Teman Hidup

Teman Hidup
Episode 10


__ADS_3

Satu bulan setelah Manda resmi diwisuda, ia bekerja disalah satu perusahaan di kotanya. Memilih untuk tetap


dikota kelahirannya dan dekat dengan keluarga. Tidak hanya itu. Kota ini begitu banyak kenangan didalamnya. Terutama ketika ia bersama Noval.


Benar kata orang – orang yang mengatakan kota ini begitu ngangenin, terutama bagi para perantau. Entah mereka bekerja, mahasiswa, pertukaran pelajar atau hanya datang untuk berwisata. Kota yang sangat terkenal sekali dari salah satu lagu yang menceritakan salah satu riwayat sungai besar yang melewati dan membatasi kota. Tentram dan damai.


Hari – hari Manda jalani secara normal. Sudah mulai lancar mengendarai motor dengan Surat Izin Mengemudi di


dompetnya. Pak Rendra memang sudah pernah menawarkan untuk membawa mobil namun Manda menolaknya, selagi tidak hujan dia akan menggunakan motornya. Pun ketika hujan masih ada jas hujan yang setia menemaninya sejak ia bersama Noval. Selain itu Manda juga malas kalau harus melewati kemacetan. Menggunakan motor membuatnya dapat menyelinap disela – sela padatnya kendaraan.


Perihal perasaanya masih sama. Tidak ada perubahan. Ada segelintir kerinduan pada sahabat yang pernah ia bayangkan menjadi teman hidupnya nanti. Menikah dan menjalani suka duka bersama. Namun keadaan yang terjadi mengharuskan Manda untuk benar – benar mengikhlaskan.



Hari berganti hari hingga bulan berganti bulan, Manda mulai terbiasa. Sibuknya pekerjaan mampu membuat ia tak


banyak waktu maupun tenaga untuk memikirkan Noval.


Sekar adalah sahabat Manda saat SMP. Dipertemukan kembali ketika menginjak dunia kerja. Sekar tahu persis apa

__ADS_1


yang menimpa sahabatnya. Sekar berusaha menghibur Manda. Sekedar mencadi pendengar yang baik ketika Manda berbagi kesedihan dan kerinduan dihatinya, tak jarang Sekar mengajak Manda refreshing dengan jalan – jalan ke mall atau hanya berburu makanan di pusat kota untuk menghibur dah mengalihkan fokus Manda dari


kesedihan.


Banyak yang mencoba mendekati Manda, namun ia Manda bukan tipe seorang yang mudah membuka hati hingga satu persatu mundur karena tidak ada respon dari Manda. Hanya ada seorang laki – laki yang kantornya tidak jauh dari lokasi kerja Manda, namanya Hose. Laki – laki yang dulu pernah satu kelas dengan Manda dan menyimpan ketertarikan sejak masa kuliah. Hose tidak ada keberanian mendekati Manda karena ia tau Manda dekat dengan Noval. Bahkan mengira bahwa Manda adalah kekasih Noval. Kini Manda telah sendiri dan Hose mencoba mendekati Manda.


Hose berusaha mendekati Manda. Khusus untuk Hose tidak ada penolakan dari Manda karena telah mengenal Hose. Kehadiran Hose mampu menepis rasa dukanya. Kini Manda mulai terbiasa dengan hadirnya hose dalam hidupnya.


Tahun tlah berganti.


Hari ini Hose mengajak Manda jalan – jalan untuk melepas penat. Kebetulan hari ini adalah jatah libur bulanan


Pagi – pagi Hose sampai di rumah Manda. Waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Usai sarapan mereka berpamitan untuk berangkat ke telaga. Telaga itu ada diluar kota jadi Hose memilih untuk membawa mobil. Jaga – jaga jika terjadi hujan. Selain itu ia khawatir jika Manda kelelahan dan mengantuk karena jarak tempuh menuju telaga memerlukan waktu 2 jam.


Manda teringat jika jalanan yang mereka lalui sama persis ketika menuju ke air terjun. Benar, untuk menuju lokasi telaga mereka harus melewati jalanan menuju air terjun yang pernah Manda kunjungi bersama Noval. Manda terdiam lalu menutup mata. Teringat lagi dengan kenangan bersama Noval yang menjadi pertemuan yang terakhir sebelum ia bertemu Noval dalam keadaan yang sangat tidak ingin ia ingat.


“Tidur aja Manda, satu jam lagi kita sampai,” ucap Hose. Tangan kirinya mengusap halus kepala Manda lalu


kembali lagi dalam kemudinya. Manda mengangguk dengan mata yang terpejam. Sedikitpun ia tidak mengantuk, hanya tidak ingin terlalu hanyut dalam rindunya.

__ADS_1


Maaf Hose sebenarnya aku tidak mengantuk, jalanan ini begitu mengingatkanku dengan Noval


Setelah melalui perjalanan yang cukup berliku sebab jalanan yang mereka lalui ada didekat gunung jadi banyak


belokan dan tanjakan. Namun pemandangannya berhasil menghipnotis dan menghilangkan rasa januh. Sampailah di parkiran telaga setelah Hose membayar tiket dan memarkirkan mobilnya.


Oh my God, How great is our God. bagusnya tempat ini.


Manda turun dari mobil dan lagi – lagi takjub ketika matanya berhasil menatap telaga yang sangat luas itu. Telaga terluas di Pulau Jawa yang merupakan telaga alami yang berada di ketinggian 1.200 meter diatas permukaan laut. Hawanya dingin dan sejuk meskipun sang sang surya telah beranjak dari tidurnya untuk menyinari bumi.


“Manda, kamu mau makan sesuatu? Ada jagung bakar sama sate kelinci terenak disini," ucap Hose ketika mereka duduk di dudukan yang ada dipinggiran telaga.


hah sate kelinci? yiiiiii!


“Hah!” manda memicingkan matanya. “Sate kelinci? Nggak ah kasian, hewan lucu kayak gitu masa dijadiin


makanan. Jagung bakar aja sama jahe anget kalau ada."


“Kan kelinci pedaging yang dipakai Man, yauda aku belikan dulu, ya!" Hose menuju kea rah penjual yang ada

__ADS_1


didekat mereka. Pedagang yang sangat ramah. Meski dilokasi wisata, harganya tak jauh berbedah. Sangat layak. Apalagi dinikmati sambil melihat pemandangan sekitar danau yang indahnya tak bisa diceritakan dengan kata – kata.


__ADS_2