TAKDIR TAK SALAH

TAKDIR TAK SALAH
Bisik ( 1 )


__ADS_3

Untuk tulang rusuk-ku yang masih bersembunyi dalam tembok penantian.


Entah siapa yang salah!! Manusiakah yang terburu-buru atau memang takdir yang bergeser 180 derajat dari naskah hidup? Jangan-jangan syahawat-lah yang kalah dalam pertempuran Qadha menjelang Qadr- nya.


Eheem, kalau Tuhan yang dipersalahkan


rasanya terlalu bodoh untuk berani mengatakan itu, afala ta’qilun? Untuk apa ia anugrahi kita akal?


Yang pasti, manusialah yang sudah keracunan kata ’harus’ dan maunya serba instan tanpa mempertimbangkan bahwa Tuhan anugrahkan kasih sayang- Nya ketika kita dalam keadaan tenang, bukan tergesa-gesa, kamu harus pahami itu! Atau kehadiran-Nya memang sengaja Ia munculkan ketika anak Adam sudah ‘mantap’ untuk mengambil keputusan ‘dia-lah pilihan


hidupku’.


Mungkin-kah Tuhan mau membisikan kata, “dia lah, yang seharusnya untuk kamu, bukan si B. Makanya jangan terburu-buru!.” Apa mungkin juga, Iblis tidak mau rencana mulia


ini berjalan sesuai rencana yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari?! Keputusannya sudah bulat, aku harus menikah titik!!! Teriak Haidar mencoba meyakinkan hati-nya.


Hati-hati cobaan akan datang ketika mendekati hari H-nya, Setan tidak tinggal diam untuk menggoda, bukan saja dari satu arah mata angin, tetapi empat bahkan lebih. Kamu akan dihantam habis-habisan, entah itu kesabaranmu menyikapi keras kepalanya


calonmu, ingat!menyatukan dua kepala itu tidak mudah Haidar! Dan jangan menuntut kesempuraan dari manusia yang jauh dari sempurna, kamu harus berani menatanya, mengarahkannya, membimbingnya karena dia amanah yang Tuhan berikan untukmu.


Memang syurga ada di bawah telapak kaki-nya kelak, tetapi ingat kunci syurga itu ada di tangan seorang suami, dari tangan-mu lah kunci syurga itu harus kau berikan.


Masih ingatkah kau Haidar! Cerita guru ngaji kita, tentang seorang istri yang bertahan di dalam rumahnya, lantaran dia tidak berani sejengkal pun untuk keluar dari bibir daun pintu, karena dia menta’ati perintah sang suami yang melarang untuk menerima tamu atau keluar dari rumah sepeninggalan-nya ke medan perang bersama Rasulallah.


Padahal terdengar kabar, bahwa ibu dari wanita sholeha itu tengah menjelang sakratul


maut dan menunggu kedatangan putrinya. Sampai akhirnya meninggal dunia, tetapi


wanita ini tidak punya nyali untuk melanggar apa yang sudah suaminya titipkan.


Sekalipun seorang ibu yang melahirkannya dengan kelemahan-kelemahan yang


memuncah tetapi tetap saja dia tidak berani untuk menggadaikan amanah sang suami sebelum ia kembali dari medan perang.


Tau-kah kamu apa balasannya untuk istri seperti itu?! Allah bebaskan ibu-nya dari siksa

__ADS_1


kubur dan adzab akhirat dikarenakan memiliki anak yang soleha, istri yang sebegitu ta’atnya kepada suami.


Mudah-mudahan calon istrimu nanti seperti itu. Jangan cari calon istri yang lancang keluar rumah tanpa sepengetahuan-mu, jangan cari calon istri yang rentan tertipu


bisikan harta dan akhirnya meninggalkanmu karena kamu lelaki miskin, kamu hanya


penulis yang uang sakunya tidak seberapa untuk membiayai kebutuhan hidup yang


semakin tinggi.


Jangan sampai Haidar…..,kamu ditinggalkan


oleh istrimu nanti, karena dia tidak sanggup


hidup susah dengan penulis kere seperti kamu.


Karena di negeri ini penulis dan


sastrawan tidak seperti selebritis yang selalu di elu-elukan, hanya segelintir orang saja yang karyanya mampu menembus penjualan ribuan buku dan untuk terbitan berikutnya, dia tidak mampu lagi menulis karya yang sebanding dengan hasil tulisannya yang pertama.


