Teman Hidup

Teman Hidup
Episode 33


__ADS_3

Suasana kantin siang ini cukup ramai. Gelak tawa memenuhi setiap sudut kantin yang dipenuhi pekerja kantor


yang sedang beristirahat sekaligus bercengkerama dengan teman – temannya sambil menikmati hidangan kantin yang beraneka ragam. Manda dan Sekar juga berada diantara puluhan pekerja yang ada di kantin itu.


“Manda mau udang?” tanya Sekar yang langsung mendapat anggukan bahagia dari Manda.


“Terima kasih cantikku!” ucap Manda ketika Sekar membubuhi beberapa udang diatas piring Manda. Sekar alergi


udang. Ia tidak sengaja memesan kwetiau yang ternyata banyak sekali toping udang menghiasi kwetiau pesanannya. Manda merasa bahagia kini kwetiau yang ada dipiringnya jadi dobel ekstra udang. Wajahnya langsung berseri menyantap kwetiau yang lezat itu.


Dengan lahap Manda menikmati makanannya hingga habis dan piringnya bersih tak tersisa. Sedangkan Sekar masih berusaha menghabiskan sambil berharap tubuhnya baik – baik saja. Sudah terlanjur jadi sangat sayang jika tidak dimakan.


“Setelah ini kamu minum yang banyak Sekar. Ini jusnya dihabisin saja. Lalu nanti kamu minum air putih yang


banyak supaya kamu batal alergi,” ucap Manda dengan yakin. Sekar tercengang dan mengkerutkan alisnya merasa tak percaya.


“Ilmu dari mana Manda?”


“Emh, kurang tahu sih, hehe,” ucap Manda meringis karena memang ucapan yang telah keluar dari mulutnya


hanyalah sekedar teori pribadinya.


“Semoga tidak kenapa – kenaoa. Bismilah.”


Ponsel Manda yang ada disebelah kanan piringnya bordering. Ada nama kontak Hose memanggil. Kedua mata Manda dan Sekar kompak melihat layar ponsel dan terdiam sesaat.


“Diterima saja Manda. Siapa tahu penting. Katamu sudah memaafkan dia bukan?” ucap sekar menunjuk ponsel itu


dengan sendoknya.


Dengan ragu – ragu Manda menerima telepon daru Hose.


“Halo, Shalom Hose,” sapa Manda mengawali percakapan telepon.


“Halo Manda. Apakah aku mengganggu waktumu?” jawab Hose. Manda mengkerutkan dahi mendengar Hose tidak

__ADS_1


membalas salamnya.


“Tidak Hos, aku sedang di kantin,” jawab Manda jujur.


“Ah kebetulan aku lagi berada di dekat kantor tempat kamu bekerja, aku kesana ya?”


Telepon terputus. Manda kembali meletakkan ponselnya.


Tidak lama kemudian datanglah laki – laki yang tadi meneleponnya. Hose yang langsung menemukan dimana Manda duduk. Ia hafal dengan baju yang biasa Manda pakai untuk bekerja. Meskipun kantin sedang ramai, ia mampu menemukan Manda diantara kerumunan.


“Manda, Sekar, boleh aku duduk?” Sekar mengangguk karena mulutnya masih penuh makanan. Tangannya memberi isyarat supaya Hose duduk.


“Duduk aja Hose silahkan!” ucap Manda.


“Alhamdulillah akhirnya kenyang. Manda, Hose aku ke kantor dulu ya!” pamit Sekar sambil mengambil piring kotor


yang ada di meja mereka lalu membawanya ke penjual kantin.


Kini di meja itu tertinggal Hose dan Manda. Sekar telah kembali ke kantor.


“Manda, aku benar – benar minta maaf,” ucap Hose penuh sesal.


“Iya, aku sudah memaafkanmu sejak saat itu. Lupakan saja.”


“Aku harap kita bisa balikan Man,”


“Maaf tidak bisa Hos!” Manda langsung menyahut perkataan Hose.


“Aku memang sering tidur dengan dia, namun aku cintanya sama kamu Manda,”


Kenapa lucu sekali laki – laki ini.


“Ku mohon kamu bisa percaya sama aku Manda. Aku akan berusaha untuk berhenti berhubungan dengannya!” ucap Hose memohon.


Manda membulatkan matanya menatap ke meja. Merasa heran dengan perkataan laki – laki yang pernah menjadi

__ADS_1


kekasihnya.


“Maafkan aku Hose. Aku sudah tunangan dengan Mas Niko. Beberapa bulan lagi aku akan menikah,” ucap Manda


lirih.


“Apa kamu mencintainya?” Manda mengangguk dengan mantab karena memang ia sangat mencintai Niko.


“Baiklah Manda, jika memang itu pilihan kamu, aku mendukung. Yang penting kamu mau memaafkan aku, walau besar harapanku kamu bisa bersamaku lagi,” ucap Hose sedikit lemas. Terkejut bahwa Manda sebentar lagi akan menikah.


“Iya Hose, kita masih bisa berteman bukan?” ucap Manda tersenyum. Tangannya mengusap lengan Hose sekilas.


Hose tersenyum walaupun dalam hatinya sangat kecewa atas apa yang telah ia dengar dari telinganya. Namun itulah kenyataan yang harus diterima.


Hose meninggalkan kantin itu setelah berpamitan. Sebelumnya mereka telah berbincang dan bercanda untuk


melupakan percakapan sebelumnya. Manda sebenarnya merasa tidak enak dengan Hose. Namun posisinya sudah menjadi calon istri Niko. Meskipun jika saat ini posisinya sendiri, Manda tetap tidak mau jika harus kembali bersama dengan Hose. Kepercayaan sudah dirusak. Kesetiaan sudah dilanggar.


Manda menghela nafasnya sedikit lega lalu memakai kaca mata dan segera meninggalkan kantin. Waktu istirahat


tinggal tiga menit lagi sehingga ia harus sedikit berlari menuju kantor.


___________


___________


 


Kesetiaan itu mulia dan mahal harganya. Jika dengan yang terlihat saja tidak bisa setia, bagaimana dengan


yang tidak terlihat?


@yuliapst_


 

__ADS_1


__ADS_2