Takdir Laura Dan Launa

Takdir Laura Dan Launa
Bab 16


__ADS_3

Bab 16


Setelah kepulangan mas Basri, Kirana merasakan kepalanya terasa sakit. Dia mencoba tenang walaupun hatinya gelisah, entah kemana dia akan membawa kedua putrinya tinggal. 


Dia dulu sangat bahagia mas Basri menyuruhnya tinggal disini. Kirana jadi teringat dimana suami dan mertuanya yang kejam telah mengusirnya. 


Setelah dua minggu kelahiran si kembar, suaminya yang bernama Larry Louis Vuitton itu tidak bahagia sama sekali,terlihat kecewa melihat yang dilahirkan istrinya bayi perempuan, apalagi dia harus menurut pada ibunya. 


" Larry, istrimu tidak bisa memberiku cucu laki-laki, buat apa dipertahankan, lebih baik kau tinggalkan dia, dulu ibu juga tidak merestuinya kan? waktu kau ingin menikahinya, apalagi asal dia tidak jelas. " Ucap nyonya Emili, ibu Larry. 


" Tapi ma, Larry mencintainya. "


" Buat apa cinta jika tidak bisa melahirkan cucu laki-laki, siapa yang akan menjadi penerus perusahaan jika bayi kau perempuan. "


" Mama tenang saja, aku memiliki istri lain ma, dia sekarang juga lagi mengandung, sudah besar hampir melahirkan. "


Nyonya Emili begitu antusias mendengarnya. " Apa dalam perutnya bayi laki-laki? "


" Iya ma, waktu di USG kandungan di tujuh bulan kemarin laki-laki. "


" Mama senang itu, cepat, nanti malam kau ajak ke sini istri siri kau itu, biar dia tinggal disini. "


" Maap ya ma, aku nikah siri sama wanita lain tanpa bilang mama, aku tidak tahu kenapa aku bisa menikahinya,cinta itu datang begitu saja. "


" Mama tak mempermasalahkan itu, tapi istri kau itu apa tahu jika sudah kau madu? " 


" Belum ma, aku mencintainya jadi aku juga tidak mau kehilangan dirinya ma. "


" Buat apa wanita tak berguna begitu, lepaskan saja. "


" Tapi ma… 


" Sudah, tidak ada tapi-tapian. Disini mama yang berkuasa. "


Larry pasrah semua terkendali atas mamanya, jadi dia tidak bisa membantah. 


Kirana yang tak sengaja mendengar percakapan anak dan ibunya itu sangat sakit hati. Jadi selama ini suaminya mengkhianatinya. 


Air bening itu menetes ke pipi mulusnya, pernikahan selama tiga tahun yang begitu bahagia itu kini kandas setelah dia mengetahui jika diluar sana suaminya mempunyai istri lain. 


" Hoi..!!! Kiran, kau harus segera bersiap beresin semua barang kau dan kedua putri kau, karena kamar ini sudah ada yang menempati, wanita yang akan memberikanku cucu laki-laki. "


Kirana terjingkat ketika mama mertuanya tiba-tiba datang ke kamarnya disaat dia sedang menyusui si kembar. 


Suara keras mertuanya membuat si kembar kaget dan menangis. 


"Oek..oek… oeekkk...


" Cup cup sayang. "


Kirana langsung meraih bayi yang menangis itu dalam gendongannya. 


" Ah, berisik sekali..! Tenangkan itu bayi kau! Bisa pecah kepala saya mendengarnya. "

__ADS_1


" ma! bayi ini cucu mama! "


" Berani ya kau membentak ku ,hah?"


" Maaf ma, bukan maksudku seperti itu. "


" Pindah kau ,ke kamar belakang ! menantu tidak tahu diri. "


Kirana hanya mengelus dada dan menunduk.


"Ma… Mama… . 


Dari lantai bawah terdengar suara Larry yang menggema. Nyonya Emili tersenyum lalu berlalu turun tangga. 


Kirana mengikuti turun ke bawah dengan mengendong kedua bayinya. Saat sampai bawah Kirana terkejut melihat wanita yang menggandeng tangan suaminya mesra, bahkan perutnya pun sudah membuncit. 


" Mas, dia siapa? "


" Kirana, kenalkan dia Sabrina, adik madu kau. "


Deg.. 


Hati Kirana sakit mendengarnya. " Adik madu?"


Larry mengangguk," Kirana maapkan mas, waktu kamu bilang jika kamu mengandung bayi perempuan mas menikahi perempuan lain. Karena ibu menginginkan cucu laki-laki, jadi dia kini hamil anak laki-laki ku, kamu yang akur ya sama dia, dia akan tinggal disini juga. " 


" Hah? Mas! Kau gila, selama ini kau… .. Kau mengkhianati ku mas, tega kamu mas. Tiga tahun mas kita menanti buah hati, setelah dia lahir sekarang kau tidak menginginkannya. "


" Hei! Perempuan gila,kalau kau tidak suka, pergi sana dari rumah ini, aku lebih suka memiliki menantu seperti dia daripada seperti mu! "


" Tidak mas, kau pembohongan, kau bilang tidak akan menduakanku, kau pembohong! "


" Mbak Kirana, kita bisa berbagi dengan mas Larry."Ucap Sabrina dengan senyum palsunya. 


