Takdir Laura Dan Launa

Takdir Laura Dan Launa
Bab 13


__ADS_3

Setelah acara pemakaman ayah Gladis selesai dan sebagian pelayat pun sudah bubar, kini tinggal Gladis, Ayu, Rosid, dan Rendy.


Gladis dan Ayu duduk jongkok disamping pusara alm.Bayu,mereka masih belum berhenti menangisi kepergiannya.


"Ayah, maafkan Gladis, selama ini belum bisa bikin ayah bangga."


" Mas, cepat sekali kau meninggalkan aku mas, kau dulu berjanji kita akan bersama sampai menjadi nenek, kakek, dan uyut. Sekarang mana janji kau mas. "


Ayu meremas tanah pusara suaminya untuk meluapkan kesedihannya. Gladis tak ingin sedih berlarut dia harus bisa menjadi kekuatan bagi ibunya.


"Buk, ayok pulang, doakan ayah supaya tenang disana, ayah bakal sedih jika lihat ibu bersedih seperti ini. "


Ayu menyeka air matanya, " Iya, maafin ibu ya sayang, ibu tak sekuat orang-orang, ibu sungguh tak percaya ayahmu meninggalkan kita selamanya secepat ini. "


Gladis memeluk ibunya, " Tuhan lebih sayang ayah buk."


Akhirnya mereka kembali pulang ke rumah sederhananya dengan diantar oleh mobil pak Rendy sang bos.


Ayu mempersilahkan Rendy dan Rosid duduk dikursi teras, Gladis masuk ke dalam dan membuatkan minum mereka.


"Bu Ayu, maaf ini santunan dari perusahaan, " Ucap Rendy sambil menyerahkan sebuah amplop.


"Terimakasih pak Rendy, " Ujar Ayu menerima amplop itu.


Gladis keluar dan membawa tiga cangkir teh hangat.


"Silahkan diminum, " Ucap Ayu pada mereka.


Rosid dan Rendy meraih cangkir lalu meminum sedikit teh buatan Gladis.


"Maaf mbak Ayu, saya dapat amanah dari mas Bayu untuk menyerahkan surat ini kepada neng Gladis, " Ucap Rosid yang membuat semuanya kompak menoleh kepada pria itu.


Gladis memincingkan matanya, " Amanah apa om?


"Iya, tapi kenapa suami saya memberi amanah lewat anda ya?," Tanya Ayu heran.

__ADS_1


"Hem.., begini mbak dan neng gladis sebenarnya mas Bayu itu selalu cerita sama saya, kami berdua sangat dekat, akupun sudah menganggap mas Bayu sebagai saudara mbak.Dia merasa sangat bersalah dengan mbak Ayu dan neng Gladis karena sudah membohongi kalian tapi dia tak pernah cerita membohongi tentang apa, mas Bayu selalu sedih jika menceritakan tentang neng Gladis, maka dari itu dia menulis surat itu, katanya surat itu ber-isi kebenarannya, entah firasat atau apa mas Bayu menyuruhku menyerahkan surat itu pada neng Gladis jika dia terjadi sesuatu, dia tak berani berkata jujur pada neng Gladis, mas Bayu tak sanggup jika kelak nanti dibenci oleh neng Gladis, "jelas Rosid panjang lebar.


" Rahasia apa yang selama ini disembunyikan oleh mas Bayu, "gumam Ayu penasaran.


"Monggo ini suratnya neng Gladis, boleh dibuka jika memang ingin tahu isinya, " Ucap Rosid sambil menyerahkan amplop yang diduga isi surat dari sang ayah.


Gladis menerima surat itu dan menyimpannya terlebih dahulu kedalam saku gamis yang dikenakannya.


"Terimaksih om, saya buka nanti saja, " Ujar Gladis tersenyum tipis.


*****


Setelah kepergian kedua tamunya Gladis dan ibu Ayu duduk diruang tengah, mereka diam dengan pemikiran masing-masing. Sesekali Gladis mendengar ibunya masih terisak, lalu dia mendekati sang ibu.


"Buk, iklhas kan kepergian ayah, semoga ayah tenang di surganya, " Ucap Gladis sambil mengusap-usap punggung sang ibu yang masih terus menangisi kepergian suaminya.


Saat tak sengaja tangan Gladis masuk ke saku gamisnya guna mencari sapu tangan untuk menghapus air mata ibunya dia malah menemukan surat yang ayahnya berikan.


Dia sungguh lupa karena tadi mereka terlalu lama mengobrol dengan bos dan rekan kerja ayahnya.


"Ibu, kita baca surat dari ayah, " Ucap Gladis yang mendapatkan anggukan kepala oleh Ayu.


Dear Putri Ayah Tersayang.


Gladis Putri Ayu.


