TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN

TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN
BAB 39. PEMAKAMAN ADNAN 2


__ADS_3

\*KEESOKAN PAGINYA



Seorang Gadis berlarian dari arah timur menuju ke dalam kamarnya,ia terlihat sangat takut.entah karna apa .



"Aku harus segera pergi,kalau tidak Nyawaku yg akan melayang ." ia mengangguk dan berkemas beberapa pakaian ia masukan dan sekantong koin penuh seukuran kepalan tangan ia masukan ke kantong nya.



Tok tok tok



Suara gedoran pintu membuat ia mematung,'Apa aku ketahuan A...ah tidak mungkin,tapi kalau benar Bagaimana?' .



Wanita itu berperang dg hatinya ia berjalan ke kanan kiri menggigit tangan nya masih berlanjut.Ia ragu namun detik berikut nya ia berjalan ke arah pintu.



CEKLEK...


Terlihat seorang wanita Muda yg tak lain adalah sahabatnya,ia bernapas lega.



" Kenapa kau lama sekali hah?!," Ia begitu jengkel dari td mengeruk pintu namun tak ada jawaban .



" Nis itu...A...ku harus pergi orang tuaku tiba2 sakit." Ia terlihat gelisah matanya menatap waspada pada sekitar seakan akan sedang mencari sesuatu .



" Kalau begitu berangkatlah nanti akan aku beritahukan pada kepala pelayan ,tp 2 hari saja,kau harus cepat kembali kalau tidak aku yg akan mendapatkan masalah."



" Ya...yah tentu Aku harus pergi Nis ." ia mengambil tas nya setelah berpamitan ia berjalan keluar ,dg sikap yg begitu Waspada ia menatap ke sekeliling.


__ADS_1


" Aku secepatnya harus pergi sebelum semua orang menyadari kepergian ku."



Dg langkah tergesa gesa ia berjalan tanpa tau 2 orang dari arah belakang mengintai nya.


*PEMAKAMAN ISTANA


Dua orang laki laki sedang menatap sendu ke arah makam yg telah dibuat itu.Wajah mereka begitu sendu seakan akan mereka telah kehilangan hal yg paling amat berharga.



Dua orang tersebut sedang sibuk dg dunia mereka,seorang wanita datang mendekat.



" Kak maafkan aku,kita harus masuk sekarang kesehatan kakak belum pulih bahkan belum boleh berjalan aku mengijinkan mu hanya sebentar ayo k".



" Sebentar lagi dik ,Kakak hanya ingin mengantar kepergian Adnan sebentar saja," ia. Berucap tampa melihat ke arah Sisca Dapat Sisca lihat air mata kakak nya itu mengalir di sana,namun ia tak berkata apapun.



" Baiklah aku akan mengurus sesuatu,kakak tolong jaga kesehatan mu k' kau baru saja sadar dan selamat dari ambang kematian, tp lihat kau lebih keras dari pada aku." namun tak di respon oleh James .




Kemarin setelah dia di rengkuh paksa oleh Azran ia menarik diri dg cara menggigit tangan Putra mahkota kemudian dia menempeleng kepala nya.



Melampiaskan kekesalannya " Dasar kau mesum!," ia buru buru lari sedang sang putra mahkota tertawa,melihat telinga serta wajah Sisca yg merona malu.



Ia menggeleng kan kepalanya,Melihat laki laki itu menunjukan hal yg sama dg raut wajah serupa,ia tak banyak bicara.



Setelah berpamitan ia pergi,sedangkan 2 pemuda itu sedang bertaruh dg akal sehat mereka,Tiba tiba kehilangan sahabat juga saudara seperti Adnan benar benar membuat mereka terpukul .


__ADS_1


Tawanya,kelakuan Absurd nya ,dan berbagai hal tentang kepribadian nya membuat mereka begitu merasa kehilangan.



" Aku bersalah Azran ,andai saat itu Ia tak melindungi ku,maka semua ini tak akan pernah terjadi,aku yg akan disana bukan si idiot itu " ia tersenyum kecut sedangkan hatinya merasakan sakit yg begitu dalam.



Azran menggeleng tanda tak setuju, " Bukan kau James tp karena aku,andai kalian tidak kuminta kesana ,maka Bocah itu masih disini maafkan aku Jamess."sebutir benih kristal jatuh dari matanya.



Setiap kali mengingat tawa Adnan,maka hanya rasa penyesalan dan sakit yg ia rasakan.



"Dua kali James,ini kali ke 2 seseorang meninggal karna aku,maafkan aku aku orang yg hanya akan mendapatkan kesialan James jadi menjauh dariku."Azran tersenyum kecut .



" Si bodoh ini,Ingat Azran kita sudah bersama sejak usia kita baru 7 tahun,Apa kau masih menganggap kematian orang tuaku sebagai kesalahan mu? Tidak Azran mereka melakukan nya karna itu Tugas mereka,aku bangga pada orang tuaku James jangan menodai nya dg kata katamu." ia terlihat masam.



"Dia harus mengalami hal yg sama James, apa kau tau aku menangkap se ekor tikus yg ingin melarikan diri ,Dan bagaimanapun caranya Aku harus tau kebenaran tentang keracunan mu juga,Dia hampir mengambil tongkatku 1 lg,kalau ia berhasil akan aku pastikan,walau tak memiliki bukti akan kupenggal pangeran ke 3 di depan mata Rakyat tak peduli apa yg akan mereka pikirkan," amarah tercetak jelas di sana.



" Apa kau tau Azran si saat terakhir si bodoh itu berucap 'kau tidak boleh menangis sialan air matamu merusak ketampananku',"



Mereka terkekeh geli,detik berikut nya mereka terdiam.



" Istirahatlah James,kita harus segera bergerak kalau tidak Adnan akan mengumpati kita ." senyum tipis tergurat disana.



" Yah dia akan terus berceloteh bila ia Di sini,Aku merindukan nya Azran sangat " James menunduk terisak,air mata yg ia Tahan sedari tadi akhirnya luruh jg .



Azran tak berbicara lg Ia menatap makam saudaranya dg raut sedih, sambil menenangkan James ,ia memegang pundak James .ia bertekad melenyapkan orang orang itu menuju ke arah kematian yg begitu sangatt amat menyakitkan.

__ADS_1


.


__ADS_2