
Diloby rumah sakit ini Laura menghubungi seseorang,
"Kak aku butuh bantuanmu, bisa kita ketemu"
Pesan singkat yang dikirim Laura telah terbaca oleh nomer penerimanya.
Tring
Tring
Tring
Dengan berjalan tergesa gesa Laura mengambil benda pipih yang ada disakunya, saat membaca layar HP yang dimana tertulis nama kak Reni sedang memanggil itu, tanpa pikir panjang Laura langsung menggeser tombol warna hijau itu.
"Halo kak..
" Laura ada apa? ini sudah tengah malam loh..
"Kak kita ketemuan di taman waktu itu ya..
" Ada hal apa Laura?..
"Penting kak, Laura mohon...
" Baiklah.,pekerjaan kakak juga sudah selesai,kakak langsung ke taman..
"Terimakasih kak...
" Hemm...
Tut tut tut...
Panggilan telpon terputus ,Laura bergegas berlari secepat mungkin supaya dia segera sampai taman untuk menemui wanita yang dia panggil kak Reni itu.
Pertemuan singkat yang membuat keduanya menjadi akrab.
Saat waktu pulang sekolah dan Laura membantu sang mamah berjualan kue ,dia menjajakan kue nya disekitar taman,lalu dia tak sengaja melihat seorang wanita yang sedang duduk sendirian dikursi taman sambil menangis.
Laura menghampirinya, "Hai kakak...! Apa Mau kue?
Wanita itu mendongak setelah mendengar suara Laura.
Laura tersenyum dan menawarkan kembali jajanan kue nya, " Mau kue kak, silahkan dicicip dulu kak,nanti kalau cocok dilidah kakak ,bisa diborong kok..
Wanita itupun membalas dengan senyum juga setelah menghapus airmatanya, setelah itu dia mengambil satu kue dan menyuapnya.
"Hemm..., enak.
" Iya jelas Kak,kue bikinan mamahku itu paling top, enaknya nomer satu..
" Oh gitu ya..
" He em.., ayo nambah lagi kak..
Wanita itu sedikit heran melihat gadis remaja yang masih memakai baju seragam SMA itu ,seusia dia bukannya bermain dengan teman temannya tapi malah jam segini masih sibuk berjualan.
" Kau masih SMA..
" Iya kak..
" Kok jam segini malah jualan,bukannya pulang belajar..
" Bantu mamah kak, "sorot mata Laura mengisyaratkan bahwa dia begitu sedih.
" Oh iya kenapa kakak tadi menangis..
"Kakak hanya sedih..
__ADS_1
"Sedih..?
"Hemm.., namamu siapa?
"Laura Pramesti kak..
"Nama yang cantik, secantik orangnya..
"Kakak juga cantik..
"Panggil saja aku ,kak Reni..
" Hemm, baiklah kak Reni,kalau boleh Laura tau apa ada sesuatu hal yang bikin kak Reni bersedih..
" Kakak hanya sedih dengan pekerjaan kakak..
" Memang kenapa dengan pekerjaan kakak..
" Pekerjaan haram yang membuat kakak terpaksa melakukannya..
Karna tak mau larut dalam cerita pekerjaannya ,yang menurut Reni tak baik didengar Laura,akhirnya Reni pamit untuk pergi.
"Ini uang buat bayar kue yang kakak makan ya , sama ini kartu nama kakak ,jika kamu butuh bantuan bisa hubungi kakak,cepatlah pulang hari sudah semakin gelap..
" Terimakasih kak...
" Kakak pergi dulu ya, kamu belajarlah yang rajin agar kelak kehidupanmu lebih baik..
Laura hanya mengangguk dan melambaikan tangan saat melihat punggung kak Reni yang semakin jauh semakin hilang ditelan kegelapan malam.
Dari pertemuan itulah Laura lebih nyaman menceritakan semua keluh kesah kepada Reni, dia bahkan menganggap Reni sudah seperti kakak kandungnya yang dapat dipercaya.
"Kak...
" Laura ada apa tengah malam begini kamu mau ketemu kakak..
" Buat apa Laura uang sebanyak itu, apa kau kena tipu..?
"Gak kak bukan begitu.., aku..., aku.., hiks.., hiks..., hiks...
"Duduk dulu ra ,kamu cerita pelan pelan sama kakak..
Reni memeluk dan menepuk nepuk punggung Laura yang bergetar karna menangis itu guna untuk menenangkannya.
" Menangislah ra,luapkan semua beban dihatimu..
Setelah dirasa Laura sudah sedikit tenang kini dia berani menceritakan semua beban yang ada di pundaknya.
"Kak ,mamah sakit tumor otak,dia harus segera dioperasi.Aku mohon kak bantu aku, pinjam uang empat ratus juta kak aku janji pasti akan membayarnya..
" Laura kakak ikut bersedih, semoga mamah kamu cepat sembuh, tapi kakak tak ada uang sebanyak itu, maapkan kakak tak bisa membantu apa apa..
