
Manusia bisa saja melawan takdir tapi tidak dengan diriku..
Dengan berdoa kepada Tuhan dan berusaha untuk bisa mengubah takdir itu sebenarnya bisa jika bersungguh-sungguh tapi tidak denganku...
Aku tak mampu sekuat aku berdoa seberapa aku berusaha aku tetap terbelenggu olehnya...
Beginilah takdirku akan aku jalani..
*****
Didepan rumah sakit ini Laura berlari masuk dan mencari dokter atau suster yang berjaga,dia berteriak teriak untuk memanggil dokter agar segera memberi pertolongan pada mamahnya.
"Tolong dok dokter, tolong ibu saya, suster tolong ibu saya..
Laura mendatangi suster yang berjaga didepan sebagai resepsionis itu,
" Mbak tolong tenang ..! nanti menganggu pasien lain..
"Sus tolong mamah saya..
" Iya mbak, tenang dulu mbak bisa isi formulir pendaftarannya dulu..
"Gak keburu Sus, tolong mamah saya, mamah saya pingsan..
" Iya mbak tenang,mbak isi formulirnya dulu karena ini peraturan rumah sakit..
"Suster mamah saya itu sakit, pingsan Sus, kenapa harus dipersulit sih, tolongin dulu mamh saya bukannya formulir formulir mulu..
" Tapi memang ini sudah menjadi keputusan peraturan rumah sakit mbak..
"Kalau mamah saya terjadi apa apa bagaimana, cepat kau tolong mamah saya...
Laura marah marah dirumah sakit itu, dia sungguh menghawatirkan keadaan sang mamah.
" Kak, mamah ..
Seketika Laura memutar badan saat Launa memanggilnya,dia melihat Launa yang berlari di samping brankar sang mamah yang didorong beberapa suster untuk menuju ruangan UGD.
"Mama...
" Eh mbak isi dulu formulir nya..
Laura mengisi formulir terburu buru,setelah itu dia berlari mencari ruang UGD.
"Loun..
" Kak..
Launa berhampur kepelukan sang kakak sambil terisak, Laura yang berusaha keras untuk menunjukkan kepada saudari kembarnya agar terlihat kuat kini tak mampu lagi,air bening itu akhirnya lolos juga dari kelopak matanya yang indah itu.
"mamah pasti baik baik saja..
" Aku takut kak..
"Ada kakak disini loun..
__ADS_1
Ada sebuah tangan ringkih menyentuh bahu Laura, "Maaf dik menganggu, kalian yang sabar ya pasti mamah kalian akan segera sembuh, karena memiliki anak anak yang cantik cantik dan baik baik pasti mama kalian bakal kuat melawan penyakitnya, terus doakan mama kalian ya..
Laura melerai pelukan bersama Launa,dia sampai melupakan bapak tukang becak yang baik hati itu yang telah mau mengantarkan mamahnya dengan gratis sampai kerumah sakit ini.
"Makasih banyak ya pak semoga kebaikan bapak dibalas oleh Tuhan..
" Aminn.., ini sedikit rejeki untuk adik..
"Tidak usah pak, bapak sudah mau menolong saya saja lebih dari cukup..
" Iya pak, terimakasih banyak pak kalau tidak ada bapak entah apa yang akan terjadi dengan mamah kami, "Launa ikut berbicara bentuk rasa terimakasihnya kepada bapak tukang becak itu.
"Tidak apa apa dik,saya iklhas dan tadi bapak juga dapat rejeki lebih tolong diterima ya..
Laura terpaksa menerima lembaran uang dua ratus ribu yang dikasih bapak tukang becak itu.
" Sekali lagi terimakasih banyak pak..
"Sama sama dek, ya sudah bapak permisi pulang dulu ya, semoga mama kalian cepat sembuh..
" Aminnn...,Terima kasih banyak sekali lagi pak
"Heemm.., " Bapak tukang becak itu tersenyum dan berbalik badan meninggalkan dua gadis yang sedang bersedih itu.
Setelah kepergian sang bapak tukang becak pintu ruang UGD itu terbuka dan munculah pria baruhbaya berseragam putih itu.
" Keluarga ibu Kirana...
