Takdir Laura Dan Launa

Takdir Laura Dan Launa
Bab 8


__ADS_3

Tiga hari berlalu, hari ini giliran Launa yang menggantikan Laura menjaga sang mama. Tiga hari ke depan Laura lah yang akan masuk sekolah.


"Loun, jaga mama dengan baik ya, aku berangkat sekolah dulu, " Ucap Laura saat memasuki kamar mama nya dan berpamitan berangkat sekolah.


"Siap kak, tenang saja aku akan jaga mama dengan tanganku ini, " Jawab Launa tersenyum.


"Mah, Laura berangkat ya, " Pamit Laura sambil mencium punggung tangan Kirana.


Sampai dihalaman sekolah menuju kelas Laura sudah dinanti oleh kedua sahabatnya didepan pintu kelas.


"Haih may, lihat tuh... tuh...


" Apaan sih dis.


"Itu..


" Iya, memangnya kenapa?


"Ya ampun, dia Laura may, jutek gitu ,lihat mukanya kalau dia Launa dari jauh gitu pasti sudah antusias lihat kita.


" Laura juga sahabat kita loh dis.


"Lah, siapa juga yang bilang bukan sahabat kita.


Saat mereka berdua asyik berdebat, Laura berjalan melewatinya begitu saja, karena Laura sudah hafal dengan kedua sahabatnya dimana pun mereka berada pasti selalu berdebat.


" Laura, ya Tuhan Laura..., lo gak lihat kita berdua segede gajah gini, sapa kek, sahabat lo nih, gak kangen apa ma kita?


"Enak ajak lo dis, segeda gajah, ogah gue mah, gue kan cuman segede kingkong.


" Lah may, sama aja gede.


"Beda lah dis.


" Terserah lo lah may.


"Tuh, kalian lihat kan, bagaimana gue bisa sapa kalian kalau setiap gue datang kalian itu selalu bertengkar, gak bosen apa?


" Maaf ra, kita bukan bertengkar tapi beda pendapat, hehee...


"Iya may gue ma Gladis kan cuman suka beda asumsi tentang lo saja.


Seketika mulut Maya dibekap oleh tangan Gladis, "lo tu may, ember sekali." Bisik Gladis pelan.


"Empp.., empptt....


" Tentang gue..,? Bodo amat...


"Huh..., syukur macannya gak ngamuk, " Ceplos Gladis sambil mengurut dadanya, tapi mendapat tatapan maut dari Laura.


"Hehehe...,ampun ra, keceplosan.


Maya yang seketika lepas dari bungkaman tangan Gladis dia langsung menghirup udara dengan cepat.


"Hefff..., huuuhhh...., gila lo dis, mau ngebunuh gue ya lo, " Marah Maya.


"Maaf may, gak sengaja...," Mohon Gladis sambil mengangkat jari tangannya dibentuk huruf V.


*****


Seperti biasa saat bel istirahat,Laura akan lebih suka menyendiri dibawah pohon halaman sekolah sambil melihat keseruan teman-temannya bermain.


Laura lebih suka ketenangan,jika nanti kedua sahabatnya datang dari kantin pasti mereka akan berdebat, dan mengganggu ketenangan Laura.


"Nih ra, minum dulu, " Maya memberi botol minuman dingin ke Laura sambil duduk disebelah batu bata yang diduduki Laura.


"Makasih ya may.


"Heemm...


" Gladis mana?


"Masih ditoilet, oh ya ra, nyokap lo sakit apa sih, boleh gak gue jenguk.


" Gak usah may, nyokap sudah baikan kok.


"Gak apa lah ra, kan kita sahabatan sudah lama masak gak boleh jenguk nyokap lo.


" Maaf may, gak usah ya.


"Ya sudah lah kalau gak boleh.

__ADS_1


" Hai.., sapa Gladis yang langsung duduk ditengah tengah mereka.


"Kok pada diem dieman sih, ada apa?


"May, ra.., " Panggil Gladis sambil memperhatikan wajah kedua sahabatnya bergantian.


"Muka yang satu ditekuk yang satunya masih seperti biasa datar datar saja, pada kenapa sih? , gue kan jadi gak bisa usil ini. " Gerutu Gladis sambil melipat tangannya didada.


"Lo diem, tambah cantik, " Ucap Maya.


"Lo gak usil, tambah manis, " Ujar Laura.


"Wiihhh..! kalian berdua, sehat kan, " Ucap Gladis sambil menempelkan telapak tangannya di kening Maya dan pindah ke kening Laura.


"APAAN SIH DIS, " Teriak mereka bersamaan.


"Gue masih sehat, " Ucap Laura.


"Gue juga, " Sambung Maya.


"Huuh..., Gladis hanya bisa menghela nafasnya pelan, seperti nya sahabatnya lagi mode ngambek.


*****


Pulang sekolah.


" Laura tunggu, "Gladis berlari mengejar Laura yang berjalan cepat menuju gerbang sekolah.


" Nih ra, gue punya handphone jadul, kata Launa handphone lo hilang.


"Hem.., makasih ya dis,


" Iya itu punya ponakan, dia sudah beli lagi yang android jadi daripada gak kepake gue minta aja.


"Oke, thank ya..


" Iya ra, disitu sudah ada nomer gue ma Maya, jadi kalau ada apa apa lo bisa hubungi gue.


