
"Formasi biasa! Obati warga sipil dan para beastman yang terluka! Lindungi para pendeta yang melakukan penyucian terhadap undead! Kita akan kurangi jumlah tulang di sini!" seru Lusy memerintahkan semua petualang East Wing.
Semua petualang langsung melakukan tugasnya masing-masing. Turun di pertempuran membantu para beastman yang bertempur, mengobati mereka yang terluka, dan mejamin keselamatan pendeta yang melakukan tugasnya. Termasuk Lusy yang juga turun tangan membantu Rolan.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Lusy sambil terus memukul lawannya.
"Seperti itulah," jawab Roar sambil terus mencabik lawannya.
"Kenapa kalian lama sekali?"
"Kami tidak punya satu pun pendeta untuk menyucikan para tulang itu, apa yang kau harapkan?"
"Mana Putri Lithia?"
"Bersama Putri Fsosa, menghadapi pimpinan musuh.”
"Kalau begitu, kita harus cepat."
"Kau benar. Mari selesaikan ini segera."
Tiap pasukan tengkorak yang dikalahkan dengan sekali serang ini membuat para petualang dan beastman terkesima. Dua orang yang mereka anggap sebagai orang terkuat bekerja sama melawan para undead.
***
"Pak, zirah tempur telah siap," kata salah seorang dwarf melalui transmisi radio, tangannya begitu cekatan menekan beberapa panel di sebuah ruang gelap dengan sebuah kapsul besi raksasa.
"Baiklah, aku ke sana. Gunakan batu sihir tipe alpha, aku ingin mengakhiri ini segera," balas komandan dwarf yang sedang bertempur di atas helikopter mininya.
***
Fsosa dan Flowy tampak babak belur dengan beberapa luka di tubuh mereka. Keduanya bernapas agak terputus karena kelelahan melawan Qal. Di lain pihak, Qal tampak sangat bersemangat meski beberapa luka tebasan terukir di tubuh besarnya.
"Ada apa? Majulah! Kelinci sialan! Hahahahaha!" ejek Qal sambil memikul gada besarnya yang meneteskan darah ke tanah.
*WHUSH! BHAM!
Sesuatu jatuh di antara Qal dan kedua beastman kelinci ini. Besi besar setinggi lima meter dengan rangka seperti manusia berlapis zirah baja. Suara gerigi dan gear berderit serta mesin bersuara ribut terdengar dari dalam robot besi itu.
"Pilihlah lawan seukuranmu, makhluk nista!" kata robot besi itu.
Bagian kepalanya tiba-tiba terbuka dan menampakkan komandan dwarf yang sedang mengendalikan robot besar tersebut.
"Pergilah! Aku yang akan melawan gargoyle ini," kata si dwarf pada Fsosa dan Flowy.
__ADS_1
Kedua beastman kelinci ini langsung saja melompat menuju lokasi Qwuq.
"Siapa yang mengizinkan kalian?!" seru Qal mengayunkan gada ke arah Fsosa.
*BHUM!
Serangan tersebut ditahan oleh lengan besi robot dwarf, membiarkan kedua beastman kelinci pergi tanpa terluka.
"Apa yang kau mau? Cebol! Dasar –"
*BHAM!
Kepalan besi dilancarkan ke arah wajah yang membungkam Qal seketika. Siku lengan besi tadi kemudian mengeluarkan peluncur roket yang seketika menyala dan memberi ledakan momentum lebih untuk mendorong kepala Qal.
*DHRUAK!
Kepala Qal menghantam tanah dengan sangat keras dan menghamburkan tanah sekitar hingga pemandangan tertutupi oleh debu-debu tanah yang tersebar.
"Bangun!" seru si komandan dwarf mengendalikan lengan besinya untuk menarik kapak raksasa di punggung robotnya ini. “Si cebol ini yang akan menjadi lawanmu.”
***
Patahan tanah dan puing-puing bangunan berserakan di segala arah. Seorang perempuan berambut merah sedang terduduk dengan kedua kaki terlentang karena sebuah puing besar menghimpit kakinya. Tidak ada orang lain di jarak pandan selain dirinya dan dua orang lagi yang tidak jauh dari tempat Lithia terjebak.
“Sepertinya kau terlalu meremehkanku, manusia,” ucap Qwuq yang kemudian menyentuh perut Luragorn dan seketika sebuah lingkaran sihir berwarna hijau terang muncul tepat di tempat Qwuq menyentuh Luragorn.
Sebuah listrik hijau padat tiba-tiba keluar dari ingkaran sihir dan mendorong Luragorn menjauh hingga tubuh pria itu menabrak jalanan dan terus terseret dengan kuat hingga meninggalkan Luragorn terbaring dengan sisa listrik statis tipis menjalari tubuh.
“Tidak berguna–” Qwuq seketika merentangkan kedua tangannya dan membentuk selubung energi yang melindungi dari dua serangan dari arah yang berbeda, serangan itu berasal dari tusukan tombak Fsosa dan tusukan pedang Flowy.
Qwuq mendorong kedua telapak tangannya dengan cepat dan membuat sebuah lingkaran energi berwarna hijau terang di depan Fsosa dan Flowy. Lingkaran energi itu langsung mendorong paksa kedua beastman wanita itu menjauh hingga keduanya menabrak bangunan dan melubangi temboknya.
Baru saja Qwuq menghela napasnya, Luragorn tiba-tiba menerjang maju meski pedangnya berhenti karena terhalang medan energi milik Qwuq.
“Kapan kalian, makhluk lemah akan belajar–” Lima buah bola api besar dari lima arah berbeda menghentikan kalimat Qwuq.
