
Qwuq melayang mendekati Lithia yang tampak gemetaran, tatapannya tidak berubah dan siap melakukan serangan terbaiknya. Lich berjubah hitam itu mengangkat sebelah tangannya dan lingkaran sihir berwarna hijau muncul dari atas telapak tangannya.
Baru saja Qwuq ingin menyerang, ia langsung membentuk sebuah pelindung energi yang sangat kuat karena merasakan aura mengintimidasi yang menakutkan. Qwuq berbalik dan mendapati sebuah kepalan gauntlet emas menuju tepat ke arah wajahnya.
*BHUK!
Qwuq terlempar seketika dari tempat ia berdiri. Lithia membelalak kemudian tersenyum, “Ketua Lusy!”
“Maaf terlambat, sepertinya dia membuat kalian babak belur ya?” Lusy tersenyum kemudian mendekati Lithia.
Lusy mencengkram puing bangunan yang menimpa Lithia kemudian mengangkat dan melemparkannya menjauh. Perempuan dengan gauntlet itu kemudian berbalik ke medan pertempuran sambil menyeringai lebar.
“Sembuhkan kakimu terlebih dahulu, aku akan melawan undead terkutuk itu.” Lusy menerjang maju menghampiri Qwuq yang sedang terbaring menatap langit.
Qwuq segera berdiri dan geram dengan serangan yang ia terima. Lich ini melihat Lusy yang datang ke arahnya, membuat Qwuq semakin kesal lalu simbol bidak catur pion berwarna ungu muncul dan bersinar di dahinya. Lich ini memunculkan lima ingkaran sihir berwarna hijau terang berdiameter dua meter. Dari lingkaran sihir itu kemudian keluar listrik hijau padat besar yang segera menyerang Lusy layaknya hujaman tombak.
Lusy terus berlari maju dan menghindari serangan yang datang. Tiap serangan yang meleset dan menghantam tanah membuat permukaan tanah itu sendiri hancur seketika dan menghamburkan puing-puing serta debu-debu ke udara.
Lusy terus menghindar dan maju hingga ia kini berada tepat di hadapan Qwuq yang pertahanannya terbuka. Akan tetapi Qwuq kemudian menyeringai lebar dan muncullah lingkaran sihir hijau berdiameter lima meter antara dirinya dan Lusy.
Listrik statis padat selebar tiga meter persegi keluar dari lingkaran sihir dan mendorong Lusy menjauh sekaligus menyengat perempuan itu hingga ia terus terseret dan menabrak beberapa bangunan, terus terseret hingga keluar wilayah istana.
Qwuq tertawa dengan penuh kepuasan karena bisa membalas orang yang baru saja melukainya, “Hahahaha! Dasar makhluk rendah! Kalian tidak pantas berhadapan denganku!”
Di lain tempat, Lithia menggungakan sihir penyembuhan untuk mengobati kakinya sendiri agar tidak terjadi pendarahan lebih parah. Tidak berselang beberapa lama, Rolan datang dan membawa Fososa yang terbaring tidak sadarkan diri.
“Nona Lithia, bisakah Anda membantu? Kumohon bantulah Putri Fsosa.”
Lithia tersenyum tipis kemudian mengangguk pelan, “Tentu, bawa dia kemari.”
Rolan membaringkan Fsosa di samping Lithia kemudian menatap Qwuq sambil menahan rahangnya yang bergemeretak, “Akan kubunuh dia.”
Rolan berlari menuju Qwuq yang hanya tertawa di tempatnya ia berdiri. Lich itu kemudian memandang rendah Rolan lalu memajukan kedua tangannya ke depan. Dua buah lingkaran energi berdiameter tiga meter dan lebar setengah meter muncul di depan talapak tangan Qwuq.
Dua buah lingkaran energi melesat maju ke arah Rolan dengan cepat, membuat beastman singa ini memasang kuda-kuda dan bersiap memukul serangan tersebut. Lingkaran energi pertama datang dan Rolan memukulnya dengan sekuat tenaga hingga lingkaran sihir itu hancur, tetapi lingkaran sihir kedua menyusul dan mendorong Rolan dengan sangat kuat hingga menghempaskan beastman singa ini.
Rolan bangkit dari kejatuhannya lalu menatap ke depan dan mendapati beberapa lingakran energi besar sedang menuju ke arahnya. Rolan langsung melompat ke samping sigap kemudian memasang kuda-kuda yang mantap karena tidak jauh di depannya, kumpulan lingkaran energi sedang menuju ke arah beastman singa ini.
