TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN

TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN
BAB 61. KENYATAAN MENYAKITKAN


__ADS_3

FLASHBACK ON


Seorang wanita memakai pakaian hitam berdiri di ambang pintu masuk ke ruangan laki laki itu yang tak lain adalah tuan nya.



Ia di suruh untuk menghadap ke sana karna sang Tuan katanya akan memberikan dia hadiah karna melakukan pekerjaan nya dengan baik.



" hahahhahah ,kau benar aku beruntung karna memiliki nya dia adalah berlian ku." ujar laki laki itu tertawa dengan suara lantang.



Vivian sedikit tersenyum karna merasa Tuan nya memuji dirinya.



Ia berniat masuk dan membuka pintu.Namun kata kata orang itu membuat langkahnya terhenti.



" Dia putriku yang malang, walaupun begitu bukan kah aku memberikan nya makanan ? Setidaknya aku tidak membunuhnya saat itu,seharusnya ia berterima kasih bukan kah begitu Gran?"



Ia tertawa bahagia karna berhasil menyingkirkan benalu yang tak lain Selir Agung itu.



" Maafkan saya yang mulia, Tapi sepertinya Nona Vivian melakukan banyak hal untuk anda bukankah sekarang ia sudah berumur 23 tahun sama seperti Putra mahkota?."



" Apa maksudmu?." Sang Kaisar memicing tak suka mendengar perkataan Gran kaki tangan nya itu.



" Maksud saya yang mulia, Bukan kah Putri Vivian sudah dewasa dan sudah saatnya untuk dia kembali ke Istana dan -"


Belum selesai ia berbicara sebuah bogeman mentah mendarat di pipinya.


BUGGGH...



" Akhhhsss "Laki laki itu terduduk dilantai dengan memegangi daerah wajahnya.



" DASAR BODOH BUKANKAH DIA ITU PARASIT SAMA SEPERTI PUTRAKU YANG LAIN SIALANN!!." Nada suaranya meninggi dan terlihat amarah tercetak disana.


__ADS_1


" maaf kan hamba yang mulia,ampuni hamba..." Ia menangkup tangan nya memohon belas kasih orang yang sedang berdiri di atasnya itu .



"hahhahah apa kau tau Gran? Setelah aku mendapatkan pil keabadian itu aku akan menyingkirkan semua Anak-anak ku yang tidak berguna itu termasuk Vivian.dia terlalu berbahaya bila di biarkan lebih lama."



"Aku akan menjadi Kaisar Abadi yang akan Bertahta di kekaisaran ini Selama yang aku mau,dan asal kau tau Aku telah mendapatkan informasi,ada seseorang yang akan bisa membantuku membuatnya.." lanjutnya Ia tersenyum senang .



Sedang Vivian sudah menahan air matanya di depan pintu , ia menangis meratap dalam diam rasa sakit hati yang ia rasakan begitu besar.hingga ia seperti di cekik oleh tangan seseorang.



" Ahhh yahh berikan Berlian ku itu makanan seperti biasa,campurkan juga obat pembalik kewarasan yang diberikan oleh tabib padanya,agar mentalnya semakin hari semakin terbelakang dan berakhir gila hahahaha'' ia tertawa licik .



Lagi dan lagi hantaman kenyataan membuatnya ingin meraung,ia membuka pintu itu dan membuat kedua orang didepan nya tersentak kaget.



Vivian menatap nyalang ke arah laki laki brengsek di depan nya.ingin sekali ia menikam laki laki biadab itu menunjukan padanya apa itu arti dari kematian?tapi lagi lagi hatinya masih lemah.




"ahhh anjing kecilku,kenapa kau masuk Seperti itu dan lihat wajahmu itu,kenapa menangis kemari...." Sang kaisar memangil dirinya dengan lembut Namun hal itu malah membuat Vivian ingin mencabik-cabik tubuhnya.



"Berhenti!!" nada suara nya pelan namun sarat akan intimidasi membuat mereka berdua paham akan apa yang sedang terjadi.



" Ohhhh hahahhah apa kau telah mendengar perkataan itu anjingku ckckck sayang sekali padahal aku telah membuat makanan kesukaan mu,dan ada beberapa pekerjaan yang akan kau lakukan lagi,tapi jika seperti ini kau tak akan mengikuti apa yang aku ucapkan benar?."kaisar tersenyum seringai.



Vivian hanya diam menatap benci ke arah laki laki di hadapan nya.



" Kau tak akan bisa lolos dari sini anjingku yang manis ,kau hanya sendirian sekarang,dan jika kau tak bisa dimanfaatkan lagi aku bisa apa? Selain melenyapkan mu!." Kaisar tertawa cekikikan sendiri mendengar perkataan nya.



Vivian hanya menatap malas ke arah laki laki itu.


__ADS_1


Rasa hormat yang ia berikan hilang bagai hembusan angin.



" Aku bisa pergi dari sini dengan atau tampa persetujuan mu,bagiku kau tak lebih dari rubah liar yang ingin memangsa Serigala apa kau pikir aku tak akan bisa keluar hanya karna kau berkata seperti itu?kau lupa aku ini siapa TUAN?" ia menekankan kalimat tuan diakhirnya.



Setelah mendengar perkataan itu sang Kaisar tersadar kemampuan Vivian bukanlah sesuatu yang benar-benar bisa ia hadapi.



Ia sendiri yang telah memastikan vivian menjadi pembunuh tampa hati,ia melupakan Sesuatu ia lupa telah mengajarkan keahlian yang tidak bisa dianggap enteng.



Brengsekkk!!sialAn!! Sang kaisar mengumpati kebodohan nya sendiri.



" hahhaha apa kau takut tuan?" Vivian menyeringai ke arah Kaisar .



" Kau anjing sialan bagaimana bisa kau menggigit tuanmu yang telah memberikan mu makan?, seharusnya aku membunuhmu saja saat itu." Sang Kaisar menggeram marah.



Sedangkan Vivian hanya menatap malas ke arah Kaisar itu.



" Biarkan aku pergi dan akan aku lupakan semua perlakuan mu ,kau harus ingat semua anak buahmu tidak ada apa apanya dibanding dengan ku,mau mencobanya,hum?" Ia tersenyum miring.



" Kau menggertak ku?Kau pikir siapa dirimu ha?." .



Jianjing menatap nyalang ke arah Vivian ,dan menyuruh sang tangan kanan nya untuk melawan nya.



" Bunuh dan lenyapkan dia Gran .." suara sang kaisar merendah dingin amarahnya mendidih.



Gran mendengar sang tuan mengatakan hal itu sedikit ragu, Walaupun begitu ia mau tak mau menyerang Vivian.



Vivian hanya tersenyum mengejek,Kaisar memanggil beberapa orang yang masih berada di barak itu dan ikut bergabung dengan Gran.

__ADS_1


__ADS_2