
Cahaya bulan purnama masih menghiasi malam mencekam di suatu tempat di kekaisaran terbesar di benua ANOREXIA cahaya itu seakan menyorot ke arah seorang pemuda yang kini sedang memainkan seonggok daging di tangan nya.
.. Bukan bukan daging hewan itu adalah Daging manusia ia meremasnya seperti mainan dan kemudian Ia melemparnya ke arah kanan dan kiri begitu terlihat menyeramkan dan juga bengis sedangkan sisa potongan nya terlihat berserakan di tanah.
Azran membunuh 3 orang itu hanya dengan menggunakan satu kali sentakan tangan merobek mereka menjadi beberapa bagian tubuh.
Saat ini airmata mengaliri wajah seorang gadis yang mencoba menyelamatkan seseorang tak jauh dari tempat itu ia sedang mencoba membalut luka James dengan menggunakan kain gaun yang ia pakai dan di bantu oleh Steve sedangkan wanita satunya lagi sedang mengernyit dahinya terlihat berpikir keras.
James masih bisa Ia selamatkan Untungnya Sisca telah bersiap sebelum nya. Mengoleskan salep dan juga meminumkan ramuan seperti halnya yang ia lakukan pada Vivian tadi, tak elak itu membuatnya merasa Sesak di dadanya ini semua hanya karna keegoisan dia berniat membantu Steve hingga Masalah sebesar ini terjadi.
Siska terlihat gemetar bukan ia tak pernah melihat autopsi atau semacamnya karna ia seorang dokter Namun melihat seorang mencakar tubuh 3 manusia dengan begitu sadis tak elak membuatnya ketakutan.
Setelah tadi dia menyusul Steve betapa kagetnya ia bertepatan dengan kedatangan nya potongan-potongan tubuh itu berhamburan di depan matanya.
Ia mematung Steve tak berbeda jauh darinya rasa ngeri melihat hal itu tak elak membuatnya bergidik ngeri.
Dia mencoba menarik tubuh James saat Azran sedang Sibuk dengan mangsanya Ia mencoba menyelamatkan James berharap sang malaikat maut tidak menyadari kehadiran nya.
Azran terlihat bak malaikat maut senyuman mengerikan menghias di bibirnya.belum lagi giginya terlihat bak vampir ,mata merah,kuku-kuku nya memanjang dan jangan lupakan Asap hitam itu menghias mengelilingi tubuhnya disana.
Ia mengendus sesuatu Seperti nya ada sesuatu yang menarik perhatian nya. Tak berapa lama ia mengangkat tubuhnya melayang di langit menuju ke suatu tempat melihat itu Sisca,Vivian dan juga steve berniat mengikuti Azran ke arah ia terbang tadi.
" Siska tunggu disini temani James Aku dan Steve akan menyusul Azran terlebih dulu." Ia berniat bangkit Namun di cegah oleh Sisca.
" Tidak ..tidak kau yang Di sini lihatlah lukamu masih belum mengering jika kau memaksakan bergerak lukamu akan terbuka lagi. Diam disini dan jaga Kakakku aku yang Akan pergi." Ujar Sisca dengan tatapan mata yang tak bisa di tolak.
Vivian merenung sebentar Namun ia mengangguk paham.Untuk sementara dia juga paham bahwa saat ini Ia terluka bukan membantu Dia malah akan menjadi beban jika berkeras untuk ikut.
" Baiklah Namun jaga dirimu." . Ujarnya mereka berdua hanya tersenyum kemudian mengangguk mengerti.
Sisca dan Steve bergerak menuju ke tempat Kaisar melakukan ritual entah mengapa Firasat mereka mengatakan Azran Akan Ada disana.
__ADS_1
Mereka mencoba berlari mempersingkat Waktu Steve hanya menatap Sisca sesekali ,Tak berkata atau berniat membuka pembicaraan ia bisa melihat gurat khawatir dari wajahnya.
Entah mengapa Steve merasakan Ada suatu hubungan rumit antara Putra mahkota dan Juga Sisca Namun ia tidak berniat bertanya atau memastikan nya hanya memendam pertanyaan itu di dalam hatinya.
Hanya saja, Perasaan yang Awalnya hanya kekaguman berubah menjadi perasaan cinta yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Dia mengganggu Sang pelayan Aneya hanya sekedar bercanda Namun dengan Sisca ada sesuatu yang tak pernah terjadi sebelumnya.
Tak berapa lama mereka Sampai disana pemandangan yang entah mengapa membuat tubuh keduanya Kaku seketika .
Terlihat darah berceceran di mana mana sedang Tubuh manusia disana entah Sejak kapan seperti lautan Manusia.
Potongan dan mayat berceceran di mana mana membuat Sisca seketika kembali gemetar.