" Hahaha, berbagi? Kau itu pelakor!! perebut suami orang. "


Plakk… 


" Jaga mulut kamu! " Larry menampar dan serta membentak Kirana. 


Mata Kirana membulat tak percaya, selama ini suaminya begitu lembut. 


" Kau itu istri yang tidak becus, tidak bisa memberikan apa yang mamaku mau, pergi kau dari rumah ini, jika tidak setuju dengan keputusanku! " 


Hati Kirana hancur mendengar suaminya yang tega mengusirnya. Sedangkan mama mertua serta Sabrina adik madunya menyungingkan senyum, mereka terlihat begitu bahagia. 


" Pergi kau dari rumahku! Menantu tak berguna sepertimu itu tak pantas lagi disini. "


Kirana menghampiri suaminya, " Mas apa kau tega mengusirku bersama buah hati kita, tiga tahun kita menantinya mas! "


" Larry jangan percaya sama air mata buayanya, kalau dia tetap tinggal disini dan dia kelihatan juga tidak suka dengan madunya, dia nanti pasti bakal akan mencelakai calon cucu laki-laki mama. "


" Iya sayang, tante benar, aku takut dia akan mencelakai ku. "

__ADS_1


" Panggil aku mama, bukan tante, sekarang aku ini mama kamu. "


" Baik ma. "


" Pergi kau! Pergi dari sini! " Usir Larry. 


" Mas! "


Larry tak mengidahkan panggilan Kirana, dia menghampiri istri sirinya. 


" Sayang kau harus istirahat, kasihan dedek bayi kita. "


" Iya mas."


Sabrina tersenyum mengejek ketika dia berpapasan tepat diwajah Kirana. 


" Mbok ijem… 


Mbok ijem pembantu rumah tangga dirumah itu berlari tergopoh-gopoh saat namanya dipanggil oleh nyonya nya. 


" Iya nya, ada apa? "


" Kau bantu kemasi barang-barang dia! "


Mbok ijem memandang Kirana, " Mari non, saya bantu. "


" Ma, apa mama tega sama cucu mama. Dia tidak bersalah ma. "


" Aku tidak menginginkan anak-anakmu itu. Cepat pergi! "


Setelah semua barang beres, Kirana keluar dari rumah besar milik suaminya. Bahkan suaminya tidak keluar dari kamar istri sirinya, entah apa yang mereka lakukan. Hanya mama mertua dan mbok Ijem yang melihat kepergiannya. 


Mbok Ijem menangis tidak tega melihat mantan nyonya nya itu keluar dari rumah ini, hari sudah gelap bahkan dia harus membawa kedua bayi yang masih kecil. 


Malam itulah Kirana akhirnya mengenal mas Basri dan mbak Astri, lalu dia dengan kedua bayi kembarnya tinggal disitu, Kirana selalu membantu mbak Astri menggarap ladang dibelakang rumahnya, sudah hampir sebulan Kirana tingal bersama mbak Astri, saat menyadari jika suami istri itu begitu baik padanya akhirnya Kirana berani menceritakan semua kejadian yang menimpanya. 


Mbak Astri dan mas Basri yang mendengar cerita Kirana sangat kesal dengan mertua serta suami Kirana. 


" Yang sabar ya dek, semoga kelak keluarga suamimu mendapat karma, "ucap mbak Astri kesal. 


" Sudah, buat apa lelaki tidak bertanggung jawab gitu, mending nyari yang biasa saja tapi setia, daripada kaya tapi seenak jidatnya mendua, kau cari lagi saja ayah baru buat kedua putrimu itu." Timpal mas Basri. 


Kirana tersenyum, di merasa hangat dikelilingi orang-orang baik. " Hem, gak ah mas, biarkan saja mereka tidak mengenal ayahnya, aku akan  berusaha membuat mereka bahagia tanpa sosok seorang ayah di sampingnya. "


Setelah dua bulan lamanya Kirana tinggal bersama kedua suami istri ini, Tiba-tiba putra mereka datang dengan membawa mobil, putra mereka menjemput orang tuanya untuk tinggal bersamanya dikota karena sudah sedikit sukses dengan usahanya. 


Kirana akhirnya disuruh menempati gubuk itu dan merawat kebunnya. Kirana bahagia dia menempati serta merawat rumah itu dengan segenap hatinya. Gubuk ini lah saksi kisah pilu dirinya dengan kedua buah hatinya. 


sekarang tanah serta gubuk itu dijual, Kirana tidak tahu lagi harus kemana membawa kedua putrinya berteduh.


***


__ADS_1


 rumah keluarga Vuitton.


__ADS_2