Teman Hidup

Teman Hidup
Episode 12


__ADS_3

Sore ini Manda pulang diantar Sekar karena Hose sedang ada acara mendadak. Setelah mereka sepakat menjadi


sepasang kekasih, Manda setiap bekerja selalu diantar jemput karena kantor mereka berdekatan. Jadi Manda bisa menghemat tenaga dan biaya transportasi. Sekar dengan senang hati mengantar sahabatnya ini.


Setiba dirumah Manda, Sekar dipaksa Manda untuk mampir kerumahnya. Ini adalah kali pertamanya Sekar datang


kerumah Manda setelah sekian lama tidak berjumpa. Tatanan rumah masih sama seperti saat ia bermain ke rumah manda delapan tahun yang lalu.


Usai mandi, diajaknya Sekar ke ruang tengah lalu menonton televisi. Bu Tere sedang asik dengan cobeknya


didapur dibantu anak keduanya. Kali ini Bu Tere tidak mau dibantu Manda sore ini, lebih baik Manda menemani Sekar. Bu Tere memahami jika Manda juga pasti lelah setelah seharian bekerja.


“Man, kiblatnya mana ya? Aku nanti numpang Shalat ya dikamarmu,” ucap gadis manis bekerudung coklat muda.


“Eumm, bentar ku cek kompas dulu ya," jawab manda mengecek kompas pada ponsel pintarnya. Manda adalah seorang Kristiani sedangkan sahabatnya adalah seorang Muslim. Mereka saling toleransi dalam hal ini. Itulah yang membuat mereka tetap berelasi dengat sangat baik.


“Nah nemu, ke arah sana Kar," Manda menunjuk arah kiblat. "Iya betul ke arah sana."

__ADS_1


“Oke deh nanti shalat maghrib numpang ya," ucap Sekar dan Manda mengangguk serta memberikan jempol kanan pada Sekar.


“Hose ada acara apa Manda?” tanya Sekar tiba – tiba.


“Kemana ya, katanya ada urusan gitu sama temennya," jawab Manda sambil memindahkan channel televisi. Kini televisi menayangkan kartun anak kembar yang sangat digemari anak – anak.


“Hmm Manda, kamu harusnya tau. Masa pacaran itu seperti kamu latihan hidup bersama sebelum pernikahan. Jadi ya minimal kamu kudu ngerti sekarang pasangan kamu dimana dan ada acara apa. Bukan artinya posesif, tapi memang harus tau,"  jawab Sekar yang membuat Manda langsung mengarahkan pandangannya ke Sekar. Ia diam sejenak mencerna perkataan sahabat yang ada disampingnya.


“Benar juga ya, tapi tadi udah tanya kemana katanya ada urusan aja gitu sih,” Manda menggaruk belakang telinga


kanannya.


Suara Adzan Maghrib mulai berkumandang. Usai wudhu ia masuk kekamar Manda. Manda telah menyiapkan alat


shalat yang bersih lengkap dengan sajadahnya. Manda sedia perlengkapan shalat dikamarnya untuk jaga – jaga ketika ada temannya yang Muslim bermain kerumahnya.


Manda mengecilkan volume televisi hingga volum terendah ketika Sekar mulai bersiap shalat. Kini Manda seorang

__ADS_1


diri di ruang tengah memperhatikan cerita kartun anak kembar. Geleng – geleng Manda melihat tingkah pemeran kartun tersebut, terutama tokoh anak perempuan kecil keturunan tionghoa yang amat pintar dan menggemaskan. Tontonan itu yang membuat Manda tak lagi memikirkan percakapan dengan Sekar baru saja. Manda berusaha  mempercayai sepenuhnya jika Hose tidak mungkin membohonginya. Mungkin karena sibuk jadi tak sempat mengatakannya, pikir Manda.


“Mbak Manda, abis mbak Sekar shalat nanti diajak makan ya, maemnya dah siap. Mama dah nungguin diruang makan,” kata Mia dengan berusaha berbicara sepelan mungkin sambil setengah memberi


isyarat.


“Oke dek,” jawab Manda yang juga berusaha mengecilkan suaranya.


Tidak lama kemudian Sekar selesai shalat lalu kembali duduk didekat Manda. Melihat itu Manda langsung mengajak Sekar keruang makan lalu makan bersama dengan Bu Tere dan Mia. Pak Rendra sedang ada pertemuan dengan klien di luar kota. Karena menangani perusahaan minyak cengkeh membuat Pak Rendra sering kali ke luar kota untuk langsung mengecek perusahaan langsung dilapangan.


Berhubung besok adalah hari Minggu sehingga mereka pastinya libur kerja, Sekar mengajak Manda untuk


menginap di rumahnya yang kini ia tinggali bersama Bu Romlah yang bekerja sebagai asisten dirumahnya. Orang tua sekar tinggal di luar Jawa sejak sekar lulus kuliah untuk bekerja disana. Ketika bulan Ramadhan barulah mereka mengunjungi Sekar.


Bu Tere mengizinkan karena telah mengenal baik Sekar sejak lama. Usai berpamitan sekar memasukkan baju dan perlengkapan mandi kedalam mobil sekar lalu mereka berangkat. Ditengah perjalanan Sekar mengajak Manda mampir ke minimarket untuk membeli makanan dan minuman ringan sebagai bekal nonton film di kamar sekar nanti malam. Sekar sedang asik memilih snack yang begitu banyak macamnya. Toba – tiba mata Manda tertuju pada sosok laki – laki turun dari mobil dan merangkul seorang gadis menuju minimarket.


Lelaki itu siapa? Kok nggak asing dengan bajunya juga

__ADS_1


Betapa tercengang Manda melihat pemandangan tersebut. Ia lupa meninggalkan kacamata di jok mobil sehingga butuh usaha ekstra untuk mengamati sosok laki – laki yang sangat dikenali perawakan dan baju yang dikenakannya.


__ADS_2