Teman Hidup

Teman Hidup
Episode 7


__ADS_3

Hari – hari telah berganti. Sudah hampir dua minggu Manda menghabiskan waktunya didalam rumah. Belajar memasak menjadi kegiatan favoritnya. Merupakan ide dari Bu Tere karena berusaha mengalihkan kesedihan Manda. Hitung – hitung supaya Manda bisa masak sebelum Manda dipinang oleh lelaki.


Jadwal wisudahnya juga masih 6 bulan lagi karena dia kalah cepat untuk daftar wisuda bulan depan. Tapi dengan


begitu Manda jadi punya waktu untuk dirumah belajar memasak dan mempersiapkan lamaran kerjanya.


Manda masih didapur dengan berhiaskan celemek dibadannya.


Tok


Tok


Tok


Manda berlari menuju pintu utama rumah. Dibukalah pintu dan melihat Niko ada dihadapannya.


“Manda, ayo ikut aku ke rumah sakit!” Niko meraih tangan Manda dan menggenggamnya. Wajah Niko begitu pucat.


“Mas Niko sakit?” tanya Manda.


Manda melirik ke arah depan dan dilihatnya gadis mengandung yang pernah ia lihat. Disebelah gadis itu juga ada lelaki seumuran Niko.


“Nggak Mas, maaf aku nggak bisa.” Manda berusaha melepas genggaman Niko namun ditahan.

__ADS_1


Maksudnya apa sih? Mau bikin aku semakin sakit hati.


Tenggorokan Manda makin berat. Ia menahan keinginannya untuk menangis.


“Noval...”


“Kenapa Noval? Istrinya mau melahirkan?” bentak Manda menatap tajam Niko.


“Noval kritis Manda. Gadis yang mengandung itu bukan istri Noval. Dia Nana sepupu kami, dan lelaki itu Erga


suaminya, dan itu HPL masih lama. Nggak mungkin juga mau melahirkan kuat berdiri Man," jawaban Noval yang begitu mengejutkan bagi Manda.



Setibanya di Rumah Sakit mereka menuju ke lantai 5 ke ruang ICCU dimana Noval dirawat. Perasaan Manda kini


Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah Noval kecelakaan?


Tiba didepan ruangan ICCU, Bu Ratri dan Pak Yakub terduduk lesu dan menunduk. Seperti sedang mengharapkan


suatu kabar baik yang berkemungkinan kecil. Bu Ratri  langsung berdiri memeluk Manda dan mencium kepala manda. Manda semakin bingung dengan situasi yang terjadi.


Mereka semua masuk kedalam ruangan. Noval sedang berbaring dengan beberapa alat rumah sakit yang biasa

__ADS_1


Manda temui di drama film favoritnya. Mata  Manda kini nanar dan perlahan menjatuhkan air matanya ketika berada


tepat disamping Noval yang kini tergulai lemas dengan bantuan selang yang menempel di hidungnya.


Jemari Noval bergerak pelan ketika Manda menggenggam tangannya. Perlahan Noval tmembuka matanya. Keluarga Noval tercengang melihatnya karena sudah satu minggu Noval tidak sadarkan diri.


“Manda” panggil Noval. Ia sedikit menahan rasa sakit namun berusaha tersenyum.


“Kamu kenapa menangis? Cantikmu hilang kalau kamu menangis,” ucapnya tersenyum.


Manda tak menjawab hanya menatap Noval dengan air mata yang mengalir deras. Ia menggenggam erat tangan kanan Noval.


Novel begitu merindukan Manda. Ia ingin sekali memeluk tubuh gadis yang sedang menggenggam erat tangannya. Namun ia tak ada kekuatan. Sedang tangan kirinya masih tertancap infus.


“Mas Niko,” Noval memanggil Niko. Niko mendekat. Niko tak menangis namun wajahnya begitu sendu penuh kesedihan.


“Mas Niko tolong jaga Manda ya, aku tau Mas Noval orang yang tepat sebagai pasangan hidup Manda, Noval mohon kalian menikah dan hiduplah bersama dengan bahagia.”


Noval kamu ini ngomong apa sih, jangan aneh – aneh Noval.


“Noval tolonglah, jangan ngomong yang engga – engga. Kamu pasti bisa melewati semua ini. Aku mau kamu ajak jalan – jalan lagi setelah sehat.” Manda menggenggam erat tangan Noval dengan senyuman getir diantara aliran air matanya.


“Aku mengasihimu, aku mencintaimu Manda. Hiduplah dengan bahagia bersama Mas Niko!” Perkataan terakhir Noval setelah itu ia terpejam kembali matanya. Manda menangis dan mengerang mencoba membangunkan Noval. Namun Noval seperti tertidur pulas walau Manda berusaha menggoncang tubuhnya. Ibu manda langsung menarik dan memeluk Manda.

__ADS_1


Noval menghembuskan nafas terakhirnya setelah bertemu kembali  dengan sahabat terbaiknya, gadis yang benar –


benar dicintainya untuk yang terakhir kali.


__ADS_2