
KEESOKAN HARINYA
Sisca sudah bersiap- siap dari tadi dengan heboh ia mendandani dirinya di bantu para pelayan nya.
Hari ini ia akan pergi dengan Putra mahkota dengan menggunakan baju berwarna kuning,riasan tipis,dan jepit rambut Phoenix ia terlihat begitu menawan.
Sisca berjalan ke arah ruangan tamu di sana Azran sudah menunggunya ,terdengar suara bincang-bincang dan beberapa tawa berasal dari ruang tamu.
Ketika Sisca sampai 3 orang laki laki yang ada di sana terpaku menatapnya.
Wajah kagum tercetak jelas di wajah mereka,Sisca memang tidak terlalu suka berdandan setiap hal yang ia pakai terlihat sederhana namun anggun secara bersamaan, Tatapan mata mereka bertemu.
Putra Mahkota terlihat sedikit tersenyum tipis ke arahnya,suara sang kakek membuat atensi mereka berpindah.
" Kemarilah cucuku,apa benar kau berniat keluar bersama Putra mahkota?" tanya sang kakek.
" Humm yah kek aku akan pergi untuk mencari sesuatu di luar apa boleh?." ucapnya
" Tentu Cucuku kenapa tidak?,Putra mahkota tolong jaga Cucuku?" Sang kakek tersenyum ia senang bila sang cucu bisa dekat dengan penerus Kekaisaran ini,karna Putra mahkota merupakan salah satu orang yang sulit di dekati,ia juga pria yang baik,jadi ia setuju.
Sedangkan James sedikit tak suka jika mereka pergi bersama,walaupun pelayan pribadi Adiknya ikut serta,dan ia tau Azran pria yang baik tp tetap saja.
__ADS_1
" Aku jg akan menemanimu adik." ucap James tampa sungkan.
Sedang sang Kakek memutar matanya malas.
" Untuk apa kau ikut Jamess,aku ada perlu denganmu jadi kau harus menemani kakek kesana!" Sang kakek mendelik ke arah cucu laki-laki nya itu,ia tau Jamess sangat posesif bila mengenai sang Adik.
" Tapi kek ak-" belum selesai James berucap suara sang kakek keluar lebih dulu.
" Tidak,biarkan Adik mu di temani oleh putra mahkota dan kau harus mengurus urusan ini bersama kakek kau mengerti.!" Sang kakek berjalan ke arah dalam tampa menunggu Jamess membantahnya.
James mendengus tak suka.
" Aku tidak mau jika Sesuatu terjadi pada Adikku Azran awas saja kalau sampai ia kenapa napa." tatapan nya terlihat sengit .Azran memutar bola matanya malas.
" Kau hati hati Sisca,jika Azran berbuat sesuatu yg merugikan mu katakan pada kakak ,kakak sendiri yang akan menghajarnya nanti,kau mengerti?." ia menatap horor ke arah putra mahkota.
" Baiklah k aku pergi." Sisca berpamitan dan menuju ke arah kereta
Di perjalanan menuju ke arah pasar Azran sedikit Gugup,ia duduk begitu dekat dengan Sisca membuatnya merasa tidak nyaman.
Sisca tak terlalu menggubris Azran ia memilih menatap ke arah luar ,menikmati pemandangan disana.
__ADS_1
Bukan karna apa kejadian semalam masih membekas di pikiran nya,Sang pelayan berada di kereta lain bersama beberapa pengawal penjaga sang putra mahkota.
Keheningan terjadi di kereta membuat mereka sedikit canggung ,Sisca yang biasanya pecicilan membuat Azran sedikit bingung dengan kediaman Sisca sekarang.
Ia menatap ke arah Sisca sedangkan Sisca kini sedang fokus ke arah jalan.
Adnan sedikit bingung ' Apa aku melakukan kesalahan?' itulah yg kini ia pikirkan.
Beberapa saat kemudian mereka sampai ke area Pasar,melihat kereta kuda kerajaan membuat Rakyat memberi hormat dengan cara menundukkan kepala mereka.
Kereta berhenti 2 orang turun dari kereta itu,membuat semua rakyat di sana heboh ,Bisik bisik terdengar disana.
" heh bukan kah itu Putra mahkota?Apa rumor kedekatan mereka memang benar?" ujar salah satu orang disana.
" Bukankah dia menyukai pangeran ke 3 ?"
Rakyat di sana ada yg membela Sisca ada jg yg mencibir kedekatan mereka ,karna yang mereka tahu,Sisca tidak pantas bila bersanding dengan Putra Mahkota.
Kehebohan yg terjadi di area pasar membuat 2 orang yg ada di sana berjalan ke arah keramaian.
" Putra Mahkota?" terlihat 2 orangitu berjalan ke arah Sisca dan Azran yg baru turun dari kereta ,mendengar ada yg memanggil membuat mereka menatap ke arah nya.
__ADS_1
" Kakak" salah satunya memanggil dg antusias sedang mereka berdua sama sama menatap tak suka ke arah 2 orang itu.