
" Jangan bertindak bodoh" .Delik Vivian tajam ke arah Azran yang ingin bangkit menuju ke arah dimana Kaisar dan Jack sekarang.
Sedangkan sekarang Azran menatap sengit ke arah Vivian.
" Apa kau tidak mengerti juga tentang apa yang kau lakukan sekarang jangan bodoh.lihat disana." Tunjuk vivian ke arah sebuah pohon dimana pasukan harimau putih mengintai dari sana.
Azran dan siska mengikuti tempat arah tatapan vivian mengarah ke sana.
" Sejak kapan ?" kerumitan di dahi Azran terlihat menumpuk jelas.
" Sebenarnya mereka sudah ada di sini beberapa saat yang lalu,Kau jangan gegabah jauh lebih baik kita menunggu apa yang terjadi selanjutnya entahlah firasatku mengatakan sesuatu yang benar-benar buruk Akan terjadi." Jelas vivian menatap lurus ke arah pasukan itu.
" Kau benar vivi lebih baik kita tunggu kedatangan Kakak. Dia juga sudah pasti akan segera sampai." . Mereka Mengangguk paham.
Azran akui Mereka tidak boleh gegabah memantau adalah jalan yang tepat untuk saat ini.Karna bagaimana pun sekarang Ayah nya tidak seperti biasa.Ia terlihat jauh lebih mengerikan sosok yang sangat ia kagumi tak lebih dari pemuja Iblis .
Perasaan Azran benar benar buruk Sekarang 2 hari lalu tampa sengaja ia mengetahui bahwa sang Adik Jack hanyalah serigala dan juga penghianat yang pura pura lugu di hadapan nya begitupun dengan Ayahandanya sekarang yang ia kira lelaki yang bertanggung jawab dan juga welas asih tapi kenyataannya sekarang ck.
Fokus mereka kembali ke arah Kaisar
" Lihatlah Putraku, Uhm apa kau ingin Mencoba bertarung denganku atau Kau ingin langsung pergi menyusul Ibundamu?." Senyuman itu terlihat menakutkan.
Sedangkan yang di tanya masih bungkam dengan wajah yang tak bisa dijelaskan. Jangan tanyakan bagaimana Keadaan nya sekarang Jack masih Shock dengan apa yang telah terjadi.
Dia mengira Kaisar orang Biasa yang Akan dengan mudah di hadapi.Tapi bagaimana cara menyingkirkan nya jika di sentuh oleh orang yang memiliki kekuatan sebesar itu saja tak bisa.
" Ck jika kau mengira Aku menjadi seorang Kaisar hanya karna ayahku kau salah besar Putraku. Aku yang telah melenyapkan nya bersama dengan semua bawahan nya." Hhahahah ia tertawa seperti orang gila .
" Apa kau tau ? Kakek dari pihak ibundamu juga Akulah yang menghabisinya ck dia terlalu cerewet dan mengatur para mentri lain untuk mengkhianati ku. Bukankah dia Seharusnya sudah berada di Neraka bersama ibumu bukan? ".ujarnya malas.
" Berarti apa yang di katakan oleh Ibu semuanya benar?". Suara Jack yang tertahan dari tadi keluar sedikit mencicit
" Apa kau juga telah bersekutu dengan Iblis? Dan memiliki kekuatan kegelapan dari masa lalu seperti yang Ia pikirkan?" . Tanya Jack dengan tatapan mata yang mengarah ke arah Sang Kaisar.
" Hahahaha apa kau mau tau? Hmmm baiklah bukankah kau akan segera menyusulnya benar? Baiklah anggaplah aku mengabulkan permohonan terakhirmu.Bukan bersekutu lebih tepatnya Keturunannya hahhahah.!" Sekarang Kaisar benar benar terlihat sangat menakutkan.
__ADS_1
Mendengarkan perkataan itu Baik Azran Jack dan mereka di sana Terkejut menatap ke arah Kaisar.
" Apa kau kaget ? Hahahaha kau menganggap remeh padaku dan datang Hanya dengan bermodalkan ucapanmu saja hah sepertinya semua keturunanku mewarisi kebodohan Ayahanda ck. " Ia berdecak sebentar kemudian Dia terpikirkan sesuatu.dia menatap ke arah Jack dengan tatapan sedikit Aneh.
" Ahhhh kau tau Sebenarnya tubuhku ini terlalu lemah untuk menjadi inang baruku setelah Nanti aku melakukan ritual itu, Aku membutuhkan organ dan tubuh yang lebih baik dari ini. Ahhh sepertinya aku harus berhutang padamu ." ucapnya tersenyum miring.