"Iya dok kami putrinya..
"Ibu kalian mengidap penyakit tumor/kanker otak, dan kanker itu sudah begitu parah,apa selama ini tak pernah konsul ke dokter?
Keduanya kompak menggelengkan kepala atas pertanyaan dokter tadi dan dokter parubaya di bajunya yang mempunyai name tag dokter Imam itu menghela nafas kasar.
"Penyakitnya sudah sangat parah, harus segera dioperasi pengangkatan tumor supaya tidak semakin berkembang..
"Operasi dok dan kangker sudah parah,"tanya Launa yang syok , langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya bahkan airmatanya tak mampu untuk tidak keluar, air bening itu terus mengalir membasahi pipinya yang gembul itu.
Laura yang berusaha tegar pun sebenarnya ingin meluapkan kesedihan tapi dia harus kuat karna dia terlahir sebagai kakak takdirnya dia harus kuat dalam segala hal.
"Biaya operasi berapa dok..
" Biayanya sekitar empat ratus juta..
"Apa..? Empat ratus juta..
Seketika tubuh Laura luruh ke lantai dengan lutut yang menyangga tubuhnya agar tak tumbang.
Launa yang melihat kakaknya begitu terpukul setelah mendengar biaya operasi sang mamah kini dia ikut berjongkok bersama sang kakak.
" Kak..,
"Hem.., gak papa loun, kakak akan cari uangnya sekarang..
" Tapi kak,darimana kakak bisa dapatkan uang sebanyak itu..
__ADS_1
Laura berdiri yang diikuti Launa, tanpa menjawab pertanyaan Launa , Laura malah berbicara kepada sang dokter.
"Dok saya akan ushakan cari uangnya malam ini juga, tolong selamatkan mamah saya berikan yang terbaik buat mamah saya dok..
" Baik,kami akan berusaha yang terbaik buat pasien,silahkan nanti tanda tangani berkasnya supaya kita bisa segera bertindak dan segera lunasi biayanya karna lebih cepat lebih bagus..
"Baik dok..
Setelah dirasa cukup disitu pembicaraan mereka dokter imam pergi meninggalkan sikembar.
" Kak.., mau cari uang dimana.? uang segitu tidak sedikit bahkan sangat banyak,mana ada yang mau pinjamkan..
"Kamu tenang loun,kakak punya teman kaya kok,kakak akan mencoba pinjam dengannya..
" Tapi kak bagaimana nanti kita membayarnyamembayarnya?
"Sudah jangan pikirkan itu,yang harus kita pikirkan kesembuhan mamah..
" Tapi kak..
"Sudahlah,kakak harus pergi dulu menemui teman kakak itu..
" Kakak.., Launa terisak kembali dipelukan Laura, hiks..hiks.. Kakak bolehkah Launa ikut...
"Jangan loun,kamu jaga mamah dengan baik disini..
" Launa ingin ikut kak..
"Kakak mohon loun, jika kamu ikut siapa yang jaga mama..
" Baiklah.., "Launa melerai pelukannya dan menghapus airmatanya.
" Kakak, hati hati...
Laura mengangguk, "jaga mama dengan baik, telpon aku jika terjadi sesuatu loun..
" Heeemmm...
Setelah kepergian sang kakak Launa duduk dikursi tunggu masih dengan airmata yang tak mau berhenti barjatuh..
Sekian menit Launa duduk kini dia berjalan menuju pintu ruang UGD, Launa hanya bisa melihat sang ibu yang terbaring lemah dari luar kaca pintu tersebut..
Masih dengan uraian air mata Launa terus berbicara sendiri.
"Mah..., mamah cepat sembuh ya..
" Mah ,kak Laura sedang mencari pinjaman uang buat operasi mamah..
"Mah, doakan kak Laura ya, supaya segera dapatkan uang yang tak sedikit itu..
" Mah..., bangun mah.., Launa tak ingin melihat mama tak berdaya seperti itu, hiks.., hiks..., hiks.., mama bangun mah...
Launa jatuh pingsan sehingga dia diamankan oleh beberapa suster yang melihatnya jatuh dilantai.
****
__ADS_1