
Sekar tersenyum menahan tawa melihat sahabatnya yang kecewa ditengah – tengah rasa ingin tahunya.
“Aku belie es krim dulu ya?” Manda mengangguk. Sekar menuju ke stand penjual es krim yang sangat terkenal enak dan beragam rasa. Sekar membeli 2 cup dengan rasa yang berbeda. Rasa Durian untuknya dan rasa stroberi untuk Manda.
“Nih," Sekar memberikan es krim pada Manda.
“Yeayyyy makasih ya cantik." Kembali lagi Sekar tergeleng melihat ekspresi Manda sudah berubah tidak masam
lagi. Berharap Manda lupa dengan keingintahuannya.
“Sekar ceritakan dong!" rengek Manda ketika Sekar mulai menyendokkan es krim kedalam mulutnya.
“Dimakan dulu esnya!" Manda kembali masam mukanya. Namun tetap aktif menikmati es krim kesukaanya.
“Ini tapi aku cuma berbagi pengalamanku dulu ya Manda," Sekar membuka cerita. Manda mengangguk – angguk dengan ekspresi antusiasnya mendengarkan Sekar yang mulai menjawab pertanyaan yang begitu ingin ia dengar jawabannya.
“Dulu waktu SMA aku pernah pacaran sama Reza temen sekelasku," Manda terdiam ketika mendengarkan nama Reza, lalu kembali mengangguk setelah ia ingat bahwa tidak pernah memiliki teman bernama Reza. Hanya teringat dengan nama pemeran film TV yang pernah dilihatnya.
“Nah dia yang berani nyium aku waktu itu. Ya kamu tahukan waktu itu aku masih labil. Masih nggak tahu apa itu
makna berpacaran. Masih belia juga kan belum terlalu bisa membedakan mana yang baik dan tidak."
__ADS_1
Sekar menghela nafasnya, kembali melanjutkan ceritanya.
“Awalnya sih dia hanya berani gandeng tanganku tiap kali kita ke mall atau jalan – jalan. Namun pas dirumahku, dia tiba – tiba cium keningku."
“Oh hanya kening?” Manda menyela.
“Heem awalnya cuma kening." Manda mengernyitkan alisnya dan masih diam mempersilahkan sahabatnya bercerita.
“Awalnya kening, lama – lama kita berciuman." Manda menunjuk bibirnya dan Sekar mengangguk.
“Aku menyesal Manda saat itu, belum menikah dan masih sekolah udah berciuman. Nakal banget aku waktu itu," Sekar kembali menghela nafasnya lalu melanjutkan berbicara.
“Hufst, dan Alhamdulillah aku cuma sekali itu aja trus aku bernar – benar minta ampun sama Allah, aku sadar dan merasa berdosa banget Manda," wajah Sekar berubah sedikit pias. Manda menepuk punggung Sekar pelan.
“Hah berarti Reza udah gituan sama Rina waktu masih berstatus pacaran sama kamu Sekar?” mulut Manda
ternganga dan matanya terbelalak. Sekar mengangguk sekali membenarkan pertanyaan Manda.
“Yaampun Sekar kamu beruntung terhindar dari Reza. Nggak papa itu masa lalu, yang penting kamu udah bertobat
saat tu dan nggak mengulanginya” Sekar kembali mengangguk membenarkan ucapan Manda.
__ADS_1
“Saat itu aku nggak tahu kalau Rizky sudah punya perasaan ke aku. Dia baru bilang ke aku tahun lalu ketika dia
mulai menganyatakan perasaannya. Alhamdulillah Rizky seorang laki – laki yang soleha, sekalipun dia nggak pernah menyentuhku. Aku yakin dan paham dia berusaha menjagaku karena Rizky benar – benar sayang."
Manda mengangguk – angguk menunjukkan rasa takjubnya pada hubungan Sekar dan Rizky. Meskipun Manda
hanya mendengarkan dari cerita Sekar, ia dapat menilai bahwa Rizky adalah laki – laki yang sangat baik.
“Aku percaya kamu dapat jaga diri juga Manda. Naluri laki – laki normal pasti muncul ketika berdekatan dengan kita, apalagi dia menyukai kita. Kita sebagai wanita harus benar – benar bisa membentengi kehormatan kita Man. Tapi aku yakin Hose juga lelaki baik."
Sekar saat ini yang menepuk punggung tangan Manda. Mereka berdua kembali tersenyum. Walaupu terbersit dalam pikiran Manda teringat kejadian ketika mengantarkan bubur ke rumah Hose. Ketika Hose mencoba memeluknya. Manda menghela nafasnya.
Pandangan mata Manda tertuju pada suatu sudut. Manda membenarkan kaca matanya dan sedikit menyipitkan kedua bola mata kecoklatannya. Sekar menoleh kebelakang mengikuti sorot mata Manda.
“Kamu liat apa Manda?" Sekar mengusak kedua tangan dari lengan hingga punggung tangannya merasa bergidik. Tatapan Manda seakan tidak berkedip melihat ke salah satu sudut foodcourd yang saat itu tidak buka. Sepertinya belum ada yang menyewa. Atau sedang dalam perjalanan lauching. Banyak kemungkinan. Sekar terheran melihat Manda. apa yang sedang ia lihat, pertanyaan dalam benak Sekar.
“Manda?" Sekar menggoyangkan telapak tangannya tepat didepan mata sekar.
“Eh maaf – maaf." Manda terkejut lalu membenarkan kaca matanya kembali.
“Kamu lihat apa sih Manda, jangan bikin orang takut!"
__ADS_1
“Nggak kog, nggak lihat apa – apa," jawab Manda menyendok es krimnya yang sudah mulai mencair namun masih terasa enak. Sayang apabila tidak dihabiskan.