Takdir sang kesatria

Takdir sang kesatria
Episode 11


__ADS_3

“Siapa kau? Apa kau juga prajurit kelas atas? Kenapa kau bisa mengetahui identitasku?” tanya Lithia dengan nada menggebu.



“Aku hanya seorang petualang biasa. Kau berlebihan,” jawab Lusy mengedikkan bahunya.



“Apa maumu?” tanya Luragorn menguatkan genggaman pedangnya.



“Kemauanku? Tentu saja membunuh putri terkutuk di sana,” balas Lusy dengan santainya.



Kemarahan Luragorn telah sampai di ubun-ubun lalu sontak menerjang maju dengan mengayunkan pedangnya dengan kedua tangan. Serangan cepat bertenaga dilakukan Luragorn tanpa pikir panjang.



*BHUK!



Sebuah pukulan upercut di perut langsung mengangkat tubuh Luragorn dari permukaan tanah. Luragorn terkejut dan napasnya terhenti seketika. Matanya membelalak dan begitu pula mulutnya terbuka lebar.



“Pria yang tanpa pikir panjang ya?” tanya Lusy.



*BHUK!



Sebuah pukulan cepat menerbangkan Luragorn menjauh. Terseret di tanah dan terguling menuju arah Lithia, Luragorn merasakan sakit luar biasa di bagian perutnya.



“Si ... si ... siapa kau?” tanya Lithia tergagap.



“Bukankah sudah kujawab? Aku hanyalah seorang petualang biasa,” jawab Lusy dengan matanya yang menatap tajam sambil menyeingai tipis.



“Putri ... tolong izinkan aku menggunakannya kali ini. Dia sepertinya bukan orang sembarangan,” ujar Luragorn berusaha berdiri sambil memegang bagian perutnya.



Lusy menggerak-gerakkan kedua bahu dan sedikit memutar lehernya. Lusy kemudian membenturkan kedua kepalan gauntlet-nya sambil tersenyum lebar.



“Apa hanya ini kemampuanmu?” tanya Lusy.



Lusy tiba-tiba terdiam melihat Lithia merapalkan sesuatu dan Luragorn yang mematung dengan kepalan tangan di depan wajahnya.



“Hoi! Apa kau ingin berdoa kali ini?” tanya Lusy dengan nada menyindir sambil tertawa kecil.



Mendadak tawa Lusy menghilang ketika melihat Luragorn menerjang ke arahnya. Kecepatan Luragorn bertambah tiga kali dari sebelumnya dan membuat Lusy terkejut. Perempuan tanpa zirah itu melompat cepat ke belakang saat Luragorn mengayunkan pedangnya.



*Slash!



Lusy mendarat mulus dan tersenyum puas.“Haha! Lumayan juga kau, untuk seorang bocah–”



*SRT!!!



Sebuah irisan agak besar terbuka di pinggang sebelah kanan Lusy hingga menyemprotkan tumpahan darah agak cepat yang membuat perempuan ini berlutut kesakitan. Luragorn berdiri memperbaiki posisi sambil memikul pedangnya yang bernodakan darah segar.



“Apa itu tadi? Aku sangat yakin berhasil menghindarinya. Tidak, aku memang sudah menghindari serangannya,” batin Lusy berusaha mengatur pernapasannya, “mungkinkah?”



Luragorn maju sekali lagi ke arah Lusy yang bahkan belum bersiap. Lusy seketika memukul permukaan tanah dengan sangat kuat hingga gelombang kejut merambat ke sekitar area pijakannya, menerbangkan serpihan tanah dan bebatuan yang ada.



Luragorn tidak menghentikan langkahnya dan tetap menyerang maju, ia melewati patahan tanah yang beterbangan menghalangi pemandangannya. Ketika Luragorn telah sampai di tempat Lusy, ia tidak melihat siapapun selain patahan tanah lainnya.



“Hmn ... jika itu yang terjadi maka itu masuk akal,” gumam Lusy yang melayang di udara.



Lusy mengepalkan tangan kanannya dan bersiap melakukan pukulan kuat ke arah Luragorn. Tubuh Lusy yang jatuh memberikan momentum lebih untuk pukulan dari atas sementara Luragorn masih diam kebingunan.



“Lura! Di atas!” teriak Lithia yang membuat Luragorn menegadahkan kepalanya.



