TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN

TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN
BAB 60. MATA ITU?


__ADS_3

*Satu bulan kemudian.


Azran sedang mengikuti seseorang yang entah mengapa saat melihat nya terlihat sedikit familiar.hanya saja Dia tak mengerti apa yang sedang ia lakukan sekarang?



Masalahnya hati kecilnya menyuruh nya mengikuti laki laki di depan nya ini.



Ia mengendap endap di belakang lelaki itu dengan sedikit memakai ilmu kanuragan,yang tak terdeteksi dengan begini Auranya tak akan bisa dirasakan oleh orang dihadapan nya.



Namun ada yang Aneh laki laki itu sedikit terlihat seperti Wanita hanya saja ketika ia melihat orang di depan nya ini bertarung dengan beberapa laki laki bertubuh besar di jalan, ketika ia menolong seorang budak yang diseret paksa.Dia bisa memastikan Laki laki di depan nya ini bukan orang biasa .



Caranya bertarung terlihat seperti sedang menari bukan hanya itu,ia bisa menumbangkan mereka dalam waktu beberapa menit saja mau tak mau Azran berdecak kagum padahal ia hanya memakai tangan kosong dan lelaki yang berjumlah kurang lebih 7 orang itu bisa dilihat bukan hanya bisa bertarung namun ilmu pedang mereka tak bisa diremehkan.



Azran sedikit kaget saat Orang itu berhenti melangkah dan mengeluarkan aura membunuh .



Kerumitan di wajahnya terlihat .



" KELUAR." Suaranya terdengar seperti suara Wanita Astaga benarkah?



Dan lagi bagaimana Dia tau kalau diikuti.



" aku menyuruhmu untuk keluar apa kau tidak mengerti apa yang aku ucapkan!." ujarnya dingin.



Azran masih belum percaya jika wanita itu mengetahui tentang keberadaan nya ia memilih berdiam diri darinya.



Setttt...... JLEBB

__ADS_1



Sebuah Belati kecil menancap tepat di samping pipi Azran membuatnya mau tak mau menahan nafas.



Ia sedikit melongo tak percaya,apa apaan orang itu?sedikit saja ia melempar ke kiri maka wajahnya yang tertusuk bukan pohon itu.



Ia keluar dari persembunyian nya,melangkah ke arah orang itu.



" Kenapa kau mengikuti aku katakan!,Apa kau suruhan laki laki tak tau diri itu!!" ujarnya dengan nada dingin,aura kebencian terkuak begitu menusuk padanya.



" Bukan, aku hanya lewat dan tidak ada niatan mengikuti langkah mu,atau membuntuti mu kau jangan salah paham." Ujar Azran.



Wanita dihadapan Azran terdiam begitu lama hanya saja Azran tak bisa melihat dengan jelas wajahnya karna terhalang tudung itu dan ada kain menutupi wajahnya.




" Baiklah,jangan mengikuti aku lagi,aku tidak mau terlibat dengan hal apapun mengenai mu atau laki laki sialan itu,jadi menjauh dariku sebelum aku melupakan tentang segala hal dan membunuhmu."



Terlihat wajah Azran di tekuk ia tak suka dengan kata kata wanita itu ,tapi entah mengapa dia terlihat begitu familiar entah ada apa dengan nya sekarang.



Bukan menjauh dia malah berjalan mendekat ke arah wanita itu,Angin berhembus sedikit kencang membuat kain penutup wajah Wanita itu terkesiap dan memperlihatkan wajahnya.



Hanya sebentar saja Namun bisa membuat dia terdiam.Azran mematung menatap wanita itu.



' Ibu?' pikirnya dalam hati,Wajahnya mirip dengan sang ibunda permaisuri.


__ADS_1


Hanya saja ia terlihat begitu muda,walau sekilas matanya?itu?.



Belum selesai ia memikirkan Hal itu ia menatap ke arah Wanita tadi Namun dia tidak ada?kemana?.



Azran mengedarkan pandangan nya,mencari disekelilingnya namun nihil wanita itu tak terlihat di manapun.



Azran masih mencerna apa yang terjadi tadi?,tidak dia benar-benar manusia kan? Tapi hanya beberapa detik dan dia menghilang?dan matanya begitu mirip dengan ibu,tidak hanya wajah tetapi matanya juga?.



Ia berdiri kaku beberapa saat dan berjalan sambil mencerna semuanya ,ia pergi dari sana.berjalan kembali ke arah James yang tadi ia tinggalkan karna mengikuti wanita itu.



Sedang disisi lain Wanita tadi keluar dari persembunyian nya.



Ia menatap sendu ke arah Putra Mahkota yang berjalan menjauh darinya.



" Mengapa hanya aku yang diperlakukan seperti itu,setelah apa yang aku lakukan dan mereka katakan ternyata semuanya hanya kebohongan,mengapa Aku di perlakukan seperti itu?." setetes air mata jatuh dari pipi putihnya .



Dia mengingat kejadian dimana semuanya terbongkar kejadian dimana hal yang tak pernah ia bayangkan bisa menjadi kenyataan yang begitu menyakitkan.



Hal yang membuatnya merasa seperti berada di tempat yang berbeda, diperlakukan dengan tidak layak bahkan terkesan seperti Binatang.



Ia merasakan sesak di hatinya,untuk pertama kali dalam hidupnya dia mengetahui kebenaran ini,akan jauh lebih baik dia tidak pernah dilahirkan kalau perlu dia menjadi bodoh dan mengatakan semuanya adalah sebuah kebenaran.



Dia mengira kebaikan tuan nya layak di puji karna bukan hanya menyelamatkan dirinya,memberikan nya makanan bahkan merawat nya.Namun ia salah besar.


__ADS_1


Kenyataan pahitnya ia Anak dari laki laki biadab Itu, kenyataan nya ia adalah Manusia dan kenyataan pahitnya adalah orang yang tadi adalah Adiknya sendiri.


__ADS_2