Takdir Laura Dan Launa

Takdir Laura Dan Launa
Bab 21


__ADS_3

Bab 21


Sudah tiga hari berlalu setelah kepergian Kirana, , Launa yang selalu ceria kini menjadi gadis pemurung. Bahkan Launa sering sekali pergi ke pemakaman mamanya terkadang tidur disana, membuat Laura saudari kembarnya panik mencari nya. 


Hari ini Laura benar-benar tidak bisa menemukan Launa, di pemakaman tidak ada, di kolong jembatan tidak ada, Laura merasa putus asa tidak bisa menghibur Launa yang sangat terpukul atas kehilangan mamanya. 


" Loun, kamu dimana? Aku minta maaf tidak bisa menjagamu! "


Laura berlari di jalanan hanya untuk mencari saudaranya, berharap saudaranya baik-baik saja. 


" Apa jangan-jangan, lebih baik aku kesana saja. "


Laura bergumam sendiri sambil terus berpikir, dia berjalan ke arah dimana dia yakin pasti disitu akan ada Launa. 


Setelah sampai ditempat itu, Laura langsung menuju ke arah dimana tempat mereka sering bermain bersama. 


" Terimakasih Tuhan, akhirnya aku menemukannya. " Laura berjalan menghampiri Launa yang meringkuk memeluk lutut di kursi taman. 


" Loun, ternyata kamu disini, aku cariin loh, jangan bikin khawatir lagi ya. " 


Launa tidak mengubris kedatangan saudaranya, dia masih setia dengan memeluk lutut nya. Sepertinya lututnya sangat berarti untuknya. 


" Loun, kemarin kan aku sudah bilang jika ingin ke taman nanti aku temenin jangan sendirian lagi ya, ngomong sama aku. "


Laura meraih tubuh Launa untuk di peluknya, Launa semakin terisak menangis dipelukan saudarinya. 


" Loun, sudah jangan sedih dan menangis lagi, mama pasti tidak suka melihat kita bersedih, mama pernah bilang jika suatu saat mama tak bisa bersama lagi dengan kita, kita harus tetap kuat dan bahagia. Kita gak boleh sedih berlarut. "


" Kakak, gak tau bagaimana perasaanku kehilangan mama, hanya mama kak yang selama menyayangi kita, membesarkan kita tanpa seorang ayah. Dari kecil aku belum pernah merasakan kasih sayang seorang ayah karena sedari kita lahir ayah sudah meninggalkan kita, tinggal mama hanya mama kak, tanpa mama aku gak sanggup jalani hidup ini, gak sanggup kak! "


Launa melerai pelukan Laura dan kembali menangis sambil memeluk lutut. Laura hanya memandangi kembaranny dengan perasaan sedih. 


Seketika itu Laura ingat dengan kata-kata mamanya. 


" Laura, carilah papa kamu, papa kamu masih hidup, carilah dia diperusahaan Louis Vuitton. Bawalah foto ini untuk bukti bahwa kau adalah putrinya. "


" Laura, kalian pasti akan membutuhkan papa mu, jika mama tak bisa selamanya bersama kalian, carilah papamu kalian berhak mendapatkan gak kalian  disana. "

__ADS_1


" Laura,kisah mama dan papa kamu baik-baik saja, papa adalah pria yang perhatian, dia sangat mencintai mama, tiga tahun menanti kehadiran kalian, papa sangat menyayangi kalian tapi hanya saja nenek kalian menginginkan cucu laki-laki jadi ayah kamu membawa seorang wanita hamil bayi laki-laki, nenek kamu sangat bahagia. Jadi ibu memilih pergi dari rumah itu, karena ibu tak ingin kalian tumbuh dilingkungan yang membencinya kalian. Jangan benci papa mu ya, dia pasti menunggu kedatanganmu sayang. "


Laura mengepalkan tangannya ketika mengingat semua kata-kata mamanya. Dia malam itu ingin protes tapi karena melihat keadaan mama nya yang lemah dia urungkan. 


Laura berlari meninggalkan taman, meningalkan Launa yang bersedih seorang diri. Laura berlari entah tujuannya hingga dia berhenti di sebuah jembatan sungai yang mengalir deras. 


Suasana sore hari yang sejuk dan matahari yang menampilkan keindahan saat terbenam yang biasa orang menyebutnya sunset. Itu tidak membuat hati Laura merasa bahagia. 


