
Terkadang terburu-buru itu tidak baik, terlalu berlama-lama untuk mengenal satu sama lain juga tidak bagus, jika kamu benar-benar yakin tentang pernikahanmu, satu bulan itu begitu singkat untuk kamu mengetahui siapa pasangan-mu itu.
Jangan sampai kecewa sebelum menjatuhkan pilihan, lima menit salah memilih bukan lagi kamu akan menyesal tiga,empat atau lima tahun, tetapi seumur hidup.
Apa kamu mau seperti para selebritis yang dengan mudah-nya mempermainkan ritual sakral? Gonta- ganti pasangan seenak hati, yang pantas seperti itu hanyalah gibas dan
*sejenisnya.
Apa kamu mau disamakan dengan binatang? Tidak mau bukan!? Karena cinta bukan nafsu semata, cinta itu asma Tuhan yang harus kamu jaga kesuciannya.
Andai manusia tahu bagaimana langit bergetar dan ribuan malaikat bersaksi, Ijab Qobul bukan sekedar menyelamatkan harga diri atau menyenangkan hati para undangan
yang sudah terlanjur datang. Apalah arti ribuan undangan yang berdandan heboh,
dengan ribuan malaikat yang turun sbg saksi. Pikirkan Arsy Allah yang bergetar
saat kalimat itu diucapkan...!
Sejak detik itu, kamulah yang menanggung segala dosa dia. Kamu yang bertanggung jawab terhadap *baik buruknya.
Kamu yang berkewajiban menuntunnya ke surga, atau justru kamu yg ikut terseret ke neraka karena dia. Kewajibanmu tak cuma menikahinya, tapi jg mengawininya. Dzolim namanya klo kamu berani menikahi tanpa bisa menafkahi ( lahir maupun batin), renungkan itu Haidar?
“Insyallah aku pahami itu.”
Oh, iya dimana kamu bertemu dengan calon mu itu?
“Facebook.”
Apa?!Kamu menikahi wanita yang hanya kamu kenal di dunia maya, dunia palsu itu?! Dengan nama palsu, foto palsu, profil palsu dan alamat palsu?!
“Kita bicara jodoh bukan Ayu Ting-Ting dengan alamat palsunya.”
Kamu jangan main-main dengan jodoh Haidar! Kamu harus tahu bentuk dan rupanya dia, jangan beli kucing dalam karung. Yang terpenting agama dan akhlaknya, urusan dia anak orang kaya atau pun miskin itu urusan ke sekian dan anggaplah bonus kalau kamu
mendapatkan anak orang kaya. Tetapi darimana kamu yakin dengan akhlak dan
__ADS_1
agamanya?!
“Jika agama dia tak sempurna, biarkan aku yang menyempurnakannya sebab aku imam bagi dirinya, dan aku juga yang bertanggung jawab terhadap baik buruknya dia, dan aku yang berkewajiban menuntunnya ke surga dan tidak akan membiarkan dia terseret bersamaku ke neraka.”
Kamu mengulangi ucapanku, seharusnya bayar royalti, dasar seniman copy paste!Lupakan ucapan
itu.
“Aku hanya mengembalikan apa yang kamu ucapkan karena kamu mempertanyakan agama dia, yang jelas-jelas aku sendiri tidak tahu wujud aslinya seperti apa. Aku yakin
Kucing itu tak akan tertukar jodohnya dengan Harimau. Jika memang kami ini orang yang tidak baik, dengan segala kelebihan yang kami miliki menjadi penyempurna kekurangan masing-masing. “
Dia tinggal dimana?
Dimana itu?
“Tanah Sumatra.”
Sebatas itu saja kamu mengenal dia, ceritakan lebih lengkapnya bagaimana kamu bertemu dengan dia?
Namun ada yang aku curigai, muncul nama Amelia, nama yang asing untuk aku ucapakan dan sedikit janggal di telinga. Demi silaturahmi aku accept saja makhluk satu itu yang entah berantah dari negeri mana. “
Lalu dimana istimewanya gadis dalam ceritamu itu?
“Dia selalu usil dengan status-status yang aku post di BB dengan komen-komennya yang buat aku malas untuk membalas chating dari gadis yang ternyata tidak tinggal di Jakarta. Singkat cerita ternyata dia pernah tinggal di Jakarta.”