Rolan berteriak keras dan melakukan pukulan bertubi-tubi tanpa henti, menghancurkan semua serangan yang datang tidak ada habisnya. Qwuq tertawa dengan lantangnya sambil terus melakukan serangan terhadap Rolan.
*BWUSH!
Tiba-tiba Lusy berada di depan Qwuq yang seketika membungkam lich ini. Mata membelalak memperhatikan Lusy yang menyeringai sambil melancarkan sebuah pukulan telak ke arah Qwuq.
*BRUK!
Qwuq terhantam dengan sangat keras dan menghempaskan tubuh lich ini ke arah istana, menghancurkan tembok istana itu sendiri serta menyebarkan debu dan puing ke segala arah.
“Kau boleh juga, bisa menahan serangannya,” kata Lusy melirik Rolan.
“Hah! Jangan besar kepala. Tanpa kau pun aku bisa,” balas Rolan menyeringai dan menampakkan deretan gigi taringnya.
***
Di balik pemandangan yang kacau dari banyakhnya bangunan rusak, seorang perempuan berambut merah tengah mengobati seorang beastman wanita yang terbaring tidak sadarkan diri. Dengan sangat hati-hati, Lithia menggunakan sihir penyembuhan pada Fsosa agar bisa sadarkan diri secepatnya.
Tidak berselang berapa lama, Fsosa perlahan membuka matanya yang terasa agak berat lalu tersadar akan hal yang harusnya ia lakukan. Beastman kelinci ini spontan berdiri meski tubuhnya tampak masih bergetar.
“Tidak perlu memaksakan, ketua Lusy dan tuan Rolan sudah datang,” kata Lithia tersenyum ramah.
“Syukurlah,” Fsosa menghela napas lalu duduk di tempat mencoba menstabilkan kondisi tubuhnya.
__ADS_1
“Putri! Putri Lithia!” Teriakan itu seketika membuat Lithia kegirangan.
Luragorn dengan kondisi babak belur sedang membopong Flowy yang tidak bisa berjalan. Kedua kesatria ini tampak tersenyum tipis mendapati Tuan mereka masing-masing masih hidup dalam keadaan baik-baik saja.
“Putri Lithia, Anda tidak apa?” tanya Luragorn khawatir.
“Putri Fsosa, Anda baik-baik saja?” tanya Flowy mengikuti.
“Ya, kami tidak apa,” jawab Lithia tanggap.
“Tapi harus kuakui, lich itu sangat kuat. Bahkan kita berempat tidak bisa memberi satu pun bekas goresan berarti,” kata Fsosa memandang bagian istana yang hancur akibat pendaratan Qwuq yang mulus.
Tiba-tiba lingkaran sihir berwarna hijau gelap muncul di atas istana dengan diameter lima puluh meter. Semua mata tertuju pada satu titik, tetapi bukan pada lingkaran sihirnya, melainkan sesosok yang melayang tepat di bawahnya. Itu adalah Qwuq yang tampak diselubungi aura hijau pekat dan mata lich itu tampak mengeluarkan cahaya hijau.
“Kalian piker bisa menang karena ini wilayah kalian? Akulah yang akan menang karena ini adalah wilaya kalian!”
Simbol bidak catur pion di dahi Qwuq berubah menjadi symbol bidak catur ratu disusul dengan beberapa listrik hijau yang keluar dari lingkaran sihir dan menyambar semua yang ada di bawahnya hingga merusak semua yang terkena.
Qwuq menatap ke arah Rolan dan kemudian memajukan sebelah tangannya ke arah beastman singa itu. Sebuah energi sangat padat sepanjang lima tujuh kubik persegi muncul dan melesat menuju Rolan.
Rolan memperbaiki posisinya dan menahan energi padat tersebut dengan kedua tangan dengan susah payah hingga urat nadi muncul di permukaan kulitnya yang berlapiskan rambut kecokelatan. Rolan merapatkan rahagnya dan mencoba menahan sekuat tenaga hingga tanah pijakannya ikut turun dari tanah di sekitar.
*BRUAK!
Tanah berhamburan ke sekitar dan Rolan tertindih oleh serangan telak Qwuq, melubangi tanah sedalam beberapa meter. Lusy berdecak tetapi bukan saatnya untuk khawatir karena di depannya ada sebuah listrik statis selebar lima meter mengarah tepat ke arah perempuan ini. Lusy meloncat menghindar dengan sigap dan listrik itu berbelok mengikuti Lusy.
*ZZZTH!
