Takdir sang kesatria

Takdir sang kesatria
Episode 34


__ADS_3

"Posisi?"



"Sesuai pak."



"Ketinggian?"



"Sesuai pak."



"Pasukan?"



"Siap sedia pak."



"Meriam?"



"Siap ditembakkan."



Percakapan antar dwarf di bagian ruang komando menjadi penanda perang yang sebentar lagi akan dimulai. Setinggi tubuh anak- anak dengan badan agak bulat berotot serta janggut dan kumis tebal menjadi ciri khas ras ini.



Memakai zirah tebal dengan kapak dan palu sebagai senjata mereka. Wajah kasar tanpa senyuman menatap ke arah kubah hijau raksasa di depan mereka.



"Berikan sambutan Midfraz untuk para tamu kita!" seru si dwarf yang memakai helm perunggu.



Keluarlah sebuah meriam besar dari masing-masing bawah badan kapal balon besi tersebut. Semua meriam mengarah pada kubah itu. Energi berkumpul dari segala arah dan berpusat di mulut meriam membentuk bola energi raksasa yang berpijar.



"Tembak!"



*DRWASH!



Partikel energi menghantam bagian atas kubah hingga menghasilkan ledakan besar yang mengguncang dan mendorong udara sekitar. Warna jingga terang dari ledakan besar membuat semua terpana sebelum garis retakan terbentuk di permukaan kubah. Menjalar cepat ke semua bagian dan sisi.



"Serang!" perintah Fsosa sekali lagi.



Para beastman menyerang dinding kubah yang retak dengan segenap kemampuan mereka hingga kubah hijau itu pun pecah dan memudar di udara membiarka para pasukan beastman menyerang masuk.



"Obati yang terluka! Amankan warga sipil! Serang istana Midia!" seru Fsosa dengan sigapnya diikuti teriakan para pejuang.



"Putri Fsosa," kata Lithia menatap Fsosa.



"Ya, baiklah. Kau benar, kita berempat akan melawan dalangnya," kata Fsosa menuntun Flowy, Lithia dan Luragorn.



***



"Apa yang harus kita lakukan, Qwuq?" tanya Buron dengan agak risih.



Masih dalam ruang tahta, raja manusia ini menatap ke arah kumpulan beastman yang mengarah ke istana Midia. Sesosok berbadan kurus tinggi muncul dari dalam kegelapan. Memakai jubah hitam yang menutupi seluruh permukaan tubuhnya, orang itu perlahan mendekat ke arah Buron.



Jubahnya tidak menyentuh lantai, begitu pula kakinya yang tidak tampak menyentuh lantai pula. Orang yang mengambang ini akhirnya memperlihatkan wujudnya di bawah sinar matahari.

__ADS_1



Wajahnya seperti wajah manusia yang sangat tua dan sangat kurus. Tampak di wajahnya hanyalah tengkorak berlapiskan kulit. Matanya seakan bercahaya terang dengan warna hijau gelap.



"Hmn ... kau memang tidak berguna," kata Qwuq dengan santainya.



"Hah?! Apa yang kau bilang?!" kata Buron memasang wajah kesal.



"Kau sudah tidak berguna lagi," ucap Qwuq menyentuh dada Buron dengan tangan kurusnya yang keriput, "bersyukurlah, karena menjadi bagian dari rencananya yang hebat."



Qwuq mengepal tangannya cepat dan tampaklah sebuah material transparan berwarna putih di genggamannya seperti menggenggam ujung kain. Qwuq menarik tangannya dan benda putih itu tertarik paksa dari tubuh Buron, menjatuhkan tubuh Buron ke lantai dingin dalam keadaan kurus kering lagi tak berdaya.



Qwuq terbang keluar kemudian mengangkat kedua tangannya sambil merapal sesuatu. Gumpalan putih yang tadinya berkumpul di puncak kubah kini memadat lalu merapat. Rapalan mantra berwarna hijau gelap memutari gumpalan putih itu hingga warnanya berubah menjadi warna hijau dan mengeluarkan sambaran petir statis tipis yang juga berwarna hijau gelap.



Tidak lama setelah itu, gumpalan berwarna hijau tersebut membuat gerakan-gerakan kecil kemudian meneteskan bagiannya ke tanah seperti cairan karet kental. Seketika gumpalan itu terputus dan bagian yang terputus tadi menyentuh tanah lalu pecah berhamburan, memperlihatkan sesosok tengkorak setinggi dua meter dengan zirah hitam dan aura kematian di sekitarnya.



Bukan hanya satu, tapi banyak prajurit tengkorak muncul dari gumpalan hijau tersebut. Proses itu terjadi berulang-ulang hingga gumpalan mengecil dan menghilang digantikan pasukan tengkorak berzirah hitam.



Qwuq tidak berhenti di situ, ia juga merapal manta lain dan terbentuklah lingkaran sihir besar di sampingnya. Lingkaran sihir itu mengeluarkan listrik statis berwarna hijau gelap yang kemudian merobek ruang di sekitarnya, membuka paksa portal menuju tempat lain.



Kumpulan gargoyle bersayap keluar dengan deras seperti sekawanan lebah yang disusul oleh gargoyle besar setinggi lima meter tanpa sayap dengan tanduk terbakar.