"Tapi kak aku mohon,pekerjaan apa saja aku mau lakuin kak ,yang penting aku bisa dapatkan uangnya malam ini, bukankah kakak pernah bilang dalam semalam kakak waktu itu bekerja haram langsung bisa dapat uang ratusan juta, apa kak? aku mau pekerjaan itu kak, Laura mohon..
Reni terkesiap mendengar bahwa Laura mau pekerjaan haram itu yang membuat dirinya saja pernah ada rasa menyesal.
Reni langsung beranjak berdiri dan menghempaskan genggamam tangan Laura.
"KAMU ..! JANGAN BODOH..! BAHKAN KAMU MASIH SMA, hah..," bentakan Reni membuat Laura menundukan kepalanya.
"Maapkan kakak ra,kakak hanya tak ingin kamu terjerumus ke lembah penyesalan..
"Aku takkan menyesal kak, demi mamah aku akan rela melakukan apapun walaupun nyawaku taruhannya kak..
"Kakak tau kamu anak yang berbakti,tapi dunia malam tak baik untukmu ra, kau masih gadis belia masa depanmu masih panjang, pulanglah.carilah uang yang halal..
"Tapi kak,Laura mohon ,kak, kak Reni ,kak ,jangan pergi dulu..
__ADS_1
Laura terus mengejar Reni yang berjalan menjauhinya,tetapi sampai dipersimpang jalan tiba tiba Reni berhenti dan berbalik badan dan Laura ikut menghentikan langkahnya mendadak.
" Apa kau sungguh takkan menyesal..
"Iya kak,aku takkan pernah menyesal..
" Laura,memang kakak akui ,waktu itu pernah bilang kekamu ,jika kakak gampang mendapatkan uang ratusan juta dalam semalam, tapi..
Laura mengangguk anggukan kepala dia tampak serius mendengarkan cerita Reni.
"Tapi ..? tapi apa kak.
" Tapi kakak harus kehilangan sesuatu yang berharga dalam diri kakak.
"Sesuatu yang berharga dalam diri kakak? Apa itu?..
Dengan rasa penasarannya Laura terus memojokan Reni untuk bisa mendapatkan jawaban yang diharapkannya.
" Kak jawab.., Laura tak punya banyak waktu..
"Laura,kakak tak ingin kamu menyesal nantinya.
" Aku gak akan menyesal, ayo kak kasih tahu Laura, pekerjaan haram apa kak, Laura harus kehilangan sesuatu yang berharga ,apa yang ada dalam diri Laura, apa itu kak..
"Hiks.., hikss.., aku bener bener butuh uang kak, aku tak sanggup kehilangan mamah dan membuat adikku Launa sedih.
Air bening yang sudah memenuhi kelopak mata Laura itu kini lolos jatuh begitu saja membasahi pipi mulus gadis remaja itu.
" Bahkan Laura tak mempunyai barang berharga, didiri Laura pun tak ada yang berharga kak, Laura hanya ingin mamah segera sembuh, hiks.., hiks...
Reni yang melihat kepedihan Laura didepan matanya itupun tak tega,dia pun tanpa sadar juga ikut menetaskan air mata, karna Laura begitu tulus menyayangi sang ibu bahkan rela menukarkan nyawanya demi sang ibu, sungguh kecintaannya terhadap keluarganya membuat Reni tersentuh, seketika Reni merengkuh tubuh Laura dan didekapnya erat.
"Laura ,kakak akan beritahu pekerjaan itu, tapi Laura.apakah kau benar benar sudah yakin?.
" Heemm, yakin..! , dengan hati yang begitu mantap Laura menyakinkan hatinya yang terpenting dia segera mendapatkan uang.
Reni melepaskan pelukannya,
"Hapus airmatamu itu.
Seketika itu Laura langsung menyapu wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
" Apa pekerjaan itu kak, aku sudah siap.
"Ra ,kakak dulu juga begitu frustasi saat ayah kakak dikampung butuh uang banyak,karena ayah saya harus bertanggung jawab dengan anak kecil yang tak sengaja beliau tabrak. kakak kesana kemari mencari pinjaman tapi tidak ada yang meminjamkan dan tidak juga ada yang peduli sampai kakak merasa putus asa, tapi disela lelah menyelimuti diri, kakak bertemu dengan mami germo,dia yang menawarkan uang ratusan juta dalam bekerja semalam asal aku mau menjual...
Reni terdiam sesaat sebelum melanjutkan perkataannya, "menjual KEPERAWANAN kakak..
" Maksut kakak jual diri..
"Hem..., iya Laura ,makanya kakak tak ingin kamu menyelami dunia malam, kamu masih begitu muda masa depanmu masih panjang ra..
" Aku mengerti kak, aku mau menjual perawanku,asal malam ini aku mendapatkan uang 500 juta..
"Kau gila ra, kau itu masih kecil..
" Aku sudah seventeen kak, sudah besar, aku mohon kak..!
"Baiklah kakak akan coba hubungi mami germo dulu..
" Kalau bisa malam ini kak..
"Kau yakin..
" Seratus persen yakin ..
"Ya.., sudahlah ayo kita langsung ke club malam saja untuk menemui mami germo, " ajakan Reni dibalas dengan anggukan kepala oleh Laura.
__ADS_1
*****