Sengatan listrik padat bertegangan tinggi menyerang Lusy dan melumpuhkan perempuan ini seketika, meninggalkan sisa listrik statis tipis yang masih melekat pada tubuh Lusy.
“Jangan!” teriak Rolan memotong kalimat Luragorn, “Kalian tidak akan bisa melawannya,” Rolan berjalan keluar dari lubang tempat ia tertindih sebelumnya, “Tidak dengan tingkat kemampuanmu yang sekarang.”
Tubuh Rolan babak belur dan mengeluarkan darah dari beberapa pembuluh darahnya yang terluka akibat tekanan yang besar. Dengan agak sempoyongan, beastman singa ini berjalan ke arah Fsosa.
“Putri, sepertinya kali ini aku harus menggunakannya,” kata Rolan menyeringai
Fsosa menganggup sigap, “Baiklah!”
Rolan berdiri tegap menatap Qwuq dan tiba-tiba saja sebuah symbol bidak catur benteng muncul di bahu Rolan. Beastman singa ini tersenyum kemudian mengaum keras hingga Lithia, Luragorn, Fsosa serta Flowy harus menutup telinga mereka.
Luragorn menelan ludahnya ketika melihat symbol bidak catur di bahu Rolan, “Nona Fsosa, apa dia juga?”
“Ya,” jawab Fsosa menyeringai tipis, “Dan kemampuannya hanya kemampuan dasar.”
“Kemampuan dasar?” tanya Lithia ingin tahu.
“Peningkatan fisik.”
Luragorn dan Lithia terdiam mendengarnya. Tidak sama seperti percepatan Luragorn atau pun Lompatan Flowy, kemampuan Rolan tergolong sederhana.
“Tapi,” Fsosa melanjutkan kalimatnya, “Itu adalah kemampuan yang paling cocok untuk Rolan.”
Rolan mengaum sekali lagi kemudian melakukan pukulan bertenaga ke arah Qwuq dan menghancurkan tanah pijakannya sendiri di saat ia mendorong kepalan tangannya ke depan. Kumpulan udara sangat padat diluncurkan akibat pukulan Rolan dan membuat Qwuq bereaksi cepat membuat energi padat lima meter kubik persegi. Namun tetap saja Qwuq terdorong mundur meski medan energi yang diciptakan Qwuq hanya retak saja.
Luragorn dan Lithia membelalak dengan apa yang mereka lihat. Sekali hempasan pukulan bisa membuat ledakan tekanan udara seperti itu. Keduanya hanya menelan ludah karena terlalu terkejut dan akhirnya mematung setelahnya.
“Dasar tukang pamer. Kau pikir aku akan membiarkanmu bersenang-senang sendirian?”
Lusy bangkit dari kondisinya dengan listrik statis yang masih menempel di tubuh. Perempuan ini merapatkan kedua telapak tangannya dan menutup mata pada posisi berdiri tegap seakan berdoa.
__ADS_1
“Oh Dewi Mitaya, Dewi yang menaungi kami semua. Pinjami aku sedikit kekuatan untuk melawan mereka yang jauh darimu. Kabulkanlah permintaan hambamu ini.”
Tubuh Lusy seketika mengeluarkan cahaya putih dari seluruh tubuhnya setelah mengucapkan doa tersebut diikuti dengan senyum tipis di wajahnya sekarang. “Aku tidak percaya, dia memaksaku untuk berdoa.”
“Luragorn! Masuk ke dalam istana! kau urus Buron. Akan kami tangani hantu terbang itu,” perintah Lusy diikuti anggukan cepat Luragorn yang bergegas menuju istana mencari Buron.
Qwuq yang melayang di tempat ia berada merasakan aura yang sangat tidak nyaman dari Rolan dan Lusy. Seolah keduanya berada di tingkatan yang berbeda dari sebelumnya.
“Aku tidak ingin menggunakan ini, tetapi sepertinya aku tidak punya pilihan,” Qwuq mengangkat kedua tangannya ke atas dan terbentuklah sebuah lingkaran sihir berwarna hijau gelap di langit.
Radius seratus meter dan mengeluarkan cahaya yang senada dengan warna lingkaran sihir itu sendiri. Semua mata yang berada di medan pertempuran tidak bisa mengalihkan perhatian mereka dari lingkaran sihir raksasa itu.
Qwuq menyeringai dan keluarlah sebuah aliran listrik raksasa berwarna hijau gelap selebar sepuluh meter dan membentuk tampilan seperti naga yang marah. Semua mata membelalak ketika melihat naga listrik tersebut. Petualang East Wing, Beastman, dan Dwarf terpaku sesaat melihat monster yang meliuk-liuk di langit. Beberapa listrik kecil tampak keluar dari bentuk naga tersebut dan menyengat sekitar layaknya cambuk tipis, semakin menambah hujan keringat pada mereka yang menyaksikan. Semua kecuali dua prang.
