
Manda tampak antusias menyusuri anak tangga menuju air terjun. ini sungguh sepi. Hanya ada petugas kebersihan
yang sedang menyapu dedaunan.
Sepertinya semalam juga diguyur hujan. Anak tangga yang mereka lalui sedikit licin. Beberapa kali Noval berusaha
memegang lengan Manda khawatir Manda terjatuh.
"Ingin sekali aku menggandengmu, Manda," ucap Noval dalam hati.
Manda begitu terlihat manis dengan kaos putihnya. Memakai kaos dan celana jeans
sudah menjadi baju ternyaman baginya.
Dari kejauhan air terjun sudah terlihat. Tinggi dan deras. Mata Manda semakin berbinar karenanya. Jalan sudah
landai karena sudah berada di lokasi paling bawah. Manda menggandeng tangan Noval dan menariknya. Noval melihat genggaman tangan Manda lalu mengikutinya berjalan diantara monyet – monyet yang sedang bercengkerama. Monyet – monyet banyak sekali disini. Ada monyet bayi yang sedang di gendong ibunya yang juga
monyet, ada satu monyet juga yang menemani sepertinya itu bapaknya. Manda dan Noval terkekeh melihat satu keluarga monyet yang terlihat bersama diantara monyet – monyet yang lain.
Kini mereka berada didekat air terjun. Sudah tak ada monyet disini. Mereka duduk di pinggiran jembatan kecil
lalu berfoto dan ngobrol ditemani percikan air terjun yang segar.
__ADS_1
"Kamu gak ingin main air Manda?" tanya Noval dan menunjuk aliran air yang tampak jernih.
“Enggak!” Manda menggeleng. "Aku lagi libur,” tambahnya.
"Iya iya tau kalau gak libur gak mungkin kita bisa disini Manda," ucap Noval menatap Manda.
“Ihh bukan itu, aku lagi dapet. Menstruasi. Risih kalo main air,” jawab Manda menjelaskan.
"Ah oke Manda!" Noval menggaruk belakang kuping kanannya.
Manda mengajak Noval menyusuri jalan setapak yang ada didekat air terjun. Jalan itu membawa mereka disebuah
taman dekat hutan pinus. Suasanya begitu hangat ditengah cuaca yang dingin. Ternyata disana semakin sepi. Orang – orang lebih menyukai di sekitar air terjun. Padahal disini juga tak kalah indah dan menyejukkan. Pohon – pohon pinus tumbuh tinggi dan lebat daunnya. Nampak buah – buah pinus kering sudah berjatuhan ditanah basah namun benar – benar bersih taka da sampah berserakan. Sepertinya sudah disapu tadi pagi.
masih terlihat pekat namun tetap bisa dijangkau dengan penglihatan. Bunyi tetesan embun begitu menenangkan berpadu dengan suara jangkrik hutan yang bersahutan. Sungguh asri.
"Makasih ya Val udah mengajakku kesini" ucap Manda menatap Noval yang duduk disebelahnya.
Manda tidak menyadari bahwa laki – laki disampingnya telah lama jatuh hati padanya. Sejak mereka awal – awal
menjalani kuliah. Noval tidak pernah tau caranya mengungkapkan perasaannya pada Manda. Noval hanya takut relasi persahabatan mereka hancur hanya karena ia mengungkapkan perasaannya.
"Manda, aku mengasihimu," ucapnya dalam hati sambil menatap Manda.
__ADS_1
“Heiiii… halooo… Val? Makasih ya," Manda mengulang ucapannya karena Noval belum meresponnya.
“Emm iyaa Manda,” Noval tersenyum.
Entah kenapa aku begitu bahagia hari ini. Sesuatu yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Terutama ketika menatap Noval. Aku nggak tau sejak kapan rasa ini ada. Namun disebelah Noval aku merasakan apa itu nyaman.
“Noval!”
“Ya Manda?” Noval menghadapkan badannya kearah Manda.
Aduh, kenapa aku deg – degan seperti ini.
Tangan kanan Noval mengusap lembut kepala Manda dan menatap lembut matanya. Seperti Noval ingin mengatakan sesuatu dalam diamnya. Kali ini Manda tidak menolak tangan Noval. Noval mendekatkan wajahnya ke wajah Manda. Jantung Manda semakin berdebar. Ia hanya menelan air liur karena gugup.
Apakah dia akan menciumku? Aku harus gimana seumur – umur aku belum pernah berciuman.
“Hufftt!" Noval melepas tangannya. Tangan kirinya mengepal dan menepuk pelan tangan kanannya. Seakan
menyesali apa yang telah ia lakukan. Ia ingin sekali mencium Manda sebagai ungkapan perasaannya pada Manda. Namun rasa takut masih menyelimuti hatinya. Ia tak sanggup dengan kemungkinan – kemungkinan yang bakal terjadi.
Noval masih terdiam dan melepas kacamatanya yang mengembun. Dilapnya menggunakan kaos bagian dalamnya.
Mereka berdua terdiam. Hanyut dalam pikiran masing – masing.
__ADS_1