Bola api yang diciptakan Lithia langsung menghantam Qwuq dan membakar dengan besarnya. Akan tetapi lich ini tidak tersentuh sedikit pun berkat pelindungnya. Lich ini kemudian mementalkan semua bola api di sekitar dengan mudahnya kemudian tersenyum tipis mengejek Lithia.
Luragorn tidak diam di situ dan menghampiri kumpulan bola api tadi dan kemudian mengarahkan pedang peraknya ke arah bola-bola api itu. Pedang perak Luragorn seketika menyerap bola api tersebut yang akhirnya membuat pedang Luragorn sendiri menjadi pedang api yang sangat besar.
Sebuah ayunan yang sangat bertenaga dilancarkan dan Qwuq terpaksa menggunakan kedua tangannya untuk menghentikan tebasan api besar tersebut. Tidak berselang beberapa lama, pelindung Qwuq tiba-tiba retak dan tiba-tiba sebuah tusukan dari rapier tipis menembus melalui retakan itu. Lich ini membelalak seketika di saat ujung mata pedang yang sedikit lagi akan menusuk dirinya.
*BWUSH!
__ADS_1
Luragorn dan Flowy terlempar seketika disusul dengan Qwuq yang mencoba mengatur napasnya sendiri.
“Flowy!” teriak Fsosa yang langsung dimengerti oleh Flowy.
Flowy terlempar menjauh tetapi beastman kelinci ini langsung memperbaiki posisinya di udara dan mengangkat tangannya yang dikepal. Sebuah lambang bidak catur kuda di punggung tangan berwarna jingga seketika bercahaya dan Flowy menghentakkan kakinya menuju Qwuq.
Qwuq membuat energi pelindung sekali lagi tetapi Flowy malah semakin memantapkan posisinya. Flowy tiba-tiba melompat ke arah lich itu dan menusuk dengan sekuat tenaga tetapi serangannya tidak memberi dampak apa pun.
Lich berjubah hitam itu menyeringai dan Flowy melompat ke arah lainnya dan menyerang sekali lagi kemudian berpindah lokasi lagi secara cepat lalu mengulang pola yang sama. Flowy dengan gesitnya memborbardir pelindung Qwuq dari segala arah tanpa jeda layaknya tetesan hujan yang sangat deras.
“Begitukah?” gumam Qwuq menyeringai tipis tanpa mengurangi kewaspadaannya, “Dia juga termasuk petarung perwakilan ras,” mata Qwuq memperhatikan serangan yang datang dari segala arah itu, “Peningkatan pada kaki? Ataukah hanya sekedar meloncat? Sungguh serangan menyedihkan yang layak untuk kelinci mungil.”
Di lain posisi, Lithia berusaha menahan rasa sakit yang menjalar di seluruh kakinya. Luragorn mendekati perempuan berambut merah ini dan hendak memindahkan puing tersebut selagi Qwuq masih sibuk.
“Jangan!” teriak Lithia menghentikan aksi Luragorn.
“Tidak apa Putri Lithia, ini akan cepat,” balas Luragorn.
“Jangan! Kau lihat Flowy di sana? Dia menggunakan kemampuan itu juga.”
“Karena itulah, selagi Qwuq teralihkan–”
“Bantu dia.”
“Tapi kenapa? Ini kesempatan yang bagus.”
“Justru karena ini kesempatan yang bagus, kita harus mengerahkan semuanya pada sekali serangan dan mengakhirinya.”
Luragorn terdiam kemudian mengangguk cepat dengan senyum lebar, “Putri benar, kita harus selesaikan ini dengan cepat.”
Luragorn berbalik menghadap medan pertempuran dan mengangkat kepalan tangannya. Sebuah symbol bidak catur kuda berwarna kuning muncul seketika diikuti dengan pandangan Luragorn yang kehilangan warnanya selain warna hitam, putih, dan abu-abu.
Luragorn langsung menerjang maju dan melancarkan tebasan berkali-kali sebanyak yang ia bisa, sontak membuat Qwuq terkejut sekaligus mendapati retakan pada pelindungnya. Qwuq merentangkan kedua lengannya dan memperkuat pelindungnya sembari menganalisa serangan bertubi-tubi dari dua kesatria ini.
Tidak berselang berapa lama, Qwuq langsung mendapatkan kesimpulan atas perhitungannya. Medan pelindung seketika menghilang dan Luragorn beserta Flowy terpaksa terdorong maju akibat momentum serangan mereka sendiri.
Qwuq menyeringai disusul munculnya lima buah lingkaran energi berlapis di hadapan Luragorn dan Flowy secara cepat. Luragorn dan Flowy terdorong menjauh dengan kekuatan yang dahsyat hingga menembus beberapa gedung sekaligus sebelum akhirnya berhenti.
“Sialan!” teriak Fsosa yang menerjang ke arah Qwuq dengan tombaknya.
Bahkan tanpa pelindung, lich ini menghindar dengan santainya kemudian mencekik beastman perempuan yang pertahanannya terbuka jelas. Qwuq mengangkat Fsosa dengan cukup tinggi disusul beberapa lingkatan sihir berwarna hijau terang muncul di leher dan pergelangan kaki juga tangan Fsosa.
Lich ini menyeringai dan listrik statis hijau besar tiba-tiba muncul menyelubungi Fsosa, memberi sengatan kejut bertekanan tinggi hingga Fsosa kehilangan kesadaran. Qwuq melempar beastman kelinci itu kemudian menatap Lithia dengan tatapan dingin menusuk.
__ADS_1