“Sebepara kuat lemparanmu?” tanya Lusy mendekati Rolan dengan santainya.
“Cukup kuat untuk mencapai wajah jeleknya. Kau sendiri?” Rolan memasang seringaian hingga beberapa taringnya terlihat.
“Jangan khawatirkan aku,” Lusy sontak berlari ke arah Rolan dengan cepat, “Keluarkan lemparan terbaikmu!”
Rolan menanggapi ide Lusy dan memasang kuda-kuda yang sangat kokoh. Beastman singa ini menyalurkan semua kekuatannya pada sebelah lengannya yang teturun dan menegangkan kedua kakinya dengan sangat. Lusy melompat ke arah Rolan dan Rolan langsung mengayunkan tangannya dari bawah ke atas dengan sangat bertenaga. Telapak tangan Rolan yang besar menyentuh kedua telapak kaki Lusy yang telah bersiap di posisinya.
*BWUSH!
Tanah berhamburan dan udara terbelah di saat Rolan meluncurkan Lusy sekuat tenaga ke arah Qwuq. Qwuq menyeringai tipis dan mengarahkan naga listriknya menerjang Lusy. Akan tetapi seringaian tadi menghilang di saat kepalan tangan Lusy yang maju ke depan membelah naga listrik tersebut.
“Qwuqjarhujar. Kau tidak bisa mengalahkan mereka dengan kemampuanmu yang seperti itu. Kau tidak berguna lagi.”
Qwuq tiba-tiba mendapat sebuah telepati yang membekas di kepalanya. Suara berat itu berasal dari orang yang sangat ia ketahui. Pria yang menjadi penguasa dataran Balar. Tuan yang ia layani tanpa pertanyaan. Dan orang itu baru saja menghubungi Qwuq melalui telepati.
Simbol bidak catur di dahi Qwuq tiba-tiba hancur seketika dan membelalakkan mata lich ini dengan perasaan syok mendalam hingga ia tidak sadar bahwa Lusy telah berada di depannya sekarang. Lusy menghujamkan pukulannya dari atas dan memukul Qwuq ke permukaan tanah dengan sangat keras hingga membelah udara, menghancurkan semua material yang ada dan mendorong gelombang debu ke sekitar.
“Lithia! Sekarang!”
Seruan Lusy ditanggapi oleh Lithia. Lithia merapatkan kedua telapak tangannya dan merapal mantra penyucian. Tubuh Lithia mendadak bersinar diikuti dengan tulisan kuno yang muncul mengelilinginya. Lingkaran putih muncul di bawah Lithia, begitu pula dengan Qwuq.
Qwuq hanya terdiam merelakan dirinya untuk disucikan karena ia terlalu terpukul atas kejadian yang baru saja menimpanya. Tuan yang selama ini ia layani dengan setia kini membuangnya begitu saja.
Lingkaran putih muncul di bawah Qwuq dan keluarlah rantai-rantai putih yang melilit lich ini diikuti kemunculan lingkaran putih lain di atas Qwuq. Pilar cahaya terbentuk tepat beberapa saat lingkaran putih kedua muncul dan menyucikan undead ini dari dunia.
“Tuanku …. Kenapa?” gumam Qwuq yang tubuhnya perlahan memudar dan menghilang ditelan cahaya putih terang.
*ZYUNG!
Proses penyucian selesai dan Lithia jatuh pingsan. Fsosa memegangi Lithia sebelum wajah perempuan berambut merah ini menyentuh tanah. Semuanya terduduk setelah pertempuran panjang dan Fsosa tertawa kecil pada Lithia.
“Harusnya kau melihat kemenangan ini, Ratuku,” gumam Fsosa tersenyum tipis.
***
“Hahahaha! Kau akan mati! Kalian semua akan mati!”
Gelak tawa keras dikeluarkan oleh seorang pria yang tampak kurus kering di ruang tahta yang kosong. Hanya ada dua orang di situ, Buron yang bersandar dengan sisa kesadaran yang ia punya dan Luragorn yang siap menebas kepala raja manusia ini.
“Kaulah yang akan mati,” kata Luragorn dengan wajah datar sambil mengangkat pedang peraknya.
“Hahahahaha! Tuan Vandalus akan membunuh kalian semu–”
*JRASH!
__ADS_1