Takdir Laura Dan Launa

Takdir Laura Dan Launa
Bab 4


__ADS_3

Laura yang baru pertama masuk keruangan penuh musik dan lampu kerlap kerlip itu sedikit merinding, bahkan ada banyak laki laki dan perempuan bermesraan tanpa rasa malu.


Laura yang mendapatkan tatapan menyeramkan dari om om mesum yang seolah olah ingin memakannya itu, dia sedikit menempel dibawah ketiak Reni.


Seumur umur Laura baru pertama masuk kesebuah club malam itu, dia bergidik ngeri apalagi banyak sekali laki laki yang menatapnya secara intens selayaknya ingin menerkamnya hidup hidup.


Laura sedikit kencang menarik belakang gaun Reni, dia tak ingin terpisah dengan Reni sejengkal pun sehingga Laura jalan mepet dibelakang tubuh Reni.


"Kau takut, " tanya Reni sambil meraih tangan Laura dan digenggamnya erat.


"Gak.., " Jawab Laura dengan gelengan kepala.


Reni menyadari ketakutan Laura karna Reni merasakan tangan Laura begitu dingin saat ini.


"Kamu bisa berhenti, jika memang tak ingin melanjutkan.


"Jangan kak, aku baik baik saja.


" Hem.. Baiklah, ayo..! itu ruangan mami germo.


Laura terus mengikuti langkah Reni hingga mereka berada tepat didepan pintu sebuah ruangan, Reni mengetuk pintu ruangan itu.


Tok.. Tok.. Tokk..


Pintu dibuka oleh Reni.


Ceklek..


Tampaklah seorang perempuan cantik yang umurnya sekitar 40 tahunan itu duduk disofa dengan bersilang kaki,bahkan paha mulusnya terekspos sempurna,karna dia hanya memakai gaun diatas lebih dari lutut.


"Mau apa kau kesini ?, bahkan kau sudah menjual keperawananmu, carilah mangsa sendiri, "mami germo berbicara sambil menghembuskan asap rokok yang memenuhi mulutnya.


" Maaf mami,saya membawa seseorang yang ingin menjual keperawannya.


Reni menggeser tubuhnya kesamping ,supaya Laura bisa terlihat karena sejak tadi dia hanya bersembunyi dibelakang tubuh Reni.


Seketika tatapan mata mami germo dan Laura bertemu, mami germo melihat penampilan Laura dari ujung kaki sampai ujung kepalanya.


"Cantik..! tapi sepertinya masih gadis belia, apa dia bersungguh sungguh,


" Saya sungguh sungguh, "ucap Laura tegas.


Mami germo tertarik dengan keberanian Laura.


" Apa kau sudah mempertimbangkannya anak manis.


"Sudah, saya yakin yang penting saya dapat uang lebih dari lima ratus juta.


" Wow.., sungguh menarik, kau bisa merubah penampilannya Reni?


" Tentu mami.

__ADS_1


"Oke, aku kasih waktu kau setengah jam, rubah dia supaya sedikit kelihatan lebih dewasa.


" Baik mami.


Reni menarik tangan Laura untuk keluar ruangan mami germo.


"Kak,aku mau dibawa kemana?, " tanya Laura saat mereka sudah berada diluar ruangan mami germo.


"Ikut aku ra, kau ingin segera dapatkan uangnya kan?


Saat mendengar kata uang Laura langsung teringat mamahnya yang sedang dirawat dirumah sakit.


Laura dibawa Reni kesebuah ruangan kecil yang penuh dengan alat make up dan gaun gaun sexy.


"Duduk sini, kakak akan mendadani kamu supaya terlihat lebih dewasa dan menarik pelanggan kamu nanti.


Laura patuh saat wajahnya dimake over oleh Reni, setelah selesai Reni memilih gaun untuk dipakai Laura.


" Tepat ini sangat tepat untukmu, buruan pakai ini ra.


"Tapi gaun ini terlalu terbuka kak.


Gaun berwarna merah muda tak mempunyai lengan dan panjang bagian bawah diatas lutut lebih pasti bakal memperlihatkan paha putih mulus setiap wanita yang memakainya, dibagian depan dengan huruf V itu pasti juga bakal memperlihatkan sedikit terbuka buah dada wanita yang memakainya.


" Memang seperti ini ra, kau inginkan uang kan, dengan begini uang 400 juta bakal kau dapat ,bahkan juga bisa lebih.


"Baiklah kak.


Dengan wajah terpaksa dan langkah sedikit gontai Laura berjalan menuju ruang khusus ganti pakaian.


