Tahta Akhir Dunia - Kisah I

Tahta Akhir Dunia - Kisah I
Epilog


__ADS_3

...~ ◊ ~...


“Dan begitulah kisah panjang yang terjadi selama 6 tahun terakhir semenjak kepergianku bersama Lupus dan Arctos dari Hutan Rintihan Buana ini."


Tutup kisah dari Tigris yang telah menceritakan kisah petualanganya kepada empat Khan yang tengah duduk bersebelahan di belakang meja setengah lingkaran yang membelakangi sinar mentari yang kini tak nampak lagi dari ufuk timur. *(Episode 2)


Sebuah kisah panjang untuk tiga orang bocah yang pergi dari tanah buaian untuk menantang sang takdir yang menanti di hadapan. Kini mereka berpisah untuk memulai suratan takdir lain yang tak tahu bagaimana semua kisah ini akan berakhir.


“Tak kusangka kau akan mengalami semua hal besar itu, Nak,” tutur Khan Panthera: Shimha si Singa yang tak tahu harus bagaimana menanggapi kisah luar biasa yang dialami putri kesayangannya.


“Jadi begitu rupanya. Kalian bertiga berpisah untuk menunaikan tugas dan takdir kalian masing-masing yang amat sangat penting. Lupus pergi bersama Dirus untuk mengambil kembali Pusaka Suku Canis di Pulau Angker. Arctos bersama Bubalis dan Bovin pergi berlayar ke timur untuk menjemput sang Kaisar. Dan Kau (Tigris) datang kemari untuk menyampaikan kabar besar itu kepada kami.” Khan Artiodac: Boss si Banteng menuturkan kembali akhir kisah yang Tigris sampaikan.


“Banyak kisah yang terjadi yang telah kami lewati. Akhirnya kebenaran telah terungkap. Raja Angkara ternyata memang menistakan ramalan serta menciptakan semua kekacauan di seantero benua. Namun ramalannya sendiri telah sampai pada penghujung kisahnya dengan munculnya kembali sang Kaisar,” tambah Khan Ursidae: Ailur si Panda.


“Walau begitu kekacauan telah kembali lagi di benua ini dengan munculnya para Roh Jahat penista. Dan kini mereka beserta para pasukan Manusia sesatnya akan menginvasi tanah kuasa para Pasukan Perak di utara? Ini sungguh Akhir Dunia, dimana kekacauan terus muncul dimana-mana,” geram Khan Canis: Wolford si Serigala.


“Namun kita tak bisa hanya tinggal diam. Segala kekacauan tak bisa terus dibiarkan. Para Penguasa Dunia kini akan membantu kita melawan semua kenistaan di atas dunia. Tak ada alasan bagi kita untuk tak ikut melawan bersama mereka,” tegas si gadis Harimau: Panthera Tigris.


“Lalu bagaimana dengan ‘bisikan’ para Bayangan yang kau maksudkan sebelumnya?" tanya Khan Shimha pada Khan Wolford. *(Episode 2)


“Sepertinya Lupus dan Dirus berhasil sampai dan mendapatkan pusaka suku kami di Pulau Angker. Dengan pusaka itu akan dapat menguatkan kemampuan telepati seorang Canis yang menggunakannya. Kurasa dengan itu, para Bayangan yang ada di Pulau Angker dapat mengirim telepati ke hutan ini. Namun dari sini hanya terdengar seperti bisikan samar, karena tempat ini masih tertutup oleh Sihir Teleportasi,” jelas Khan Wolford.


“Kurasa para Penguasa Dunia akan membuka Sihir Teleportasi yang membelenggu hutan ini di saat yang tepat. Sebelum itu, kita harus sudah menyiapkan pasukan sebagaimana instruksi yang mereka sampaikan pada Tigris,” kata Khan Boss.


“Ya. Aku sudah menyampaikannya pada para Prajurit untuk segera menyiapkan diri lewat telepati,” sahut Khan Wolford.

__ADS_1


“Baiklah. Titah sang Kaisar dan juga Penguasa Dunia lainnya telah kami terima. Kumpulkan para pasukan untuk bersiaga menghadapi pertempuran yang tangah menanti di hadapan kita!” seru Khan Shimha si Singa disertai geraman dari sang Pemangsa.


