
Sisca masih berada di dalam dimensi lain di alam bawah sadarnya. Ia mengikuti seorang lelaki tua yang memakai baju berwarna biru tua Ia terlihat begitu tampan dengan janggut putihnya menghias di sana.
Disana Ia tidak bisa melihat Apapun hanya warna putih yang lebih mendominasi dan Dia hanya berjalan mengikuti lelaki tua di depan nya karena suruhan sang Pedang Naga sembilan.Lelaki tadi berbalik menghadapnya dengan senyuman indah itu.
" Apa kau keturunanku?" Ujar lelaki itu memecah kesunyian di antara mereka.
" Aku...aku tidak tau." Ujar Sisca menunduk entah mengapa kewibawaan serta aura dari lelaki itu begitu terlihat. Seakan akan lelaki itu Adalah salah satu dari sosok dewa berwujud manusia.
" Ahhh bodohnya Aku Bagaimana aku bertanya kepada seseorang yang telah mengambil alih tubuh cucu buyutku benar?." lelaki itu menatap Sisca masih dengan tatapan teduh dan kewibawaan nya.
" Ka...ka..kau tau?" Sisca menjerit di dalam hati. Bagaimana dia bisa tau bahwa jiwa yang menempati tubuh ini bukanlah Nona SISCA AGARA HAN tapi dirinya Alea?
Ia sekarang gugup matanya mengedar kesana sini bagaimana jika..jika dia akan dilenyapkan karna dia telah merenggut tubuh ini?.
Melihat Sisca bertingkah ia hanya menggeleng.
" Jangan takut apa kau tau? Sisca merupakan dirimu dahulu, Kau adalah reinkarnasi dari nya? Lalu mengapa kau terlihat takut. Kau Adalah dia dan dia Adlah kau, kau paham?".
Sekarang Sisca yang terdiam. Dirinya yang dulu? Apa mungkin Dia adalah dirinya yang hidup jauh sebelum Alea Hidup di masa depan? Itu artinya Dirinya menempati tubuhnya sendiri hanya saja berbeda dimensi? Apa boleh ia menyimpulkan begitu?.
" Dengar Cucuku dimanapun Kau berada saat ini adalah karunia dan Anugerah dari sang dewa. Jangan lagi memikirkan hal yang lain. Sekarang yang terpenting Adalah Aku akan membantumu membuka segel yang mengikat kekuatan cahaya Anugrah dari Dewi di tubuhmu. Kau telah di takdirkan untuk menghentikan Peperangan besar antara iblis dan manusiA." .
" Aku mengerti kau masih kebingungan ,Namun Cucuku Dalam darahmu mengalir darah murni keturunan pembasmi iblis yang telah ada ribuan tahun lalu. Dan sekarang Hal itu akan menjadi tugasmu ."Lanjutnya.
Sedangkan Sisca sekarang entah ingin menangis ataukah tertawa. Kekuatan Cahaya? Ck dia pikir dia dikirim ke dunia ini untuk menemukan cinta sejatinya. Malah dia harus menjalankan tugas seberat itu .
Jangankan melawan iblis? Tadi saja melihat mereka bertarung tubuhnya lemas dan juga takut .Ia ingin sekali berkata tidak tapi...?
" Ulurkan tanganmu dan duduk bersila disana . " tunjuknya pada sebuah batu yang entah kapan ada disana.
" Tapi ...Aku..itu". Sisca sekarang benar-benar tidak ingin melawan monster seperti tadi.
" Apa kau takut Cucuku? Hmm...aku mengerti tidak hanya kau saat pertama kali kakek berhadapan dengan nya dahulu itu Kakek juga merasa takut. Namun apa kau tau kau yang diberikan oleh Sang Dewi cahaya Anugrah kekuatannya untuk melindungi umat manusia".
" Itulah alasan mengapa kau ada disini , Kekuatan yang kau miliki jauh melampaui pendahulumu , Jangan takut Cucuku Bukankah kau seorang Dokter? Apa kau tega melihat nyawa mereka melayang secara sia sia hanya karna keegoisan manusia itu sendiri?." lanjutnya.
Mendengar itu Sisca diam. Apa ia sanggup melihat mayat mayat lebih banyak dari yang ia saksikan tadi ? Tidak...dia tidak akan sanggup.
Ia menatap sang Kakek .
" Baiklah Kakek buyut Aku bersedia mengemban tugas ini. ". Ujarnya serius dengan mata menunjukan keyakinan.
Sang Kakek buyut tersenyum lembut ke arahnya.
" Semoga dewi ying memberkatimu Cucuku. Kemari kita harus mengejar waktu . " ia memapah Sisca menuju kearah sana.