*BHRUAK!



Tanah bergetar dan berhamburan, tetapi Luragorn sempat meloncat menjauh di saat-saat terakhir. Patahan dan serpihan tanah yang banyak menghalangi pemandangan, tetapi tidak sedikit pun Luragorn melihat pergerakan dari Lusy.



Luragorn mendarat sempurna dan kumpulan tanah yang beterbangan kini kembali ke permukaan. Luragorn melihat Lusy yang berada sekitar 100 meter darinya dan membuat Luragorn makin waspada.



“Biasanya orang lain akan menggunakan kesempatan tadi untuk menyerang, tapi perempuan itu malah menjaga jarak. Mungkinkah ia sudah mengetahuinya?” batin Luragorn berlari mendekati Lusy.

__ADS_1



“Sepertinya memang seperti itu,” batin Lusy tersenyum tipis.



*BHRUAK!



Lusy sekali lagi menghantam tanah dengan sangat kuat dan sekali lagi mengangkat kumpulan tanah dari tempatnya. Luragorn menggenggam pedangnya dan memperhatikan sekitar untuk melihat arah Lusy berlari setelahnya.



Di luar dugaan, patahan-patahan tanah itu beterbangan ke arah Luragorn. Lusy memukul dan menendang patahan tanah tersebut ke arah Luragorn, menjadikannya sebuah serangan sekaligus taktik untuk menjaga jarak.



Luragorn tidak lengah dan menghindari semua serangan yang datang. Bagi Luragorn yang telah mendapat kecepatan tiga kali kecepatan normal, serangan yang datang tetap bisa dihindari dengan mudah.



Luragorn meneruskan serangannya dan maju ke arah Lusy yang pertahanannya terbuka. Luragorn menusukkan pedangnya dan Lusy sontak menyilangkan kedua lengannya di depan wajah.



Luragorn seketika menggeser arah serangannya dan langsung menusuk bagian bahu kiri Lusy.



*Jlash!



Mata pedang menancap, luka tercipta, dan darah menyembur. Lusy termundur dari posisinya, memberi senyuman puas pada Luragorn.



*Whush!



Sebuah pukulan cepat ke arah wajah tiba-tiba mengagetkan Luragorn. Pria ini bisa menghindari serangan mendadak tadi dengan mudah, tetapi yang membuatnya terkejut adalah seringai lebar di wajah Lusy. Luragorn merasa bahwa Lusy sengaja membuat Luragorn menyerang bahunya, membuat pria ini sontak waspada.



*Whush! Whush! Whush!



Pukulan bertubi-tubi dilancarkan oleh Lusy ke arah Luragorn. Luragorn menghindari semua serangan tersebut tanpa goresan sedikit pun. Pria ini merasa ada yang salah meski ia bisa menghindari semua serangannya.



Tiba-tiba saja kepala Luragorn maju seakan ada yang mendorongnya. Itu adalah pukulan Lusy yang sebelumnya hanya melewati kepala pria itu yang kemudian telapak tangannya terbentang lebar untuk menarik bagian belakang kepala Luragorn.



Napas Luragorn tiba-tiba tertahan, ternyata sebuah serangan lutut telah bersarang di perut pria itu sedari tadi dan membuat Luragorn lengah sedetik saja.



*BHUK!




10 ... 20 ... 40 ... 80 ... 160 pukulan jab cepat dilancarkan kurang dari satu menit. Lusy tidak berhenti di situ dan menarik mundur lengan kanannya untuk pukulan terakhir.



*BHUK!



Pukulan upercut bertenaga menghasilkan gelombang kejut yang merobek udara dan menghancurkan tanah pijakannya akibat momentum yang diberikan, melempar Luragorn ke langit dengan cukup tinggi.



“Kau kuat … kuakui itu, tapi kau masih bocah. Kemampuan percepatanmu sungguh membuatku kesusahan,” gumam Lusy memandang ke atas. “Sayang sekali ... aku menyukai pria gigih sepertinya. Sekarang ....”



Lusy menatap Lithia yang sedikit ketakutan. Lithia mundur perlahan dan Lusy mulai melangkah mendekat.



Baru saja Lusy melangkahkan satu kakinya, sebuah hawa membunuh kuat menusuk tulang belakangnya. Lusy berbalik dan ....



*JRASH!