...~ ◊ ~...


Di Pulau Angker.


Lupus dan Tuan Dirus tengah ada di Pantai Teluk Utara Pulau Angker bersama dengan para Canis lainnya.


“Pusaka telah kita dapatkan! Bentangkan layar dan angkat jangkar kapal! Kini saatnya kembali ke tanah buaian untuk membantu melawan para Roh Jahat dan pengikutnya yang sesat!


Para Kaum Wanara dari Suku Hominid juga akan keluar dari sarangnya untuk memerangi sang makhluk penista sebagaimana titah dari pemimpin mereka, Khan Hominid: Rewanda si Kera.”


Tuan Dirus si Serigala Mengerikan berseru dengan lantangnya kepada para Canis yang tengah ada di kapal mereka. Ia datang bersama para Canis lainnya dengan diikuti ribuan pasukan Kera yang akan segera mengobarkan perang yang membara.


Kapal-kapal besar diseret dari atas tebing-tebing yang curam, lantas di ceburkan kelautan. Armada pasukan Kaum Wanara telah siap berlayar menuju utara, menuju Hutan Rintihan Buana, kampung halaman asli para leluhur mereka.


...~ ◊ ~...


Arctos, Bovin, dan Nona Bubalis, beserta para Pasukan Perak lainnya tengah berada diatas salah satu kapal besar yang mengapung di dermaga Daratan Suci itu.


Bersama kapal-kapal lainnya, mereka bersiap berlayar kembali ke Benua Agung bersama dengan Armada Pasukan Kunarpa yang dipimpin oleh sang Pangeran Pertama.


Ribuan pasukan makhluk tak bernyawa, Pasukan Mayit nan Kunarpa yang kembali bangkit dari kematian mereka. Dimana jiwa mereka telah dimurnikan oleh Unsur Pelebur kekuatan Perak dan dihidupkan kembali dengan Unsur Pereka Cipta untuk memerangi kenistaan di atas angkaranya dunia.


...~ ◊ ~...

__ADS_1


Di Bentang Pesisir Selatan Pulau Songar.


Ketujuh Kesatria besama para Pasukan Perak tengah bersiap menghadapi pertempuran dari serangan para Roh Jahat dan para Manusia yang sesat.


Mereka telah mengetahui bahwa pasukan musuh mulai mendekat. Berawal dari ibu kota Kerajaan Angkara, para Roh Jahat kini terus melakukan invasi kekacauan hingga ke seluruh daratan utama. Mereka menyebarkan dosa dan nista pada semua Manusia yang dirancun pikirannnya. Kini invasi itu kian mendekat menuju arah timur laut untuk bersiap menyebrang lautan guna menyerang Pulau Songar dan para manusia yang bersembunyi dari kenistaan mereka.


Para Kesatria dan pasukannya membantu para Pasukan Perak untuk mempertahankan pulau ini dari serangan musuh yang mulai mendekat. Membangun benteng dan menyiapkan blokade di sepanjang garis pantai untuk menghalau laju serangan.


...~ ◊ ~...


Tiga Penguasa Dunia.


“Semua pasukan telah siap berperang. Baik dari Pasukan Perak dan para Kesatria yang bersamanya, Pasukan Wanara dari Suku Hominid, Pasukan Kunarpa para Mayit, bahkan Pasukan Bangsa Hayawan dari dalam hutan. Kini saatnya kita kobarkan Perang Akhir Zaman.”


“Aku sudah muak dengan semua kekacauan yang ada di benua itu. Tak tega melihat semua kenistaan dan kebengisan yang menghancurkan sesama makhluk dunia. Kini tiba saatnya sang Penguasa kembali menduduki tahtanya.”


“Ya. Semoga setelah ini aku tidak menghilang lagi seperti yang sebelumnya.”


...----------------...


...Terimakasih Sudah Membaca...!...


...- KISAH I -...


...SELESAI...

__ADS_1


...Nantikan Kisah Selanjutnya...!...


...----------------...


__ADS_2