
Laki – laki dan wanita itu telah memasuki minimarket. Lea sedikit memajukan kepala dan memicingkan matanya untuk dapat mengenali siapa mereka.
Ih itu tadi siapa sih, kok mirip…
“Manda, Manda kamu mau yang mana?” Sekar membuyarkan konsentrasi Lea dengan tidak sengaja memberinya
pilihan dua macam rasa susu UHT yang berbeda. Manda menoleh dan memilih susu stroberi kesukaannya.
“Oke.” Sekar memasukkan susu yang Manda pilih dan kembali memilih makanan ringan yang akan dibelinya.
Manda kembali mecari dua orang yang membuat ia penasaran.
Keca mata kenapa harus tertinggal sih, pikir Manda kesal. Melirik ke sudut yang sanggup ia capai namun nihil.
Entah kemana mereka. Dengan terpaksa sekarang Manda memilih mengikuti Sekar yang masih sibuk dengan memilih makanan ringan kesukaannya.
“Banyak banget Sekar jajannya?” komentar Manda melihat keranjang belanja Sekar yang penuh dengan makanan
__ADS_1
ringan. Ada biskuit coklat, kacang asin dan yang paling banyak adalah kripik kentang berbagai varian rasa. Minuman ringan hanya sebotol soda dan dua kotak susu UHT.
Selesai menebus belanjaan Manda dan Sekar meninggalkan minimarket kembali memasuki mobil yang berada diparkiran minimarket. Melanjutkan perjalanan menuju rumah Sekar yang tak jauh dari minimarket.
Sampai rumah Sekar, Bu Romlah langsung membukakan pintu. Tanpa mendengar ketukan pintu maupun suara bell, Bu Romlah telah paham dan hafal dengan suara mobil yang dikendarai Sekar.
“Malam Bu Romlah," sapa Manda dan menyalami dan tak lupa mencium punggung tangan wanita parubaya itu. Sekar juga melakukan hal yang sama karena memang hal itu telah dibudayakan oleh orang tua mereka masing – masing untuk menghormati orang yang lebih tua. Siapapun itu. Sampai kadang bos mereka yang juga wanita sering merasa tidak enak dengan cara mereka bersalaman. Lama – kalamaan terbiasa dan memaklumi karena paham mereka berusaha menghormati secara tulus. Melihat pekerjaan mereka yang selalu rapi dan tepat waktu.
“Eh nduk Manda, dah besar ya sekarang, terakhir masih kecil sekali,”ucap Bu Romlah ketika bertemu Manda.
Bu Romlah masih saja ramah dan baik, ingatannya juga cukup kuat. Masih mengingatku dan juga namaku.
“Yasudah kalian segera masuk kamar, Ibu mau mengunci pintu dulu," jawab Bu Romlah.
Manda langsung masuk kamar dengan membawa satu kantong besar yang isinya penuh dengan makanan dan minuman ringan. Sedangkan Sekar langsung menuju tempat wudhu dan menjalani shalat Isya’ di mushala pribadinya yang memang disediakan untuk ia dan Bu Romlah shalat. Kali ini Sekar shalat sendiri karena Bu Romlah sudah shalat ketika ia belum sampai rumah.
“Oke sayang, hati – hati dijalan ya!" ucap Manda mematikan telepon dari kekasihnya.
__ADS_1
“Eh Sekar udah selesai shalat ya?” sapa Manda meletakkan ponselnya keatas meja rias Sekar. Sekar masuk kamar dan telah melepas jilbabnya karena telah berada didalam rumah.
“Heem, Man itu snacknya dibuka aja, dimakan loh Man!” Sekar menunjuk plastik berisi snack yang tadi mereka
beli di minimarket. Manda langsung meraih susu stroberi, menusukkan sedotan lalu meminumnya.
“Si Hose ke Luar kota ada urusan kerjaan katanya. Sampai nanti malam,” ujar Manda yang kini tengah membuka
laptopnya. Malam ini mereka berdua ingin nonton film drama sebelum tidur.
“Oh, sama siapa?” tanya Sekar sedikit penasaran.
“Sama klien katanya sih” jawab Manda ragu. Sekar hanya manggut – manggut.
Lampu kamar dimatikan setelah mereka ganti baju dan cuci muka. Mereka suka sekali nonton film dalam keadaan
lampu ruangan padam. Berasa seperti nonton film di bioskop. Kini suasana kamar Sekar dipenuhi suara yang berasal dari drama film yang mereka putar beriringan dengan riuh kunyahan kripik kentang yang mereka makan.
__ADS_1
Kripik kentang yang sungguh nikmat. Manda paling menyukai kripik kentang rasa telur asin, sedangkan sekar
lebih suka yang sapi panggang. Keduanya asik duduk diatas kasur mengunyah dan memperhatikan tiap tulisan terjemahan yang ada pada layar laptop.