" Apa maksudmu." Sekarang Jack terlihat bingung. Sedangkan Kaisar Ia sedikit melakukan gerakan Dan Jack telah berada di dalam kendalinya.
Jack tiba tiba saja menunduk ,dengan mata merah bak orang kerasukan Ia berdiri dengan pandangan kosong menuju kearah Jianjing.
" Sepertinya yang di katakan tuan benar Aku membutuhkan tubuh baru. Ahh rasanya tak sabar melihat semua orang setelah Ini tunduk dalam perintahku. Lagi kulihat entah mengapa Tubuh Azran terlihat tidak cocok denganku lebih baik si bodoh ini saja lagipula Dia tak terlalu buruk. ".
Ia sedikit memegang pipi Jack seakan menilai suatu barang.
" Sebaiknya Aku segera melakukan ritual itu sebelum bulan purnama tiba. Dan sebelum Pengacau pengacau itu kemari.!" Ia mengangguk berjalan ke arah tempat tak jauh dari sana.
Jika di lihat tempat dimana Kaisar sekarang menuju terlihat 1 bak mandi penuh dengan cairan merah.entah apa itu tak jauh dari bak itu terlihat lilin yang dinyalakan berbentuk seperti bintang dengan lingkaran di sekitarnya .
Dan di sebelah kiri kamar mandi terlihat sebuah meja mini di atasnya ada sebuah cangkir .entah mengapa cangkir itu terlihat sangat istimewa dengan warna emas yang mendominasi dan corak teratai putih menghias di sekeliling pegangan gelas itu.
Siska,Vivian dan Juga Azran sedikit berdebat karna bagaimanapun mereka Harus menghentikan ritual sialan itu.
__ADS_1
" Biar Aku yang menghentikan Kaisar sialan itu , kalian lindungi aku dari tikus tikus Kaisar itu terlebih dahulu.". Ujar vivi .
" Ck kau perempuan diam saja disini Aku yang akan menghentikan dia dengan caraku sendiri. Lebih baik kalian yang tetap mengintai dari sini dan jangan lakukan apapun terlebih dahulu ." ucap Azran menghentikan Vivian yang hendak pergi dengan menahan tangan nya.
" Apa aku terlihat lemah di matamu ,Cihh jika Aku mau Aku bisa melenyapkan mu dengan sekali gerakan. " Vivian menatap tajam ke arah Azran Dia melepaskan tangan Azran yang memegangi Dirinya.
" Sudah selesai?" Ujar Siska dengan sedikit muak. " Apa kalian tidak bisa diam? Tindakan kalian berdua bisa membuat Kaisar curiga dengan keberadaan kita. Ya dewa kalian berdua sama-sama kembar dan juga bodoh Secara bersamaan ternyata. " Ujar Siska sinis
Mereka diam entah mengapa hanya bertengkar yang mereka lakukan sejak awal bertemu mereka saling bertatapan sebentar dan membuang muka kaku nya secara bersama sama. Tapi perdebatan itu masih saja berlanjut.Sedang Sisca memikirkan hal apa yang harus dia lakukan sekarang.
Jika mereka mencegat Kaisar Sekarang nyawa mereka yang akan dalam bahaya.Dan jika tidak di cegah maka bencana besar juga akan terjadi benar benar pilihan yang sulit.
Sisca sedang melamun saat di kagetkan dengan genggaman tangan seseorang.ia menoleh kesana Dilihatnya Azran menatapnya sebentar Namun tak juga melepaskan tangan nya. Ia sedikit tersenyum.
Mereka cemas. Tindakan apa yang bisa mereka lakukan di lain sisi jika mereka bangkit dari Sana maka tikus tikus kaisar akan segera menghabisi nyawa mereka.
Mereka Asik berdebat sedangkan Kaisar terlihat sedikit menatap mereka dengan ekor matanya.Ia mengkode pasukan Harimau putih itu .
" Hah untuk masalah pengganggu yang lain biarkan mereka saja yang mengurus nya aku telah lama menunda ritual ini. " Ia bergumam berjalan ke arah sana. Ia hendak Masuk ke dalam bak mandi itu Namun sebuah Suara menghentikan kegiatan nya.
" Hentikan apa yang kau lakukan sekarang, jianjing !" Ujar suara itu dingin.
__ADS_1
Sisca dan dua orang yang berdebat itu serta Kaisar sendiri menatap ke asal suara itu.