
Sekarang kepala Alea benar benar ingin meledak, bagaimana tidak ,ia mengira bahwa sosok yang ia tolong kemarin adalah laki laki tapi lihat dalam semalam ia berubah menjadi Wanita.
Astaga Dewa... sebenarnya bukan itu yang Sisca pusingkan Namun mengenai Isi kepalanya sekarang.
Tentang Steve, Kaisar,Di tambah Wanita ini ,ck apa masalah selalu mengelilingi nya? Ahh rasanya Sisca merindukan dunia nya dulu.
Sudah hampir 2 hari Wanita di depan nya ini belum membuka matanya.sedangkan ia sekarang sedang memikirkan jalan keluar dari masalah Steve.
Jika Steve tidak memberikan Pil itu besar kemungkinan Dia akan segera melayang ke alam lain.
Tapi jika dia memberikan nya Pil itu maka akan terjadi bencana besar .
Saat ia di beritahu nama orang yang akan menjadi pemilik Pil itu,bukan hanya terkejut rasanya ia ingin pingsan.
Ia bisa saja memutuskan untuk tidak terlibat dalam hal ini,Namun Steve sudah seperti keluarga baginya.Lalu bagaimana?.
Menurut nya Apa yang ia pikirkan tentang Kaisar sudah bisa ia konfirmasi bahwa Kaisar itu,bukanlah orang baik.
Ia ingin hidup Abadi? Ckckck dasar Tamak.Tapi apa yang bisa ia lakukan sekarang?seharusnya pil sialan itu tak pernah dia buat!.
Saat sedang asik memikirkan jalan keluar dari masalahnya terdengar suara suara lenguhan dari arah ranjang menandakan orang itu telah sadar.
Saat menatap ke arah kasur ,Jantung Sisca ingin berhenti rasanya.
Deg...
Mereka saling bertatapan dalam diam.
__ADS_1
Sisca bukan hanya syok karna keadaan wanita itu sekarang,tapi wajah dan warna matanya sama persis dengan permaisuri Kekaisaran ini.tapi hanya versi mudanya.
Saat tadi ia memeriksa dan mengobati luka luka orang itu dan membersihkan racun di tubuhnya.Dia tidak terlalu memperhatikan wajahnya,fokusnya hanya pada apa yang ia lakukan tapi ini?ini...BENCANA?
" KAU!" Sisca memekik histeris, ia menahan nafasnya.
Masalah apa lagi ini?Ya dewa apa dia yang dikatakan saudara kembar Putra Mahkota itu.
Sekarang Sisca benar benar ingin mati saja .
Wanita itu mengernyitkan dahi nya,terlihat ia juga kaget.
Vivian mengira ia telah mati,karna di serang oleh suruhan Sang Kaisar Namun saat ia membuka mata ia berada di tempat asing dan saat ia mencoba bangun matanya tak sengaja bertatapan dengan orang di depan nya.
Apakah Ia juga salah satu dari pihak Kaisar? memikirkan hal itu ia segera ingin berdiri Namun rasa sakit membuat nya meringis,Seluruh badan nya seperti di tikam oleh ratusan lebah.
" Berhenti!" Sisca menaikan nada bicaranya.
Ia segera melangkah ke arah Wanita itu,dan memarahi nya.
" Apa kau itu robot hah!,kau pikir lukamu itu lelucon,sampai kau ingin bangun kau lihat luka di lengan mu sudah mengeluarkan darah lagi." Sisca memaksa wanita itu berbaring.
Namun belum sempat Sisca menyentuh wanita itu dia menepis tangan Sisca.
" Jangan sentuh aku!!" Nada suaranya dingin dan sarat akan permusuhan.
__ADS_1
' Ck apa apaan tatapan itu?bukan nya berterimakasih malah bersikap seperti orang tidak tau diri begini.!' Sisca memicing tajam ke arah Vivian.
" Kalau kau tidak diam juga Akan ku lempar kau ke kadang singa ,jadi diamlah biar aku membalutnya lagi sialan!" Sisca bukan tipikal orang sabar,dari dulu Ia selalu begini.
Ketika di dunia nya dulu Sisca akan memarahi dan mengumpati pasien nya yang tidak mau menuruti perintah nya.
Makanya kebanyakan dari pasien nya setelah sekali berhadapan dengan nya akan langsung diam,namun setelahnya ia akan segera pergi dan mencari dokter lain.
Bukan hanya itu seringkali Sisca menempeleng kepala orang yang ia anggap menyebalkan tak perduli kedudukan apa yang ia punya.
Jadi kebiasaan nya tak bisa di hilangkan begitu saja.
Wanita itu terdiam,Dia hanya menuruti apa yang Sisca katakan,tubuhnya juga tak bisa di gerakan jadilah dia tak berdaya .
" Apa kau yang menolongku?atau kau salah satu dari mereka?" ia bertanya masih dengan aura yang sama.
Ck yahh tampa kalian melakukan tes DNA Sisca percaya dengan hubungan orang ini dengan Putra Mahkota,lihatlah kelakuan wanita itu dan kemiripan mereka.benar benar sangat mirip.
Kaku dan tidak tau diri! Ck.
" Apa kau pikir aku ini sedang bercanda?, Diamlah kau akan tau nanti." Sisca sedikit mengeratkan genggaman tangannya di lengan wanita itu.
Membuatnya mengaduh kesakitan.
" Kalau kau berniat membunuhku maka lebih baik kau bunuh aku sialan,kau memegang lenganku terlalu keras.!"ia meringis.
'Lihatlah wajah kakunya dan sifatnya yang suka marah marah sama persis bukan?.kenapa mereka tidak bisa meniruku yang lemah lembut dan penyayang ini?.' ujar Sisca dalam hatinya
__ADS_1
Sisca coba kau ulangi apa yang kau katakan di otakmu itu???lembut dari sisi mana?.