Hanya sebatas itu dan hanya kerena itu kamu jatuh hati padanya?!
“Tidak! Jujur aku suka wanita cerdas, bukan wanita yang sifatnya keras. Amel menurutku
wanita yang cerdas.”
Darimana kamu tahu dia cerdas?
“Terlihat ketika gadis itu berbicara, banyak sisipan istilah asing yang menurutku hanya
__ADS_1
wanita dari kalangan akademik dan rajin membaca saja yang mampu menggunakan
istilah seperti itu. “
Loh, kamu ini bagaiamana siiih? Untuk membalas chating-annya saja kamu malas untuk meladeni gadis asal ‘seribu sungai’ itu? Tapi mengapa kamu menghubunginya?
“Justru karena aku malas makanya aku biarkan dia menghubungiku. Sengaja juga, aku pasang nomor handphone di status contact blackberry.
Karena kondisi saat itu pending, sehingga teman dan rekananku yang lain memahaminya untuk tidak BBM sementara waktu, kalo pun ada hal yang penting mereka bisa kirim SMS.”
Ooooh, begitu! Cukup logis alasanmu. Apa lagi yang kau tahu tentang dirinya?
“Sepanjang dia telepon, tak ada yang menarik. Pembicaraan kita hanya seputar, kapan terakhir pacaran dan kisah mantan-mantannya yang cukup membuatku ngelus dada.”
Mengapa kamu harus mengelus dada?
“Ternyata dia pernah traouma dengan mantannya, Jefry. Saat menjalani hubungan dengan cowok berdarah Nipon. Setiap kesalahan kecil yang diperbuat Nanda, Jefry tidak segan-segan menghajar sampai memar. Terlalu sadis bagi seorang lelaki yang beraninya memukul makhluk yang bernama wanita.”
Jawabanmu terlalu ‘super hero’ banget menurutku. Tapi memang seharusnya lelaki itu tidak layak untuk melukai fisiknya. Jangankan melukai, membuat ia menangis saja menurutku itu sudah kesalahan yang cukup mencoreng nama lelaki itu sendiri. Berapa lama dia jalani hubungan dengan Adit?
“Sejauh ini aku tidak tahu berapa lamanya, tetapi berdasarkan cerita Nanda terdengar
dia sudah cukup akrab dengan Mamah dan Papah si cowok itu. Berarti sudah lama
sepertinya.”
Aneh! Terlalu bodoh menurutku, kalau memang hubungannya sudah lama begitu rela dia menyakiti diri, hanya untuk lelaki yang belum tentu akan menjadi pendamping dalam hidupnya.
Mungkin setahu dia, cinta itu sebatas kulit saja, atau cinta-nya terlalu bermain dengan perasaan tanpa memberi kesempatan akal untuk berfikir. Kasihaaan!
“Biarlah dia dan masa lalu-nya. Boleh-lah sesekali melihat spion tetapi jangan terlalu sering, nanti pandangan kita akan lari ke belakang tanpa melihat di depan masih ada yang harus kita hadapi.”
Haidar pun melibataka Tuhan dalam setiap permaslahan hidupnya, apa lagi untuk memilih Nanda sebagai pasangan hidupnya, yang ia harapkan cukuplah pernikahan ini sekali seumur hidup.
Ia mencari pasangan hidup yang tidak macam-macam, dan menerima keadaanya. Hanya seorang penulis lepas, dan freelancer untuk kegiatan sosial, tepatnya pengacara. Pengangguran Banyak Acara, yang biasa orang sekelilingnya sematkan kepadanya. Ia juga hanya sebagai penggiat pemuda, dan membantu pelayanan apa pun di masyarakat, mulai dari kerja bakti sampai mengurus administrasi warga.
__ADS_1
Haidar cukup familiar dengan masyarakat, dan memang murni aktifis sosial, tanpa ada kerjaan yang tepat. Keinginannya untuk menikah pun terbilang nekad, karena memang tidak ada persiapan apa-apa, dan penghasilannya sendiri tidak dapat ditentunkan atau tidak tetap, sedapatnya saja.