Luragorn tiba-tiba menebas Lusy dengan memanfaatkan momentum jatuhnya. Menggores dada Lusy dan menumpahkan banyak darah. Tidak terlalu dalam, tetapi serangan itu bisa membuat Lusy mati kehabisan darah jika tidak ditangani segera.



Lusy memegang bagian dadanya yang tergores dan tersenyum lebar. “Haha! Aku semakin menyukaimu! Mari berdansa lagi, Anak muda!”



Seketika kalimat yang bersemangat itu luntur ketika melihat Luragorn yang berusaha berdiri dengan kesusahan. Lusy menghela napasnya dan menurunkan kedua lengan yang siap bertarung.



“Tentu saja, tidak ada orang yang masih bisa berdiri setelah menerima serangan itu,” kata Lusy agak lesu.



Luragorn berdiri dengan sempoyongan dan tidak mengangkat pedangnya melainkan hanya menyeretnya. Tatapannya masih sangat berapi tapi tubuhnya sudah tidak mampu lagi.



“Tekadmu sangat kuat. Bisa tetap berdiri dengan kondisi seperti itu,” kata Lusy menatap Luragorn dengan tatapan kasihan.



Lusy berbalik dan melangkah ke arah Lithia, tetapi tangan Luragorn tiba-tiba menyentuh pundak Lusy, membuat perempuan ini kaget dan sontak melancarkan pukulan upercut cepat ke perut Luragorn. Luragorn terjatuh ke tanah tanpa ada pergerakan sama sekali, membuat Lusy menelan ludahnya sendiri.



Untuk sesaat, Lusy merasa ketakutan karena ia sangat yakin bahwa tubuh Luragorn harusnya sudah tidak bisa bergerak lagi. Lusy mengatur napas dan melanjutkan langkahnya, tetapi sekali lagi langkahnya dihentikan. Tangan Luragorn mencengkram pergelangan kaki Lusy dengan kuat hingga membuat Lusy sendiri terkejut.

__ADS_1



“Seberapa kuat sebenarnya tekadmu?! Diam dan berbaringlah dasar bodoh!” maki Lusy yang mencoba menarik kakinya dari cengkraman Luragorn yang terbaring di tanah.



“Jangan! Hentikan! Jangan lukai Lura lagi!”



Lithia tiba-tiba memeluk Lusy dari belakang untuk menghentikan gerakan Lusy. Lusy merasakan lukanya sedikit ditekan dan sontak menyiku serta memukul Lithia beberapa kali, tetapi Lithia tidak melepaskan Lusy, begitu pula cengkraman Luragorn pada kaki Lusy.



“Lura adalah satu-satunya yang kumiliki! Jangan membunuhnya! Kumohon! Hentikan!” teriak Lithia.



“Lepaskan! Dasar putri terkutuk!” teriak Lusy menyiku Lithia hingga kepala perempuan berambut merah ini berdarah karena mendapat hantaman berkali-kali.



“Jika aku kehilangannya ....”



Air mata Lithia menetes dan menghentikan serangan Lusy terhadap Lithia. Lusy tiba-tiba membelalak lebar di saat menyadari sebuah lingkaran sihir berwarna merah terang muncul di bagian lukanya yang bersentuhan dengan tangan Lithia.



*BHOM!



Ledakan api membakar luka Lusy dan membuatnya memuntahkan darah, sontak membuat perempuan yang terluka itu memukul tubuh Lithia menjauh. Dengan napas terputus dan darah mengalir dari mulutnya, Lusy mencoba memanfaatkan api tersebut untuk menutup lukanya sendiri.



Beberapa tulang terasa patah, tetapi Lithia masih belum sepenuhnya kehilangan kesadaran. Posisi perempuan berambut merah itu berada sangat dekat dengan Luragorn, sang kesatria setia yang kini hanya terbaring di tanah.



Lithia melirik ke arah Luragorn sambil memberi senyuman tipis kemudian bergumam setelahnya, “Selama ini kau melindungiku dengan sekuat tenaga. Kali ini giliranku.”



Lithia kembali menatap Lusy dengan tatapan tajam. Perempuan yang sebelumnya terluka di perut itu kini hanya meludahkan darahnya ke tanah sebelum akhirnya menyeringai lebar.