Jika kau baca surat ini, pasti ayah sudah tidak lagi bersama kalian.


Maafkan ayahmu yang penuh dengan kebohongan ini sayang, ayah tak sanggup kehilangan putri ayah yang ayah besarkan penuh cinta, ayah juga tak bisa melihat putri kecil ayah jika suatu ketika membenci perbuatan ayah.


Ayah akan jujur kepadamu putri kecil, jika kesalahan ayah ini sangat fatal. Maafkan ayah..


Ayah berharap Gladis kecilku tak akan pernah membenci ayah jika sudah tahu kebenarannya, ayah akan jujur, tapi ayah mohon maafkan ayah dan sampaikan maaf ayah pada ibu. Istri ayah yang sangat ayah cintai.


Gladis jika kamu sudah besar carilah ibu kandungmu sayang, ayah dan ibu bukan orang tuamu. Maafkan ayah menyembunyikan fakta ini dari kalian, karena ayah sangat takut kehilangan kalian.

__ADS_1


Dulu sewaktu ibu kamu melahirkan, ayah tak punya biaya untuk operasi cecar, sehingga saat itu ada ibu-ibu yang tak lain adalah ibu kandungmu juga ingin melakukan jadwal operasi.


Ibu kandungmu menginginkan bayi laki-laki, tapi sayang saat diUSG ibumu ternyata mengandung bayi perempuan. Dia tak ingin diceraikan oleh suami kaya nya, maka dari itu saat ayah kalut mencari biaya terlintas ide untuk menukarkan kalian.


Ibu kandungmu menyetujuinya dan dia juga melakukan operasi cesar hari itu juga dimana bareng dengan ibu Ayu.


Maafkan ayah sayang, sampaikan maaf ayah sama ibu Ayu, carilah ibu kandungmu sayang, ini ada selembar foto ibumu(Gladis mengamati foto seorang wanita cantik yang masih muda)



Ayah mengambilnya waktu foto itu jatuh dari dalam tas nya dan ayah simpan agar kelak kau mempunyai petunjuk untuk mencari orang tua kandungmu.


Nak jika kelak kau sudah menemukan orang tua kandungmu dan ayah sudah tiada, ayah mohon terus sayangi ibu Ayu, dan tolong bawa pulang kembali putra Kami yang bersama ibu kandungmu.


Maafkan ayah dan sampaikan maaf ayah pada ibumu Ayu, bahwa ayah sangat mencintai istri ayah yang cantik sedunia itu.


Salam cinta untuk kalian berdua.


Bayu sebastian.


Setelah membaca surat itu ibu Ayu menangis histeris, dia tak menyangka selama ini suami nya membohonginya. Putri yang dibesarkan penuh cinta bukan putri kandungnya.


"Jadi putraku, kemana putraku Gladis, kenapa ayahmu bohongin ibu, kenapa ayahmu menukarkan anak ibu? Kenapa?" ibu Ayu sedang kalut dengan kepergian suaminya yang mendadak, kini dia malah melihat kenyataan bahwa selama ini suaminya membohonginya.


"Ibu, hiks.., hiks..., ayah melakukan ini pasti ada alasannya ibu."


Gladis memeluk erat tubuh ibu Ayu. Ayu menangkup pipi Gladis dengan kedua telapak tangannya.


" Apa kau juga akan meningggalkan ibu, "ucap ibu Ayu sedih.


" Tidak ibu, bagi Gladis ibu Ayu adalah ibu Gladis, ibu kandung Gladis tak menginginkan aku bu,jika dia menginginkanku pasti tak akan mau menukar anaknya, bahkan jika dia punya hati rindu sama anaknya pasti sudah mencariku bu, tapi apa? sampai Gladis besar ibu kandung Gladis juga tidak mencariku,buat apa aku mencarinya, jadi hanya ibu lah ibu Gladis, "ucap Gladis sambil memegang tangan ibu Ayu.


" Jangan pernah tinggalin ibu sayang,hiks..."ucap Ayu dan langsung memeluk tubuh Gladis erat.


Gladis membalas pelukan ibu Ayu, dia tak ingin menyakiti ibu Ayu, karna baginya orangtuanya selama ini adalah ibu Ayu dan ayah Bayu yang telah membesarkannya penuh cinta.

__ADS_1


Karena lelah menangis ibu Ayu kini terlelap, Gladis senantiasa menunggu ibu sambungnya itu, dia tak ingin jika ibunya bangun terus sedih, sekarang jiwa ibu Ayu masih terguncang dengan apa yang dialaminya, menerima kepergian suami tercinta untuk selama-lamanya, menerima suaminya membohonginya selama ini, dan menerima fakta bahwa Gladis bukan putri kandungnya.


***


__ADS_2