Para dwarf seketika mengeluarkan pasukannya berupa helikpoter mini yang hanya cukup satu dwarf saja. Helikopter besi dengan beberapa senjata proyektil dan juga senapan sihir melapisi kendaraan terbang ini.



*NGWUSH!!!




"SERANG!" teriak para beastman yang telah dalam wujud [pelepasan kebuasan].



Para beastman dengan beragam bentuk hewan berhadapan dengan para prajurit tengkorak. Dipimpin oleh Rolan, semuanya tidak menahan diri untuk mengeluarkan serangan terhebat masing-masing. Pertempuran berlangsung pula di permukaan tanah dan tidak menyisakan daerah yang aman untuk beristirahat.



***



"Lithia, Lura, lawanlah lich yang di sana. Hanya pemurnian yang mempan terhadap undead," kata Fsosa setelah melihat gargoyle besar dan juga lich tidak jauh di depan mereka. "Aku dan Flowy akan menahan makhluk besar itu."



Keempatnya segera berpisah kemudian. Fsosa dengan tombak serta Flowy dengan rapier miliknya akan berhadapan dengan gargoyle besar. Lithia dengan tongkat sihirnya serta Luragorn dengan pedang sihirnya akan berhadapan dengan Qwuq.



***



"Wah ... wah ... lihat ini, sepasang kelinci. Apa kalian kehilangan wortel kalian?" ejek si gargoyle dengan seringaian di wajanya. "Namaku Qal, ingatlah itu di alam sana!"



Qal langsung memukul tanah hingga terangkat di udara. Kedua beastman kelinci ini segera saja melompat cepat di antara puing-puing tanah yang beterbangan, menuju Qal yang menyeringai lebar.



Qal memukul ke arah Fsosa yang membuat Fsosa menusukkan mata tombaknya ke punggung tangan Qal hingga menancap ke permukaan tanah. Flowy mengambil momentum itu dan segera menerjang ke arah wajah Qal. Flowy dengan gesitnya menusuk ke depan, tetapi serangannya dihentikan oleh tangan Qal yang satu lagi.



*BHUK!



Sebuah tendangan kuat di rahang oleh Fsosa membuat Qal termundur disusul oleh tusukan bertubi-tubi milik Flowy ke arah wajah yang terbuka itu. Qal terjatuh dengan banyak luka tusukan yang mengeluarkan darah.

__ADS_1



Fsosa melompat mundur segera kemudian mengambil tombaknya yang tertancap tadi lalu mengiris lengan Qal secara cepat hingga banyak luka goresan terbentuk.



Qal berotasi di tempat menjaga posisinya agar tidak mendapat serangan tambahan. Fsosa dan Flowy mundur segera dan bersiap di tempat untuk menghadapi yang terburuk.



"BINATANG RENDAH! BERSIAPLAH MENERIMA AJALMU!" teriak Qal menarik sebuah gada besar berduri yang tergantung di punggungnya.



***



"IGNIS!"



Badan Qwuq tiba-tiba terbakar api seketika disusul oleh tebasan bertenaga dari Luragorn. Qwuq memajukan lengannya seakan menahan sesuatu. Tebasan Luragorn terhenti beberapa senti dari tangan Qwuq seolah ada penghalang yang sangat kuat di depannya.



Qwuq memajukan tangannya yang satu lagi ke depan dan terhempaslah Luragorn beseerta api milik Lithia.



"Manusia menyedihkan, sadarilah posisimu." Kata Qwuq memandan rendah Luragorn dan Lithia.



***



*DRTTRT!!!



Suara senapan mesin menembakkan besi bulat ke arah gargoyle. Para gargoyle yang banyak seakan tidak ada habisnya, membuat para dwarf tidak bisa membantu mereka yang melawan pasukan tengkorak.



*JRASH!



Satu lagi tebasan membunuh prajurit tengkorak, tetapi tidak lama setelah itu mereka bangkit lagi dari kematian, begitu seterusnya. Pertempuran yang tidak ada habisnya ini perlahan menguras tenaga para beastman dan juga dwarf.



Sekitar tiga jam lamanya pertempuran berjalan, tetapi belum membuahkan hasil apa pun. Bahkan pihak beastman dan dwarf mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.



"Dwarf! Tidak bisa kah kalian menembak dengan meriam sekali lagi?!" teriak Rolan pada komandan dwarf.



"Tidak bisa, batu sihir untuk meriam pemusnah telah habis. Bertahanlah seperti ini!" balas komandan dwarf yang juga sibuk bertempur di udara dengan helikopternya.



"CK! SIALAN!"



*JRASH!



Ketus Rolan sambil mencabik salah satu prajurit tengkorak. Pertahanan Rolan sedikit terbuka karena emosi sebelumnya, melengahkan penjagaannya sejenak dan membuatnya tidak sadar bahwa dua prajurit tengkorak sedang mengayunkan pedangnya dari belakang.



*BHUM!



Tubuh tengkorak itu hancur berkeping-keping setalah mendapat hantaman kuat.



"Hahaha! Kurasa kau bisa lengah juga rupanya."



Mata Rolan membulat setelah melihat orang yang baru saja menolongnya. Itu adalah Lusy dan di belakangnya terdapat banyak petualang East Wing beserta beberapa pendeta yang siap tempur.


__ADS_1


__ADS_2