
Sisca Tersadar dari lamunannya sekarang ia sedang duduk di tepian tempat tidurnya,setelah kepergian Putra Mahkota.
Lagi dan lagi senyum tipis tergurat disana,ia teringat percakapan dengan nya tadi.membuat hatinya berbunga-bunga.
" Putra mahkota bisakah kau tidak masuk seperti ini ke dalam kamar seorang Gadis?, Apa kau tau kau seperti kera yg melompat kemana mana?."
" Apa kau baru saja memanggil ku kera?Astaga kau benar benar!!"Geram nya,kenapa harus kera?apa aku sejelek itu?Gadis ini memang buta.
Azran menatap sinis ke arah Sisca sedang yang di tatap malah memasang Wajah galak,membuat nya menarik napas dalam-dalam.
" Hufttt yahhh baiklah aku tak akan kesini lagi menggunakan cara ini lagi pula kau lihat , jendelamu itu tidak tertutup rapat mangkanya aku disini sekarang berarti itu bukan salahku benarkan?" ia mengendikan bahunya tak perduli.
" Yahhh terserah kau saja,aku masih waras jadi aku mengalah padamu ." Sisca tersenyum mengejek .
" K..au-" suaranya tercekat tak tahu harus mengucapkan hal apa,' gadis ini haisss' desahnya dalam hati.
" Baiklah kau benar aku memang sudah tidak waras !!,yah sebagai orang waras katakan hari ini pertemuan terakhir kita bukan?,kau meminta imbalan dengan cara aku harus kesini selama 1 bulan dan aku sudah memenuhi itu,sekarang berikan pil terakhir untuk racun itu." ia mengatakan sambil menengadahkan tangan nya.
" Ckk kau terlalu terburu-buru dasar ,besok aku ingin pergi ke suatu tempat temani aku dan akan kuberikan padamu setelah kita pulang dari sana bagaimana?."
__ADS_1
Azran memicingkan matanya,ini diluar perjanjian kan?!
" Aku tidak mau!!" ujarnya berpaling muka.
" Kau ini pelit sekali,aku membantumu sembuh dan ini Balasan untukku ohhh kau benar benar Menyebalkan kau tau?!." Ia mengerucutkan bibirnya.
Melihat itu Azran benar benar merasa gemas tapi iya tidak boleh kalah wanita ini terlalu licik ,terakhir kali ia ke pasar dengan nya ,menemani katanya.
Menemani apa? Dia malah di rampok oleh Nona hao di sana tidak tanggung tanggung 2000 koin emas ludes ,ckckck selain licik dia juga sangat serakah betapa menyedihkan calon suaminya nanti?calon suami?memikirkan nya membuat ia merona malu?.
Sisca yang melihat Azran memerah di bagian telinga , membuat dia berpikir bahwa putra mahkota mengalami penyakit lain selain Racun itu.
Mendengar nama frans pria yg sempat adu mulut dengan nya di perayaan pasar malam 1 minggu lalu membuat nya menggeleng tak suka.
" TIDAK BOLEH !! " Nada suara putra mahkota naik 1 oktaf.
Sisca berjalan cepat menutup mulut putra Mahkota.
" Ohhh apa kau ingin membangun kan semua orang dengan suaramu itu hah? kau memang sudah tidak waras." Sisca melotot tak suka dengan nya.
__ADS_1
Azran menepuk tangan Sisca kode untuk melepaskan bekapan di mulutnya .
" Apa kau berniat membunuhku hah?, Aku yang akan menemanimu besok awas saja bila kau memanggil sepupu sialan mu itu." ujarnya dengan nada seakan merajuk .
Sisca hanya menggeleng pasrah,entah ada dendam apa Orang di depan nya ini dengan sepupu dari paman nya itu.
" Baiklah aku kembali sekarang ingat kata kataku!" ia mendelik tak suka.
Putra mahkota baru beberapa langkah berjalan namun, perkataan dari Sisca membuatnya terdiam.
" Apa kau Menyukaiku Azran?" tanya nya dengan suara pelan.
Namun masih terdengar di telinga Azran 'apa aku menyukaimu?,apa ini rasa suka?' tanya nya dalam hati.
Setelah terdiam beberapa saat Azran tampa berbalik ia mengucapkan 1 kalimat yang membuat hati Sisca berbunga.
" Aku tidak tau apa aku menyukaimu atau tidak sekarang? Namun saat bersamamu Aku merasa ada sesuatu yang Aneh denganku ,tapi apapun itu semoga bukan hal yang buruk!" setelah mengatakan itu Azran melompat dari jendela kamarnya dan menghilang di kegelapan malam.
Sisca bersorak dalam hati
__ADS_1
" Apa boleh aku menyimpulkan kalau kau memang menyukai ku?" Gumam nya dengan senyuman tipis di sana.