Bukan hanya itu terlihat di ujung tak jauh dari tempat Pemandian terlihat sekitar 7 orang sedang duduk menatap kosong ke arah Kaisar . Sedang sekarang terlihat 2 orang sedang saling berhadapan disana.menatap benci satu sama lain.
" Hah...Aku tidak menyangka bahwa Kau memiliki kekuatan seperti yang Aku punya Azran Ck... Bagaimana bisa Aku tak tau ?." Sang Kaisar menatap benci ke arah Putranya.
" Apa sekarang kau berniat membunuhku?.Heh...lakukan jika kau bisa. "
Sang Kaisar meremehkan Azran ia belum tau bahwa kekuatan mereka memiliki tingkat yang begitu jauh hanya saja Jika jantung dari Sang Kaisar masih tidak ada di tubuhnya maka menghadapinya akan sangat sulit .
Belum lagi saat ini walaupun Azran sudah memiliki kekuatan itu Ia masih belum bisa mengendalikan diri dan emosinya.Kekuatan nya belum bisa ia kuasai jika Azran Mati di tangan Kaisar maka dia tidak Akan bisa hidup lagi berbeda dengan Kaisar yang selama ini sudah terbiasa dengan kekuatan nya itu .
Pertengkaran dua iblis tak dapat terelakan. Kaisar melakukan gerakan di tangan nya membentuk Silang Ia Berusaha untuk menyerang Azran dengan Sihir kegelapan nya.Namun sayang Hal itu tak berguna bagi Azran.
Seringai licik muncul di wajah Azran Ia melompat menuju ke tempat Kaisar Kuku kuku nya yang runcing menerjang dengan cepat Mencoba menyentuh nya .Kaisar yang tak siap sedikit melesat ke belakang dengan kecepatan yang sama.
Boom....
__ADS_1
Hantaman di tempat di mana Kaisar berdiri membentuk lingkaran yang cukup dalam di tanah.
Pertarungan sengit terjadi mereka berdua sama sama kuat mencoba mengalahkan satu sama lain. Bunyi dentuman Terdengar begitu keras disana.suara suara seperti bunyi erangan mengerikan melesat dengan cepat membuat ke dua manusia yang sedari tadi memperhatikan tidak bisa melihat dengan jelas.
Mereka hanya melihat sekelebat Cahaya hitam yang saling beradu kekuatan. Sampai suara hantaman keras membuat mereka berdua menahan Nafas.
Boom.... Duarrrr .
Asap mengepul disana menandakan seseorang disana menghantam tanah dengan kekuatan yang tak main main.
Saat asap itu samar samar menghilang Mereka bisa melihat sosok Kaisar tergeletak di tanah dengan begitu mengenaskan sedang Azran yang tak jauh dari sana hanya menatap benci.
Belum itu belum berakhir suara tawa menggema di dalam lubang itu. Sosok Kaisar terlihat Naik ke atas melayang dan mendarat di tanah .
" Jangan meremehkan diriku Azran ,bocah ingusan seperti mu tidak akan bisa melukaiku lebih jauh . Hahahaha rasakan ini. ".Kaisar melesat dengan kekuatan Yang sama bunyi crang dan hantaman pukulan terlihat kembali.mereka bertarung seperti sebelumnya .
Pukulan bertubi-tubi dari Kaisar Hanya dilawan dengan Baik oleh Azran. Rembulan menjadi saksi bagaimana keduanya bertarung dengan sengit.
Suasana disana benar benar mencekam. Pedang Naga sembilan yang dibawa oleh Steve terlihat bergerak sendiri membuat kedua orang yang memperhatikan pertarungan itu terpekik kaget.
Wushh....pedang itu terlihat melesat ke arah Ke 7 orang yang terduduk tak jauh dari sana terlihat pedang itu berputar putar di atas kepala mereka. Mengeluarkan sebuah Cahaya putih dan wushh.......Angin berhembus dengan kencang pohon disekitarnya terlihat seperti akan terangkat.
Detik berikutnya sunyi Seakan Dunia berhenti Waktu terhenti. Terlihat Azran dan Kaisar juga masih dalam keadaan bertarung Namun masih terdiam di udara .
Siska melongo ..
" A...apa yang terjadi ?'' keningnya mengkerut dia mengedarkan pandangannya menatap kekiri dan ke kanan daun daun yang terbang itu masih melayang di udara namun tidak terjatuh. Yahhhh waktu berhenti.
Sedang pedang Naga sembilan terlihat masih berputar putar di sana. Kebingungan Sisca terlihat jelas Steve yang Ada disampingnya tak merespon saat ia memanggil namanya. Aneh ada apa sebenarnya?.
__ADS_1