TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN

TABIB JENIUS DARI MASA DEPAN
BAB 40. LENYAP


__ADS_3

Seorang perempuan muda menggunakan baju pelayan sedang tergeletak di salah satu sel Istana.



Terlihat beberapa koyakan di baju Bagian belakang nya di sertai dengan luka lebam di beberapa tempat,di lihat dari keadaan Wanita itu seperti nya tak akan bertahan lama.


TAK...TAK..TAK


Beberapa orang masuk ke sana ,Dengan suara sepatu menggema di ruangan itu.gelap,kotor dan pengap melukiskan mengenai keadaan ruangan itu.



Bila di lihat dengan teliti ruangan itu,terdapat beberapa alat penyiksaan .seperti cambuk alat kejut dan beberapa alat penyiksaan lain.



Wanita itu sesekali mengerang sakit,begitu terlihat menyedihkan.


" Bangunkan dia."


suara seseorang membuat Wanita itu berusaha memposisikan dirinya .agar bisa menatap ke arah suara itu.



Dan betapa terkejut nya dia melihat siapa pemilik suara bass tadi.



"PUT...RA MA..MAHKOTA ANDA?!"suara ya tercekat,wajahnya pucat seketika.



yahhhhh laki laki tadi tidak lain adalah Azran dengan 3 orang pengawal yg menemaninya di sana.



"Lakukan!,"ucapnya dingin matanya menatap nyalang ke arah wanita itu,tampa terlihat sedikitpun rasa kasihan tercetak disana.



Dua orang maju memegang tangan wanita itu,sedang 1 lagi memegang cambuk.

__ADS_1



"Saya...saya mohon Ampuni saya Yang mulia,ampun....akkkhh." ia berteriak kesakitan di sekujur tubuhnya penuh dg lebam.



" Kau masih mau diam hah?," walaupun suara Azran kecil namun tersirat nada ancaman disana.



Wanita yg tak lain tak bukan adalah wanita yg bernama Gehna ia sudah 2 tahun bekerja di istana,namun baru kali ini ia melakukan hal seperti ini akibat terdesak ekonomi,blm lg kabar nya sang suami berniat menjual adiknya ke rumah bordil.



Ia terpaksa meracuni James karna suruhan orang itu,ia tak punya pilihan.tp nasi sudah menjadi bubur ia memang salah.



"Cukup!." putra mahkota mengkode dengan tangan nya ,kalau wanita itu mati tidak ada lg saksi atas kejahatan selir Agung dan Anaknya yg tidak tau diri itu.




" Ampun yang mulia,sa..saya tidak tidak tau yg mulia."ia menangis menahan sakit di sekujur tubuhnya,namun ia akan tahan karna jika ia tak mengaku maka semuanya akan tetap menjadi rahasia.



"Hum begitu kah?" putra mahkota menaikan sebelah alisnya .



" Bawa kemari " ia tersenyum mengejek ke arah pelayan itu, 'masih tidak mau mengaku ?baik jika dg cara kekerasan tak bisa mungkin dg cara licik ini bisa membuka mulutnya '.



Beberapa saat sekitar 3 orang masuk sambil di seret oleh prajurit tersebut,seorang wanita berusia 45 tahun,seorang anak berusia 12 tahun,dan 1 wanita sekitar 16 tahun berjala. beriringan menuju ke arah nya.



" Kemari!!" ia mengkode pengawal itu menyerahkan mereka ke arah nya.

__ADS_1


" GEHNA!!


" Kakak!!"


"ibu!!"


Mereka menjerit serempak,Betapa kaget nya mereka saat bertatap muka.,ternyata orang yg ingin bertemu dengan mereka tak lain adalah keluarga mereka sendiri.



Keadaan nya membuat mereka menangis seketika,Gehna kaget dg kedatangan ke 3 orang yg paling ia sayangi.



Ia tak tau ,air matanya mengalir begitu saja.



"Saya tau kau orang Baik Gehna katakan ,jika tidak kau bisa melihat ke tiga kepala mereka aku gantung di alun-alun kota besok? Kau setuju?,".



Azran menatap sengit ke arah Wanita bodoh di depan nya,sedang kan pikiran wanita itu tertuju pada 3 orang di depan nya itu yang masih sesegukan , Rindu? Sangat .



Sudah hampir 2 tahun tak bertemu,karna kesibukan Gehna di istana,menjadikan nya tak bisa pulang,ia malu memperlihatkan keadaan nya pada keluarga nya itu.



" Baik yang mulia saya bersedia tapi tolong pastikan keselamatan mereka,jika maut memang harus datang maka biar untuk hamba saja,"



Adnan tak merespon ia masih menatap selidik ke arah wanita itu ,yg sekarang menatap nya tak berdaya,ia berpikir sebentar kemudian mengangguk.


" Baik tapi..." ia menjeda ucapan nya


" Jika kau berbohong kau tau sendiri akibat nya."


" Baik yang mulia." Gehna sudah bertekad asal putra mahkota menjamin keluarganya maka ia sanggup bahkan jika di tukar dengan nyawanya.

__ADS_1


__ADS_2