
Takdir yang harus kujalani, seberat apapun itu aku harus bisa bertahan.
Aku tak dapat mengeluh, karena kehidupanku seperti sudah ada yang menyutradarai. Aku hanya perlu menurut sesuai arahan alur cerita.
Aku tak boleh menyalahkan takdir, karena hidup ini tak kan pernah sesuai dengan pikiran atau keinginan kita.
*****
"Sepertinya dia sudah datang, kau duduklah disofa itu dulu sayang, aku ingin membukakan pintu tamu kitakita, " Ulang mami germo menyuruh Laura untuk duduk.
Deg..
Tubuh Laura meremang detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya,dia merasa udara ruangan menjadi panas dingin, sungguh saat ini Laura begitu tegang, takut, nervous, semua menjadi satu, tak bisa menggambarkan bagaimana wajah Laura sekarang.
Ceklek ..
Suara handle pintu yang ditarik membuat Laura tersentak dan kaget.
Saat pintu terbuka masuklah seorang pria tampan usia 25 tahun yang mempunyai tubuh ideal,idaman semua wanita itu berjalan dengan dominan menuju sebuah sofa yang diduduki Laura.
"Tuan muda Daniel, selamat datang, pesanan tuan pun juga sudah siap, " Sapa mami germo, mari duduk disofa kita membicarakan harga, "sambungnya tersenyum ramah.
"Oke..
Saat mata Daniel melihat seorang gadis duduk disofa sambil menunduk dia memberhentikan langkah kakinya.
" Husstt... Husttt.., Laura tegakkan kepala kau, "ucap mami germo sambil menghampiri Laura.
Seketika Laura langsung mengangkat kepalanya hingga mata mereka berdua bersitatap. Laura kagum dengan ketampanan yang dimiliki pria itu dan juga lain hal dengan Daniel dia juga terpesona dengan kecantikan Laura.
Karena seorang Daniel tak mungkin menunjukan ketertarikannya pada wanita penghibur dia bersikap seperti biasanya, wajah garang doniman dan acuh.
Bagi Daniel dia hanya membeli perawan setelah itu buang,dia tak ingin terbelenggu dengan yang namanya" cinta".
"Laura berdiri dan sambutlah ,dia tuan Daniel, dialah yang akan membelimu.
Dengan tubuh bergetar Laura memberanikan diri untuk berjabat tangan dengan pria asing ini.
" Saya Laura, tuan.
Tangan Laura yang mengambang diudara berharap ulurannya diterima itu ternyata diabaikan oleh Daniel.
Daniel duduk disofa begitu saja.
"Uhh.., dasar cowok aneh, " Gerutu Laura dalam hatinya.
"Kau jual berapa? , " tanya Daniel begitu saja.
Laura yang tak mengerti hanya diam menundukan wajahnya.
"Kau tuli, saya bertanya ini.
Lengan Laura disenggol oleh mami germo, " Jawab..
"Apa..? Saya..?
" Iya, selain kau siapa lagi yang mau jual keperaawanannya.
__ADS_1
"Eh..itu..
" Udah cepat jawab.
"Kenapa kalian malah berisik, " bentak Daniel.
"Maaf tuan, " Ucap mami germo.
"Saya ingin harga tinggi, apa tuan sanggup.
" Hahaha...
"Dia bener bener pria aneh, " batin Laura.
"Kau meremehkanku, hah..., mau berapa 500 juta atau 700 juta , atau 800 juta.
" 800 juta..
"Wow..., kau sungguh pemberani, sangat menarik..!
Salah satu kakinya diangkat keatas kaki yang lain, tangan memegang gelas wine sambil menyesapnya sekali kali itu menambah kesan cool terhadap Daniel.
" Apa kau sanggup memuaskanku malam ini.?
Gleekk...
Laura menelan slavinanya dengan kasar.
"Sa_sanggup tuan.
"Oke..
Daniel bertepuk tangan dua kali, dan masuklah seorang perempuan cantik.
"Angelina,Kau siapkan hotel bintang lima dan pesan kamar presdir suite room buat saya, dan kau bawa dia dulu kesana untuk mempersiapkan diri.
"Baik tuan..
Setelah Laura dibawa pergi oleh sekertarisnya, Daniel berbicara empat mata dengan mami germo.
" Aku akan tranfer uangnya satu milyar, inget uang yang diminta gadis tadi, kurang dari 800 juta, bisnis kau ini akan hancur.
"Siap tuan, saya tak pernah ingkar janji, saya sudah menerima komisi dari tuan saja sudah sangat senang buat apa saya harus merusak uang gadis itu, bagiku itu malah membuatku rugi.
