Teman Hidup

Teman Hidup
Episode 5


__ADS_3

“Selamat sore!” Sosok wanita dan pria seusia orang tua manda memasuki rumah. Benar sekali, mereka adalah Bu


Ratri dan Pak Yakub orang tua Niko.


“Eh ada gadis cantik, siapa namamu nak?” Manda berdiri dari duduknya. Ia mencium punggung tangan Bu Ratri


dan Pak Yakub .


“Saya Manda Tante,” jawab Manda tersenyum.


“Oh ini toh yang namanya Manda, hmmm cantik sekali kamu nak!” Bu Ratri membelai lembut rambut Manda. “Yasudah kami masuk dulu ya nak."


Mereka meninggalkan ruang tamu. Bu Ratri sungguh ramah, sedangkan Pak Yakub tidak terlalu banyak bersuara,


namun auranya adah aura orang yang sangat baik dan tulus. Terlihat dari senyumnya ketika bersalaman dengan Manda.


Niko kali ini tidak banyak bicara, berbeda dengan sebelumnya yang sering memulai pembicaraan ketika bersama Manda. Manda juga tak sadar dengan kecemasan Niko. Matanya aktif mengamati setiap sudut ruang tamu yang dipenuhi bingkai foto keluarga mereka.


Manda seakan masuk dalam bingkai – bingkai foto yang ia pandangi. Terutama ketika melihat foto Noval. Ia ingat


beberapa baju yang biasa Noval pakai. Melihat foto – foto tersebut membuatnya terkenang.

__ADS_1


“Mas Niko umur berapa sih Mas?" tanya Manda yang masih melihat – lihat foto.


“Aku 25 Manda,” jawab Niko singkat.


Manda memanggut – manggut. Masih tetap mengamati foto – foto yang berjajar.


Ia ingat sekali ketika pertama kali jadi mahasiswa baru. Memakai jas almamater yang amat dibanggakan. Pertama


kali ia berkenalan dengan laki – laki paling baik dikelasnya. Ganteng, pintar dan tidak merokok. Zaman sekarang amat jarang menemukan laki – laki yang tidak merokok. Sangat jarang.


Amanda tersentak ketika melihat sosok laki – laki memasuki ruangan itu. Ia adalah Noval, laki – laki yang amat


sangat dirindukan oleh seorang Manda. Manda tersenyum lebar. Tanpa berpikir panjang ia langsung bergegas menghampiri Noval dan memeluknya.


“Noval kamu kemana aja toh nggak pernah kasih kabar, aku kangen banget sama kamu,” pekik Manda masih memeluk Noval. Noval membalas pelukan Manda dan mengusap lembut punggung Manda.


Niko lebih kurusan dengan potongan rambut tipis.


Manda tiba – tiba terbelalak melihat sosok perempuan seumurannya mendekat kearah mereka. Gadis itu sedang


mengandung. Manda pelan – pelan melepas pelukannya. Semua yang ada diruang tamu terdiam. Manda memandangi Noval dan gadis itu bergantian.

__ADS_1


Siapakah gadis itu. Kenapa dia datang bersama Noval. Apakah dia kekasihnya? Tapi kenapa dia sudah mengandung?


Bagaikan tersambar petir. Jantung Manda begitu berdebar. Mukanya masam dan matanya nanar. Berbeda ketika sebelum Noval datang. Pikirannya begitu berkecamuk. Ia tak tau harus bersikap


bagaimana.


Aku nggak boleh menangis. Aku nggak boleh menangis disini. Oh Tuhan tolong aku.


Manda berusaha membuat senyuman dibibirnya. Kini ia tersenyum namun keluh. Namun matanya benar – benar nanar.


“Kalian?” ucap Manda terbata. Noval hanya mengangguk dengan tatapan datar.


“Maafin aku Manda,” jawab Noval pelan.


“Selamat ya Noval!” Manda menepuk halus pundak Noval, “Aku pamit dulu.”


Manda mengambil tas di sofa lalu pergi meninggalkan rumah Noval. Niko berusaha mengejar Manda yang telah berlari keluar komplek. Manda bahkan meninggalkan motor yang ia parkir didepan rumah Noval.


Niko ke arah garasi membawa mobilnya keluar untuk menyusul Manda. Cepat sekali manda berlari.


Kemana dia, pikir Noval sambil mengendarai mobilnya pelan – pelan mengamati jalanan. Ia menyusuri setiap jalan

__ADS_1


ke arah rumah orang tua Manda namun tak kunjung menemukan Manda.


“Haduh kemana anak ini?” Niko mulai panik. Ia berusaha menelepon Manda namun tak kunjung diangkat.


__ADS_2