"Iya, yuk pulang, " Ajak Laura sambil melingkarkan tangannya dipundak Gladis.


"Tumben lo gak nebeng Maya dis?


" Hari ini Maya ada acara, jadi dia buru buru deh, kita naik angkot saja yuk.


" Loh kenapa ra, gue bayarin kok ongkosnya.


"Gak, makasih dis, gue terbiasa jalan kaki.


" Oh ya sudah kalau gitu, gue duluan ya ra.


"Oke, bye


Gladis menaiki angkot yang sudah berhenti didepannya itu, dan Laura melanjutkan berjalan kaki pulang ke rumah.


****


Hari ini Laura telat masuk sekolah karena tadi pagi harus mengantar Launa dan mama nya ke rumah sakit untuk kontrol dulu.


" Kok Laura belom datang ya dis, bukannya hari ini yang masuk sekolah masih jatah Laura ya.


"Iya, gak tau juga sih, telat mungkin dia.


" Eh dis, kenapa sih laura gak bolehin kita main kerumahnya, kira kira ada apa ya?


"Mana gue tau..


" Hari ini kan hari sabtu dis, kita pulang pagi, gimana kalau kita ikutin Laura diem-diem.


"Lah bagus juga ide lo may, Laura kan suka jalan kaki, ayo kita ikutin sampai di rumahnya, gue juga penasaran, apa yang disembunyikan sama si mulut pedas itu.


" Oke, kita deal ya. Nanti sopir gue biar jemput agak siang saja, biar rencana kita lancar.


"Oke..


" Dubrak...,Huh huh huh.., untung gak telat, gurunya belom masuk.


Laura berlari dengan kencang langsung memasuki kelas dan duduk dibangku begitu saja sampai tas nya kebanting dan menimbulkan suara yang membuat kedua sahabatnya terlonjak kaget.


"Ya Tuhan ra, apa lo lagi dikejar macan.


" Lo dis, kasihan tu Laura sampai ngos ngosan gitu, kasih dulu air cabe.

__ADS_1


"Temen laknat kalian tu.., kasih minum kek.


" Hehehe.. Nih minum dulu, lagian jangan telat ra, biar gak dikejar waktu.


"Iya ra, darimana sih lo, ampe telat masuk.


" Gue dari anter nyokap dulu.


"Kemana?


" Rumah sakit, nyokap kontrol.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Sesusai rencana pulang sekolah ini Gladis dan Maya diam-diam membuntuti Laura sampai rumah.


"Lo udah bilang sopir, jemput terlambat kan may.


"Sudah beres itu mah.


" Bagus, ayo may nanti kita kehilangan jejak Laura.


Mereka berdua mengendap-endap sembunyi dari pohon satu ke pohon satunya lagi supaya tidak ketahuan, dan pada saat di gang jalan sepi Laura berhenti sejenak, menoleh kebelakang matanya mecari disekeliling tapi tidak menemukan siapa siapa.


"Kok gue ngerasa ada yang ngikutin ya, apa cuman perasaan gue aja, " Gumam Laura dan lanjut berjalan.


"Aww dis, kok main tarik saja.


" Lo buta apa may, tadi hampir saja ketahuan.


Saat Laura berhenti dan menengok ke belakang seketika itu Gladis langsung menarik tangan Maya untuk bersembunyi dibalik dinding rumah warga.


"Huh.., untung saja, yuk may,Laura udah jalan lagi tu, " Gladis mencoba meraih tangan Maya tapi hanya angin yang di genggamnya, saat menoleh dibelakang ternyata Maya sudah tidak ada dibelakangnya.


"Lah, kemana tu anak, may... Maya..,


Gladis mencari Maya ke belakang rumah itu,


" Ya Tuhan may.., ngapain lo..


"Tadi gue lihat anak kucing dis, nih lucu kan, " Ucap Maya sambil mengendong anak kucing.


"Kita itu lagi tugas may, bukannya cari kucing, lepas tu anak kucing nanti dicari induknya.


" Iya dis. Bye bye anak kucing imut, sampai ketemu lagi ya..


"Cepetan may nanti kita kehilangan Laura.


" Iya dis sabar, gue kan lagi pamit sama temen baru gue.


Gladis memutar bola matanya malas melihat tingkah sahabatnya satu ini, baginya semua sahabatnya tidak ada yang genap.


Gladis dan Maya terus berjalan dijalan setapak yang diduga nya Laura juga lewat dijalan itu karena hanya jalan ini yang ada.


"Kita jadi kehilangan Laura kan may, gara-gara lo nih, coba gak pakai acara lihat anak kucing tadi.


" Udah lah dis, anak kucing tadi lucu loh, jangan disalahin napa, kita ikutin jalan ini saja lah pasti ketemu juga sama Laura.


Saat melihat Laura masuk kesalah satu rumah paling terpencil dari warga, karena hanya rumah itu yang paling belakang, jarak dengan rumah warga juga sangat jauh, gladis seketika berhenti mendadak dan Maya yang jalan dibelakang gladis dia langsung menabrak tubuh gladis.


"Baak..., aduh Gladis kalau nge rem tu bilang dong.


" Husssttt...., lihat tu may.. Laura..


"OMG....! sahabat gue...

__ADS_1


*****


__ADS_2