" Oke.., peganglag kepercayaanku.
"Siap tuan, senang berbisnis dengan anda.
****
Didalam kamar hotel Laura menunggu Daniel dengan was was, dia selalu melirik jam yang sudah menunjukan pukul dua dini hari artinya sudah setengah jam Laura menunggunya.
" Kalau aku tidur tiba tiba dia datang menerkamku bagaimana?."gumam Laura disela kegelisahannya.
" Aku gak boleh tidur agar bisa melawannya, hoah. .
Laura menguap beberapa kali, " Hoahh...,aku ngantuk sekali, tidur bentar gak papa kali ya.
__ADS_1
Baru saja Laura memejamkan matanya tapi dia terjaga kembali saat mendengar suara pintu terbuka.
"Kau sudah menunggu lama baby..
Daniel datang dengan senyum yang membuat Laura semakin takut, bahkan tatapan mata Daniel sekarang lebih seperti ingin membunuhnya.
Laura beringsut mundur sampai dipojokan kasur, tubuhnya sudah bergetar hebat, rasa takut itu menyelimuti dirinya saat Daniel semakin berjalan dekat ke arahnya.
"Aku mohon tuan, lakukanlah dengan lembut dan pelan.
Mendengarkan permohonan Laura Daniel semakin ingin berbuat kasar dengan Laura saat melakukannya.
****
Sementara dirumah sakit Launa yang sudah terbangun dari pingsannya,dia pingsan disebabkan karena terlalu stress dan tubuhnya mengalami dehidrasi, tubuhnya yang dari kecil memang ringkih mudah sakit itu, maka dari itu Laura tak ingin adiknya Launa memikirkan masalah biaya operasi mamahnya. Launa sedang mencari-cari keberadaan Laura.
Hari sudah menjelang pagi ,jam sudah pukul 05:00 ,Launa mengkhawatirkan keadaan saudara kembarnya Laura. Karna dari semalam Laura pergi belum juga kembali. Launa terus menanti kedatangan Laura, sesekali dia menengok keadaan mamahnya dari luar tapi sang mamah belom juga membuka matanya.
"Loun..
Launa membalikan badan dan mendapati Laura berjalan ke arahnya, Launa berlari dan memeluk saudara kembarnya itu.
" Kak, aku senang kakak kembali, apa kakak mendapatkan uangnya?
"Hiisstttt..., Laura meringis menahan sakit di lengannya karena Launa sangat erat memeluknya.
" kak, kenapa?
Launa melepas pelukannya saat mendengar rintuhan Laura. "YA Tuhan kak, pipi mu lebam-lebam begini, siapa yang melakukannya kak?
" Aku gak apa Loun, cuman ada insiden kecil saat aku meminjam uang, "ucap Laura menututupi kebenarannya.
" Apa ada yang sakit kak, yang lainnya,coba aku periksa.
"Eh.., gak usah Loun, gak ada kok ,cuma ditampar saja tadi, karna aku pinjam uang tengah malam mengganggu orang lagi istirahat.
Laura kembali mengelak, untung Daniel menyiapkan baju hangat pada Laura sehingga semua luka yang ada ditubuh Laura tidak kelihatan oleh Launa kecuali kedua pipinya yng tak bisa dia tutupi.
"Ya ampun kak, ada ada saja, lagian kakak bukannya pinjam nya pagi saja biar gak ganggu.
" Gak apa Loun, kita butuh uang itu cepat kan, sudah sana pergi.
"Sekalian beli makan Loun, kamu pasti belom sarapan juga kan.
Launa tersenyum dan mengangguk, " Heemm..., baik kak, Launa tinggal sebentar kak.
Setelah kepergian Launa. Laura berjalan tertatih menuju pintu ruangan mamahnya. Dia melihat dari luar kaca mamahnya juga belom mau membuka matanya.
"Mah, aku ingin sekali mengadu, tapi aku tak sanggup melihat mama dan Launa sedih, " batin Laura.
"Aku ingin sekali rasanya menyalahkan takdir, aku benci sekali dengan takdirku ini mah, bukan hanya fisik aku yang terluka mah tapi hati Laura juga hancur mah, Laura benci sama diri Laura sendiri mah, Laura sudah kotor mah.
Laura mendongakan kepalanya ke atas, sekuat tenaga dia tak ingin mengeluarkan air matanya.
"Kamu pasti kuat Laura, jalani seperti hari hari biasanya, " Batin Laura mensugesti dirinya sendiri.
*****
__ADS_1