Diatas jembatan itu dengan perasaan kacau dan pikiran tak karuan, Laura menjerit dengan suara keras berharap masalahnya lebih berkurang. 


" Aaaahhhh… . Tuhan bolehkah aku mengeluh, aku lelah dengan semua ini, aku tak sanggup untuk menjalani kehidupan seperti ini… !"


" Aaaaa… mama kenapa mama pergi ,kenapa? Aku tak setegar itu ma, aku juga tak sekuat itu! "


" Ini semua gara-gara laki-laki yang tak bertanggung-jawab, buat apa aku menyebutnya papa jika dia membiarkan istri serta anaknya bertahan hidup penuh penderitaan, gara-gara dia mama pergi, gara-gara dia juga Launa sedih, aku pastikan bertemu dengan mu dan membuatmu membayar semuanya. "


" Haha, aku tidak percaya apa yang dikatakan mama, jika kau menyayangi ku, jika iya tidak mungkin sampai aku sebesar ini kau tidak mencariku sama sekali, pasti kau selingkuh sehingga mama pergi dari kehidupanmu, haha.. Larry Vuitton, aku pastikan kau akan membayar mahal semua ini. "


Laura benar-benar benci dengan sosok ayahnya. Dia masih berdiri di pinggir jembatan sambil melihat derasnya air sungai mengalir. 


Sreettt… 


" Kau mau bunuh diri? "


Seorang ibu-ibu tiba-tiba menarik tangan Laura hingga tersungkur dijalan bersamaan. 


" Aduh! bokongku! " Ibu itu mengernyit kesakitan. Laura membantu ibu paruh baya ini berdiri. 


" Ibu gak apa-apa kan? "


" Sontoloyo, ini sakit pengangku. "


" Maaf ya buk, " Laura menunduk. 


" Terus ngapain kamu disini sendirian, mau bunuh diri."


"Eh? Bukan buk, tidak, aku sedang melihat sungai ini indah sekali. "

__ADS_1


Ibu itu mengernyitkan dahi, dia melihat air deras sungai lalu menjitak kepala Laura pelan. 


" Mau bohongi orang tua ya? Kamu itu perempuan jangan disini sendirian nanti kalau setan lewat kamu didorong terus kejebur ke sungai. "


Laura menggaruk kepala nya yang tidak gatal," Gak gitu kok buk, aku hanya… 


" Sudah-sudah, ibu tahu kau lagi banyak masalah kan, duduk sini. "


Laura menurut dia duduk disebelah ibu itu. 


" Nama kamu siapa? "


" Laura bu. "


" Kamu cantik, ibu dan ayah kamu dimana? "


" Mama! " Laura terdiam sejenak mengingat mamanya. 


" Mama pergi tiga hari lalu, sedangkan papa dari kecil aku tidak tahu papa aku siapa. "


Ibu itu hanya menganggukan kepalanya. " Setiap manusia akan diberi ujian, cobaan itu diberikan karena Allah yakin jika yang diberi sanggup melewatinya. Jadi jangan pernah putus asa, kebahagiaan pasti akan ada. Ibu juga mempunyai kisah yang sangat pilu. "


Laura menoleh ke arah ibu itu dan berharap bisa mendengarkan ceritanya. 


" Dulu ibu ditinggal suami selingkuh dengan wanita lain, ibu mengugat cerai suami ibu karena waktu itu ibu baru seminggu habis melahirkan putriku yang bernama Anissa, setelah perceraian itu ibu tidak tahu kabar suami dan selingkuhannya. Setelah putriku ber-usia delapan belas tahun dia mengidap penyakit kanker hati yang membuatnya harus meninggalkan ibu sendirian di dunia ini. Ibu tahu perasaan kamu karena ibu juga pernah kehilangan orang yang ibu cintai, jangan pernah putus asa, tetaplah bangkit karena Allah tidak akan menguji hambanya sesuai batasnya. "


Ibu itu menepuk pundak Laura lembut. " Pulanglah, hari sudah gelap. "


" Terimakasih buk. " Ucap Laura dengan senyum. 


Ibu itu pun juga tersenyum lalu beranjak berdiri dan berjalan menjauhi Laura. 


" Ibu, boleh tahu nama ibu siapa? " 


" Panggil saja ibu Fatimah. "


Laura mengangguk dan tersenyum lalu dia juga berjalan beda arah dengan ibu tadi. Laura ingin kembali ke taman menyusul Launa yang ditinggalkan sendiri. 

__ADS_1


****


__ADS_2