“Putri terkutuk yang lemah, matilah dan tebuslah dosa-dosamu!” teriak Lusy menerjang maju ke arah Lithia yang berdiri dengan tegapnya.



“Aku tidak akan mati, dan kau juga tidak boleh menyakiti Lura!” tegas Lithia memajukan kedua lengannya ke depan.



Lusy menghentak tanah dengan sangat keras dan hanya sekejap saja jarak antara dirinya dan Lithia terpotong hingga keduanya saling bertatapan dengan sangat dekat. Namun meski sangat dekat, tidak ada keraguan di mata Lithia sedikit pun memandang Lusy yang menyeringai sambil bersiap melancarkan pukulan.



Lingkaran sihir berwarna putih tiba-tiba muncul di permukaan tanah melingkupi Luragorn dan Lithia diikuti medan energi yang menghalangi semua yang berada di luar lingkaran sihir termasuk pukulan Lusy yang bertenaga.



Lusy menyeringai sekali lagi dan melancarkan banyak pukulan jab cepat. Meski kekuatan perempuan itu telah berkurang drastis karena serangan gabungan Lithia dan Luragorn sebelumnya, tetapi tidak bisa disangkal bahwa tiap pukulan masih bisa membunuh seorang warga sipil biasa dalam sekali hantaman.



Medan energi yang diciptakan Lithia perlahan retak dan kesadaran Lithia seakan terkuras tiap detiknya. Tetapi ia tidak bisa membiarkan itu terjadi karena Luragorn sekarang terbaring di belakangnya dalam keadaan tidak berdaya.



Lusy mulai kelelahan dan terkadang terbatuk hingga mengeluarkan darah tetapi pukulannya tetap berlanjut meski tidak secepat dan sebertenaga seperti sebelumnya. Lusy menarik lengannya ke belakang dan melancarkan serangan terakhir.



*BRAK!



Medan energi Lithia hancur berkeping-keping dan perempuan berambut merah itu terlempar ke belakang melewati Luragorn dan akhirnya tidak sadarkan diri.



Lusy mengatur napasnya yang memburu kemudian meludahkan darah sekali lagi ke permukaan tanah. Memperbaiki posisi dan menghela napas agak panjang kemudian berjalan ke arah Lithia dengan tatapan tajam menusuk.



“Kalian berdua tidak buruk kurasa. Jika seandainya situasi berbeda, kurasa kalian akan menjadi anggota guild yang berharga, tetapi sayang sekali Lithia harus disingkirkan,” kata Lusy melangkah.



Baru saja selangkah, aura membunuh yang sangat kuat dan berat menyelimuti hingga membuat Lusy sendiri melompat menjauh. Itu adalah Luragorn yang bersusah payah berdiri dengan tubuhnya yang gemetaran.



“Huff~ Jangan membuatku kaget seperti itu,” kata Lusy yang langsung memukul Luragorn dengan sangat kuat disusul cengkeraman pada leher Luragorn setelahnya.



“Kenapa kau sangat bersih keras melindunginya? Dia adalah keluarga Luxorn, apa kau tahu itu?” tanya Lusy sambil mengangkat Luragorn dengan tinggi.



“Tentu saja … aku tahu, Putri Lithia … adalah bangsawan kerajaan Midia,” balas Luragorn agak kesusahan berbicara.



“LALU KENAPA?!” teriak Lusy menguatkan cengkramannya seakan ingin mematahkan leher Luragorn.



“Memangnya … apa yang kau tahu tentang Putri Lithia? Hanya karena masyarakat … membenci keluarganya …, kau ingin mengatakan Putri Lithia adalah orang jahat? PUTRI LITHIA ADALAH ORANG TERBAIK YANG PERNAH KUTEMUI!”



Luragorn menusuk perut Lusy dengan pedang hingga membuat Lusy memuntahkan darah dari mulutnya.



“B*JING*N!” Teriak Lusy yang kemudian membanting Luragorn ke tanah dengan sangat kuat hingga tanah itu hancur dan Luragorn tidak sadarkan diri.


__ADS_1


Lusy terduduk kemudian mencabut pedang yang menancap di perutnya, membuat darah mengucur keluar agak deras. Jantung Lusy mulai berdetak tidak normal dan rasa sakit luar biasa kini menyerang organ dalamnya. Penglihatannya seketika mengabur dan tiba-tiba ia kehilangan kesadaran.


__ADS_2