Teman Hidup

Teman Hidup
Episode 3


__ADS_3

Tiga hari berlalu. Tiga hari juga Noval tak menjemput maupun mengantar pulang Manda. Ia juga tak terlihat ketika


dikampus. Ivan yang biasa duduk didekat Novalpun tak mengerti kabar dari Noval. Manda mulai cemas. Terakhir bertemu ketika Noval mengantarnya usai jalan – jalan dari air terjun.


Selesai kuliah Manda menuju ke depan kampus. Selama tiga hari ini juga Manda naik ojek online karena Noval tak


bisa menjemputnya.


Tumben, kenapa dia tak memberi kabar? Perasaan setelah pulang dari air terjun dia baik – baik saja. Apa dia malu gara – gara mau menciumku? Ah sepertinya enggak.


Trintin…


Sebuah mobil merah mendekat dan berhenti tepat didepan Manda. manda kaget dan mundur beberapa langkah. Ia


seperti mengenali mobil itu. Seperti taka sing. Berusaha mengingat itu mobil siapa. Ia juga tak merasa pesan ojek mobil, karena dia lebih memilih pesan ojek motor supaya lebih hemat. Pun dia sendiri dan tidak hujan.


Kok mobil? Aku juga belum order ojek online apapun.


Sesorang laki – laki berusia sekitar 25 tahun keluar dari mobilnya. Wajahnya mirip dengan Noval namun ia lebih besar, gagah dan memiliki kumis. Ia macam pria brewokan namun terurus.Jadi terlihat rapi. Perawakan juga bersih mirip Noval meskipun kulitnya berwarna sawo matang.


“Manda ya?” laki – laki itu menunjuk Manda memastikan bahwa gadis didepannya itu adalah Manda.


“Eh, I..ya mas, benar,” jawab manda beberapa kali menunduk.


“Oke, aku Niko, kakaknya Noval." Mereka berdua bersalaman.


Oh ini kakaknya Noval yang selama ini kerja di luar kota.


Manda tau jika Noval memiliki seorang kakak laki – laki namun dia belum pernah bertemu dengan Niko, kakak

__ADS_1


laki – laki Noval. Noval juga tak pernah memperlihatkan atau membagikan di media sosialnya. Membagikan fotonya sendiri aja sangat jarang apalagi foto orang lain.


Mereka masuk mobil dan mulai berjalan keluar dari kampus. Mereka berdua masih terdiam. Niko focus dengan


kemudinya. Sedangkan Manda masih bingung kenapa Niko yang menjemputnya.


“Mulai sekarang kamu aku jemput ya Man, Noval semester ini akan cuti kuliah dulu sementara waktu,” Niko membuka bicara. Seolah Manda mendapat jawaban dari pertanyaan di otaknya.


Manda mengernyitkan dahi. Seolah apa yang dikatakan Niko belum cukup menjawab rasa penasarannya. Manda masih terdiam.


Kan kuliah tinggal sebentar lagi setelah itu skripsian, slesai. Cuti bukannya bikin dia makin lama ya kuliahnya.


"Sementara Noval akan membantu pekerjaan Papa diluar kota,” lanjut Niko yang semakin membuat Manda tenggelam dalam kebungungannya.


Manda masih terdiam. Jemarinya membuka layar ponselnya dan mengirim pesan pada Noval.


Noval tidak membaca. Terakhir ia online dua hari yang lalu. Pesan yang dikirim Manda pun belum terkirim.


Ini anak kemana sih. Tumben banget nggak online beberapa hari. Sesibuk itukah dia?


Manda memasukkan hapenya kembali kedalam tas.


“Emhh, Mas Niko tapi Mas gak perlu repot – repot antar jemput aku mas, aku bisa berangkat sendiri," pinta Manda. Ia juga merasa tak enak pada Niko.


“Enggak sama sekali. Aku melakukan ini dengan senang hati, aku udah berjanji pada Noval untuk,” ucap


Niko yang tiba – tiba terjeda.


“Untuk apa mas?”

__ADS_1


“Untuk menjemput dan mengantar kamu kuliah Manda,” jawab Niko lugas. Manda kembali melihat ke arah depan.


Mas Niko ini belum pernah kerumahku. Tapi dia begitu hafal jalannya.


“Noval sudah memberikan alamat rumahmu jadi aku paham jalannya, nanti kalau sudah dekat kasih tau jelasnya


ya,” ucap Noval yang membuat Manda membelalakkan matanya. Seolah Niko bisa membaca fikirannya.


Mobil sudah memasuki gang rumah Manda. Manda menunjuk rumah pagar putih yang ada diujung. Mobil berhenti tepat sesuai yang Manda tunjukkan. Manda keluar dari mobil dan diikuti Niko.


“Aku masuk sendiri aja gapapa mas,” Manda terhenti dan berbicara pada Niko.


“Mas cuma memastikan kamu sudah masuk rumah Manda,” Manda mengangguk lalu mulai membuka pintu yang ternyata bertepatan Mama Manda membuka pintu.


“Loh diantar siapa kok tidak dipersilahkan masuk Man, Mas sini masuk saja!” Bu Tere melambaikan tangannya


mengajak masuk.


Mereka bertiga masuk dan duduk di ruang tamu.


“Oh ini kakaknya Noval toh, gantengan kakaknya ya ternyata," ucap Mama Manda setelah mengetahui bahwa Niko


adalah kakaknya Noval. Mendengar perkataan Mamanya, manda hanya mengangkat pundaknya lalu fokus memainkan ponselnya.


Manda tak banyak bicara. Mamanya bahkan yang banyak ngobrol dengan Niko. Dalam hatinya masih sedikit dongkol kenapa Noval tidak memberitahunya langsung.


*****


Manda mulai terbiasa dengan hari – harinya tanpa Noval. Ketika mereka pergi ke air terjun, Manda sedikit berharap bahwa Noval akan menembaknya. Namun setelah itu ia tidak melihat Noval sekalipun. Bahkan pesan yang ia kirimkan tidak dibaca sekalipun.

__ADS_1


__ADS_2