Sedangkan di luar Steve sedang memanggil Nama Sisca yang sedari tadi tidak merespon. Cahaya itu masih mengelilingi tubuhnya membuat Steve ragu untuk memegang nya.
Namun ini sudah terlalu lama? Apa tidak apa apa? Akhhhh... Sekarang Steve frustasi Sisca masih di posisi Menggenggam pedang Naga sembilan itu di tangan nya .
__ADS_1
Ke tujuh orang Di depan Steve mengerjapkan mata.
Mereka tersadar sekarang. Terlihat raut kebingungan di wajah masing masing sampai suara auman memekakkan telinga menggema di langit malam.
" Pi...pintu neraka?." ujarnya kaget salah satu lelaki berwarna rambut biru menganga lebar menatap langit .
Terlihat ribuan mahluk keluar dari Arah sana seperti di muntahkan dari atas langit turun dengan kecepatan yang tidak biasa.
" Gawat itu Nodle, " Ujar salah satunya lagi.
" Apa...yang terjadi.?" lirih Debora di akhir kalimat.
" Aila bukankah mereka telah binasa? " Lirih Arthur ke arah Aila.
Sedangkan sang ketua hanya menatap ke arah langit malam penuh teriakan itu ia sedikit takut akan kemungkinan yang akan terjadi. Kekuatan Murni dari sang pewaris cahaya belum Mereka temukan.
Bagaimana mereka akan menghadapi situasi ini?
Mereka belum sadar akan cahaya di tubuh orang tak jauh dari mereka. cahaya biru bercampur dengan warna emas itu melebur menjadi satu dan....
Kilatan Cahaya itu membuat mereka yang ada disana terdiam menahan nafas. Kekuatan mengerikan apalagi ini? Kekuatan yang mereka rasakan bukan iblis ataupun Nodle jadi ini...?.
Mereka mengalihkan tatapan nya menuju ke arah Sisca yang sedari tadi berdiri menutup mata.
Sedang disampingnya Steve terdiam kaku. Kaisar dan juga Azran merasakan kekuatan itu juga mereka seketika berhenti bertarung. Menatap ke arah Kekuatan mengerikan itu berada.
Disana cahaya biru ke emasan itu terlihat begitu terang lama semakin lama terlihat semakin membutakan mata .
Mau tak mau mereka menutup mata mereka masing-masing.
__ADS_1
Boom......Suara itu terdengar seperti letupan energi.
Dari arah langit Terdengarlah Suara ledakan.mereka masih menutup mata mereka termasuk kedua iblis ayah dan anak itu. Yang berada tak jauh dari mereka. Mereka seakan merasakan kekuatan luar biasa itu hadir.
Mereka semua terdiam Sambil mengira ngira apa yang terjadi. ?Namun detik berikutnya mereka semua terdiam betapa terkejutnya mereka saat membuka matanya Menatap ke arah ledakan itu berasal yakni di langit malam para Nodle menghilang?.
Mereka sama sama saling memandang menatap Ke arah Sisca yang sekarang Telah membuka matanya .Pedang Naga sembilan terlihat kokoh di sana padahal setau mereka pedang itu seperti memiliki jiwa. Ia akan bergerak dan tak segan segan menghabisi siapa saja yang memegang dirinya.jika bukan keturunan dari Sang pembasmi iblis mungkinkah?.
Mereka semua memandang ke arah Sisca bahkan Kaisar sekarang terlihat tidak percaya dengan apa yang terjadi. Siapa wanita itu? Bukankah dia Nona pertama keluarga Hao? Bagaimana dia..jangan jangan!.
Berbagai Ekspresi wajah di tunjukan oleh mereka mengarah ke arah Sisca.
Bagaimana mungkin? Seandainya pun dia pewaris Pendekar pembasmi Iblis Namun mereka tidak mungkin akan sekuat itu.
Hingga hanya dengan sekali serangan. Ia mampu menghancurkan ribuan Pasukan Iblis neraka? Lalu apakah dia yang pernah di ramalkan itu? Sang pembawa kedamaian Pemilik sihir cahaya? .
Mengingat Hal itu Aila berjalan menuju ke arah Sisca.
Ia bisa melihat tanda suci itu Simbol bulan biru di dahinya serta mata tajam yang awalnya berwarna coklat ke abuan berubah menjadi warna emas .Tidak salah lagi.
Ia berlutut di tanah membuat yang lain sedikit memekik Histeris.
" HORMAT SAYA KEPADA SANG CAHAYA ANUGERAH DARI DEWI YING HAMBA MENGHADAP. ".
Mereka tidak tau harus bereaksi seperti apa sekarang otak mereka seakan berhenti bekerja.
__ADS_1