Teman Hidup

Teman Hidup
Episode 1


__ADS_3

Pagi yang dingin. Suara gemericik air hujan bagaikan lagu pengantar tidur. Gadis manis bernama Manda yang berperawakan sawo matang masih nyaman dengan selimut dan gulingnya. Ia terperanjat dari tidurnya ketika


alarmnya berbunyi membangunkannya. Ia terbangun hanya untuk mematikan kipas angin lalu kembali ke kasur dan menutup tubuhnya dengan selimut.


Drrrrttt…drrrtttt… ponsel Manda bergetar. Noval menelepon.


Ngapain sih pagi – pagi telepon.


“Halo Manda, ayo beragkat kuliah. Aku didepan kamarmu!" suara Noval yang yang juga terdengar dari luar kamar


Manda.


Astaga, aku lupa hari ini ada kuliah.


Tanpa menjawab telepon, Manda terperanjat dan melempar selimutnya lalu berlari membuka pintu kamarnya. Dengan sedikit memicingkat mata, dilihatnya Noval dan Ibunya ketika ia membuka pintu. Manda berusaha membuka matanya yang masih dalam keadaan kantuk tanpa kacamatanya. Dua manusia didepannya dilihatnya buram. Namun ia mengenali suara dan perawakan siapa yang ada dihadannya.


“Kamu ini Man, Ibu ketuk pintu sejak pagi gak ada respon, sekali ditelepon Noval langsung bangun. Hmmm dasar


ya kalo anak muda jatuh cinta," ledek Bu Tere yang merupakan Mama Manda langsung balik ke dapur. Manda masih berdiri terdiam mengumpulkan nyawa dan tenaganya.


“Ayo buruan mandi, kutunggu di ruang tamu ya!" Noval meninggalkan Manda yang masih berdiri dekat


pintu.


Manda berbalik badan lalu meraih handuk yang ada dibalik pintu kamarnya dan bergegas menuju kamar mandi yang letaknya dekat dapur. Rumah mereka sederhana, jadi hanya ada satu kamar mandi untuk satu keluarga.


“Mia mana Ma?" tanya Manda sebelum memasuki kamar mandi.


“Mia jelas udah berangkat to nak," jawab Bu Tere sembari menggoreng ayam. "Kan pagi dia masuknya."

__ADS_1


***


Diruang tamu Noval menunggu Manda sambil baca – baca pesan di ponselnya.


“Yes!” Noval terlihat girang ketika membuka pesan pada ponselnya. Manda yang kini telah siap langsung keluar


kamar menghampirinya.


“Hei ngapain Val, aku denger loh dari dalam kamar,” ucap Manda melanjutkan menyisir rambutnya dan membenarkan kacamatanya.


“Kita jam kosong Manda. Pak Bandi ada seminar di Jakarta" jawab Noval, memperlihatkan layar hape pada Manda.


“Hah serius? Huh tau gitu aku bangun siang aja tadi," Manda cemberut lalu duduk dekat Noval.


Dari ruang makan Bu Tere memanggil, “Mandaa.. Ajak Noval sarapan nak!”


Mereka langsung menuju ruang makan. Di meja makan sudah tersedia nasi jagung, urap – urap sayur, sambel


Mereka duduk bertiga untuk sarapan. Pak Rendra, Papa Manda sedang ada urusan bisnis di Semarang sedangkan


adiknya sudah berangkat sekolah karena jadwal masuk sekolah jam 06.30.


“Manda, kuajak jalan – jalan aja yuk?" ajak Noval. “Mumpung jam hari ini nggak ada kuliah."


“Ke air terjun yuk Val?” Manda memberi ide dan menunjukkan raut sumringah lagi.


Noval menyanggupi, “Oke."


“Loh kog gak ada? Jangan bolos loh kalian. Sebentar lagi skripsian juga. Mama gak mau kalian lulusnya molor”,

__ADS_1


ucap Bu Tere.


“Kebetulan hari ini jam kosong Tante, jadi free," jawab Noval.


“Oh ya sudah, yang penting hati – hati ya. Jaga diri kalian baik – baik, ya!" pesan Bu Tere pada Manda dan Noval.


Usai makan Manda membereskan meja makan lalu cuci piring. Setelah itu ia ke kamarnya mengambil tas dan siap – siap berangkat.


“Manda berangkat dulu ya Mam," Manda pamit dan mencium punggung tangan Mamanya ketika salaman.


“Berangkat dulu ya Tante," Noval juga lakukan hal yang sama seperti Manda.


“Hati – hati, sudah bawa jas hujan kan? Jaga – jaga nanti hujan lagi!" Jawab Bu Tere.


Noval mulai menstater motornya disusul Manda duduk dibelakangnya setelah merasa ia siap untuk perjalanan motor pagi itu. Manda sangat menyukai perjalanan kali ini. Jalanan menuju lokasi air terjun melewati perkebunan teh yang sangat hijau dan memanjakan mata. Manda terkesima dengan pemandangan yang ada dikanan kiri jalan. Sejuk dan hijau.


Benar – benar pemandangan yang indah yang pernah kutemui. Noval tau aja aku benar – benar ingin refresh otak dari segudang tugas kuliah.


“Kamu suka?” Noval bertanya sambil melihat spion motornya memandangi Manda yangwajahnya sumringah. Terlihat begitu menikmati perjalanan.


“Suka banget, makasih Noval." Tak sengaja Manda reflek memeluk Noval ketika motor sedang melaju. Noval terjingkat kaget karena Manda tidak pernah begini sebelumnya. Melihat respon Noval, Manda langsung melepas pelukannya.


“Maaf Noval!" Manda menepuk halus pundak Noval. Manda juga kaget dengan apa yang dia lakukan baru saja.


Sebelumnya ia tak pernah sekalipun memeluk Noval atau laki – laki siapapun. Mungkin karena begitu takjub melihat pemandangan sekeliling yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Pernah namun hanya di sinetron yang ia liat di Televisi. Manda juga jarang jalan – ******. Palingan hanya ke mall terdekat.


Tibalah mereka di parkiran wisata air terjun. Tidak terlalu ramai karena hari ini bukan hari libur. Di parkiran saja hanya ada tiga sampai empat motor saja. Entah kalau semakin siang.


Jalanan menuju loket air terjun dipenuhi penjual oleh – oleh. Terlihat satu dua monyet bergelantungan di pohon.

__ADS_1


Manda semakin takjub. Noval tersenyum melihat Manda yang begitu manis dalam senyumnya.


__ADS_2