“Hampir tujuh puluh persen.”


“Loh, yang tiga puluh persennya?.”Tanya hati kecil.


“Menunggu orang yang baik hati memberikanku uang untuk membeli mas kawin sebagai maharnya nanti.”


Sudah ada?


“Entahlah! Karena aku yakin Tuhanku Maha Kaya. Dan Ia juga tahu seberapa besar niatku


untuk menjaga kesucian agama dan keluarga ku.


Aku yakin dengan janji-Nya, akan membuka pintu rezeki bagi meraka yang ingin melangsungkan perlehalatan mulia ini?!”


Cukup menarik! Kamu masih bisa tenang padahal perayaan walimah-nya sudah beberapa hari lagi.

__ADS_1


“Karena keyakinanku saja yang membuat diri ini lebih tenang, kalau tidak tenang bisa-bisa stress alias gila!”


Baguslah kalau kamu punya keyakinan seperti itu, Siapa nama calonmu itu?


"Nanda Nabila Putri.”


Lumayan, mudah-mudahan perangainya sesuai dengan namanya. Amin. Maukah kau ceritakan kepadaku bagaimana kamu bisa bertemu dengan Nanda, mungkin lebih pantas aku memanggilnya seperti itu.


“Akan aku ceritakan.Hanya untuk kamu!”


Kamu kenal dia sudah lama? Pakai acara pacaran seperti yang lain? Atau melalui proses Ta’aruf, seperti jama’ah tarbiyah pada umumnya, dikenalkan oleh guru ngaji atau teman-teman ?


“Aku tidak kenal itu semua.Yang aku tahu Rasulku tidak kenal ta’aruf dan pacaran.


Aku putuskan menikah yaaah menikah begitu saja! Terlalu letih kalau harus mengulang kenakalan-kenakalan saat aku menginjak umur belasan tahun, pacaran hanya menang nantang-nenteng sana dan sini saja, aku sendiri tidak mau mengecewakan wanita yang aku nikahi melalui proses ta’aruf ketika tidak cocok dicampakan begitu saja. Pacaran dan ta’aruf hanya menghasilkan barisan sakit


hati.Huft!


Aku tidak mau menghabiskan waktu lagi, saatnya melengkapi separuh agama-ku dengan menikah. Sekaligus aku mau membuktikan kebenaran-kebenaran janji Allah dan Rasulku, dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki- laki dan perempuan.


Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan


karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui, An-nur ayat 32 inilah yang aku yakini dan Riwayat Ahmad, bahwa ada tiga golongan yang akan Allah tolong seseorang yang menikah demi menjaga kehormatannya. Aku akan buktikan itu,….”


Baguslah kalau memang seperti itu keyakinanmu. Toh, perampok saja bisa berhasil, masa kamu yang niat ingin menikah gara-gara takut sama Allah tidak dimudah-kan jalan. Insyallah kamu akan temukan


kemudahan itu.


“Amin”


Haidar sering kali berdiskusi dengan suara hati, karena hati kecilnya lah sebaik-baiknya tempat berbagi cerita, walau terkadang masih perlu dipertimbangkan kembali apa yang diucapkan kata hatinya, tempat ia berbisik dan bercerita.


Haidar sudah merasakan lelahnya mencari pasangan yang dia sendiri pernah mengalami ruginya jika memilih pacaran. Haidar mencoba mengesampingan istilah 'pacaran dalam hidupnya' bukan lantaran ia seorang yang alim dalam ilmu agama, tetapi lebih memikirkan waktu yang ia miliki terasa terbuang sia-sia, dan sebelum memilih untuk tidak membuka hati dengan jalan yang pernah ia lalui.


Pacaran baginya, hanya meninggalkan trauma, merusak waktu serta memendam potensi yang ia miliki, menjauhkan dirinya dengan orang-orang terdekatnya, dan yang terpenting merusak kejiwaan dirinya.

__ADS_1


Untuk itulah, hubungannya dengan Nanda pun ia tidak mau lagi menyematkan pacaran, dan biarlah kehidupan di depannya menjadi sebuah misteri.


__ADS_2