" Masalah penting? " Beo Nick
" Yah adik,masalah penting tentang KERACUNAN JAMES,dan tentunya penyerangan di wilayah Hutan kemarin ini,apa kau mendengarkan kabar tentang ini Adik?" Ada kebengisan di wajah putra mahkota kilatan kebencian itu terlihat namun menghilang dengan cepat.
" Apa maksudmu kk?,kenapa kau ingin mendiskusikan tentang keadaan ini dengan ku? Apa jangan jangan kk mencurigai bahwa aku terlibat?"suara Nick sedikit bergetar ,bila sampai ia ketahuan maka hidupnya akan selesai ,TIDAK TIDAK AKAN!!
__ADS_1
" Adik kau tak perlu khawatir kau tidak mungkin melakukan hal itu aku percaya denganmu,lagi pula tidak ada alasan kau melakukan hal itu benar?" Azran menatap polos ke arah Nick membuat Nick sedikit kaku.
" Ya..yah tentu saja kk benar."
Beberapa hal mereka berbicara,namun seakan akan ini bukan pembicaraan menurut Nick namun lebih seperti Introgasi halus.
Setelah keluar dia menuju ke arah kamarnya,dengan Wajah masam.
" Eudor" suaranya pelan namun terlihat seorang laki laki berpakaian hitam keluar dari sana.
" Hamba pangeran ke 3" suaranya begitu indah terdengar,namun wajahnya tertutup dengan kain hitam sampai ke Area mata,Tubuhnya Atletis .
" Bunuh pelayan yg kemarin aku perintahkan untuk memasukan Racun ke tubuh James,dan ingat tidak boleh Ada seorangpun yg curiga mengenai hal ini,Kau mengerti?."
" Tentu pangeran saya pamit" ia menunduk sebentar dan menghilang tampa bekas.
" Si brengsek itu pasti mencurigai ku tak bisa kubiarkan begitu saja,Aku harus melenyapkan siapapun yg mengetahui tentang kejadian itu,Yah benar." Ia mengangguk dan menulis surat kepada seseorang.
Ia menyelipkan surat itu ke arah seekor elang ,dan mengikat nya disana.
" Kakak cepat kembali aku membutuhkan bantuanmu,!!". Gumam nya,Elang itu terbang ke arah selatan menuju ke Tempat di mana orang yang Nick cari berada.
__ADS_1