" Sempurna, kau cantik sekali ra ,bahkan kau tidak kelihatan kalau kau masih seorang siswa SMA.


Laura yang tak biasa memakai baju terbuka itu sedikit risih, tanganya selalu menarik narik bawah gaunnya agar sedikit turun tapi dia juga harus menutupi buah dadanya yang sedikit terlihat itu.


"Tapi aku risih kak, aku gak biasa pakai baju kek gini, aku ganti baju aku aja ya kak.


" Eitzz.., tunggu ra, kalau kau ganti celana jeans panjang dan baju panjang kamu tadi mami bisa marah.


"Tapi kak, disekolah saja aku juga pakai  baju seragam panjang kak, jadi aku gak PeDe pakai kayak gini.


" Udah rileks, biasa saja, ayo kita keruangan mami lagi, mami germo sudah menunggu ,jangan buat dia menunggu lama.


Saat sampai diruang mami germo Laura masih menutupi bagian buah dadanya.


"Sangat sempurna, bahkan kau bisa jadi primadona, dibalik tubuh kaos dan celana panjang kau yang lusuh itu ternyata tersimpan tubuh yang sangat indah.


Mami germo menatap Laura dari ujung kaki sampai ujung rambut, dia seperti terpukai melihat bentuk tubuh Laura.


Ya Laura memiliki tubuh yang indah, tinggi 168 cm, kulit putih, wajah cantik blasteran Amerika, buah dada yang menonjol, walaupun masih SMA Laura sudah mempunyai badan yang berisi,jadi seluruh yang ada di badannya sangat menarik dan sangat menggoda laki laki yang melihatnya.


Laura yang diperhatikan oleh mami germo begitu dalam,dia semakin panik.

__ADS_1


"Reni kau dapat bonus karna sudah memberiku primadona club ini.


" Terimakasih mami, kalau boleh saran mami.


"Apa? Katakanlah..


" Carikanlah dia laki laki yang kaya raya mami.


"Kamu tenang saja, kau boleh pergi Reni, aku ingin bicara dengan dia.


" Baiklah, saya undur diri mami.


Reni undur diri, sebelum pergi dia sempatkan memeluk tubuh Laura sebentar.


"Percayalah, turuti apa maunya mami germo kau pasti akan disayang, " bisik Reni yang mendapatkan anggukan dari Laura.


"Kakak keluar Laura, baik baik disini.


" Heemm...


Pintu ruangan mami tertutup kembali setelah kepergian Reni.


"Tak perlu kau tutupi pakai tangan anak manis, biarkan dia terbuka ,itu jauh lebih indah.


" Iya..


Perlahan lahan Laura menurunkan tangannya dari buah dadanya.


"Kau tenang saja jangan takut, keperawananmu bakal dibeli dengan harga mahal, kau itu bisa laku 700 juta.


Mata Laura membulat sempurna mendengar kata uang 700 juta, dari kecil sampai remaja Laura belom pernah namanya mendengar uang banyak apalagi memegangnya.


" Kaget ya, belom pernah pegang uang banyak ya, tenang saja sebentar lagi pasti pegang uang banyak.


Laura hanya diam membisu karna dia tak tahu harus menjawab apa.


"Yang membeli kau bahkan bukan laki laki tua atapun om om dia bahkan sangat tampan, dia langganan mami, dia cuman cari perawan saja, kalau sudah tak perawan dia buang ,tak mau menyentuhnya lagi.


Laura menelan slavinanya,mendengar kata dibuang, bahkan dia tak habis pikir kenapa laki laki begitu egois hanya ingin mendapatkan apa yang dimau setelah menikmatinya dibuang begitu saja seperti habis manis sepah dibuang, sungguh malang hidup wanita itu, walaupun sebentar lagi dirinya yang termasuk menjadi bagian wanita wanita itu.


"Huuhfff..., Laura membuang napas kasar.


" Dia langganan mami yang paling berani membeli perawan di club mami ini, sepuluh menit lagi sampai, kau bersiaplah sayang.


Seketika tubuh Laura tegang,sekujur tubuhnya terasa dingin.


"Rileks dan dibawa santai sayang, jangan tegang kau akan baik baik saja dengannya, " ucapan dibalik senyuman mami membuat Laura sedikit curiga, dia semakin merasa takut.


Tok.. Tok.. Tok..


"Oh itu dia, kau duduklah dulu disofa sayang, aku ingin menyambut dia untukmu..

__ADS_1


Deg..


*****


__ADS_2