Teman Hidup

Teman Hidup
Episode 6


__ADS_3

Niko hampir sampai rumah orang tua Manda. Terlihat manda turun dari ojek Online. Manda membayar lalu


mengembalikan helmnya pada driver lalu berlari memasuki rumah. Niko segera meminggirkan mobilnya didepan rumah Manda. Setelah memastikan mobilnya telah terkunci ia langsung menuju halaman rumah.


Tok.. Tok ..Tok


Niko mengetuk pintu yang telah terbuka. Tak lama ia menunggu, Mia adik perempuan Manda keluar menghampirinya.


“Maaf Mas Niko, ini Mbak Manda kayaknya belum bisa ditemui. Dia masih menangis dikamarnya. Sebaiknya Mas


datang besok aja,” ucap Mia pada Niko.


“Eummm, yaudah dek biar dia istirahat dulu, kalau ada apa – apa kabari Mas Niko ya!" ucap Niko.


“Iya Mas, kalian berantem ya tadi?” tanya Mia ingin tahu.


“Bentar, bukannya dulu Mbak Manda deketnya sama Mas Noval ya, kok sekarang dia nggak pernah kesini?” tambahnya. Mereka masih berdiri didepan pintu rumah.


“Em enggak, ceritanya panjang dek,” jawab Niko. "Eh ini tadi Mbak Manda ninggalin motornya di rumah kami, boleh pinjam kuncinya biar mas antar nanti malam?”


“Astaga kebiasaan nih Mbak Manda. Kayaknya dia lupa deh kalau bawa motor, maklum Mas baru bisa dia,” jawab Mia. Mereka tertawa gara – gara kecerobohan Manda.

__ADS_1


“Mas duduk dulu biar Mia ambilkan kuncinya ke Mbak Manda,” Mia berlari menuju kamar Manda untuk mengambil kunci motor di tas Manda.


Setelah mendapatkan kuncinya Mia kembali kedepan.


“Mas Niko ini kuncinya. Tapi nggak harus nanti malam kok Mas. Papa hari – hari ini lagi pengen bawa mobil


juga jadi motornya belum kepake. Toh Mbak Manda gak mungkin keluar – keluar juga kan dalam kondisi sedih," Manda menyerahkan kunci motor kepada Niko. Setelah itu Niko pamit pulang.


“Eh Mas Niko, gimana kalau aku aja yang ambil? Jadi ini aku bareng mas dulu biar Mas gak repot nganter kesini lagi,” Mia menawarkan diri untuk mengambil motor yang Manda tinggalkan.


“Nanti aku sekalian mau cari buku juga di stationery deket sana,” tambah Mia


“Emmbbb,” Niko memikirkan tawaran Mia.”Oke baiklah."


“Mas Niko nggak kerja hari ini?” tanya Mia didalam mobil. Mia memang jauh lebih cerewet dari kakaknya.


“Hari ini memang Mas sengaja gak ke kantor, udah mas serahin ke asisten,” jawab Niko sambil konsentrasi dengan


laju mobilnya.


“Ummm oke oke.” Mia mengangguk-angguk.

__ADS_1


Sampailah mereka dan melihat motor yang tadi ditinggalkan Manda. Mia langsung membawa motornya pulang. Ia


tak jadi ke stationery juga. Lupa tak membawa dompet. Benar – benar kakak adik yang pelupa.



Tok


Tok


“Manda sayang…” Bu Tere, mama Manda mengetuk kamar yang memang tidak Manda kunci. Lalu masuk dan mendapati Manda telah tertidur tengkurap memeluk bantalnya. Masih lengkap dengan kemeja putih dan rok hitamnya yang Manda pakai sidang skripsi. Melihat anak gadisnya tertidur. Bu Tere merapikan kado – kado dari temannya yang datang ke sidangnya hari ini.


“Eh Mama,” Manda terbangun dari tidurnya.


“Udah bangun nak, mandi sana ganti bajumu!” perintah Bu Tere tersenyum lalu duduk mendekati Manda. Ia mengusap lembut pipi manda yang malah membuat anak gadisnya menangis.


Dipeluknya Manda dan menangis semakin kencang. Bu Tere memberikan ruang pada Manda untuk menangis hingga puas sambil menepuk pundak Manda. Ia begitu memahami betapa sedihnya Manda.


“Mama!” Manda melepaskan pelukan dan masih tetap menangis.


“Ma Noval menghamili gadis lain Ma,” ucap Manda sambil berusaha mengusap air mata yang mengucur deras.

__ADS_1


“Hah, memang itu sudah terbukti benar Manda?” Bu Tere sedikit kaget namun berusaha memastikan. Manda hanya menggeleng sesenggukan.


__ADS_2