
...
Selamat pagi Manda ♡
Semoga kamu membaca ini ketika pagi, semoga udah mandi juga, hehe. Jangan malas mandi ya Manda.
Manda, maafin aku ya selama tiga bulan lebih aku menghilang tanpa memberi kabar. Aku sejujurnya sangat rindu,
namun aku nggak mau kamu khawatir. Aku nggak mau kamu terganggu kuliahnya. Dan, Selamat atas kelulusanmu. Maaf aku nggak bisa menepati janji untuk menemani sidangmu, maaf juga nanti saat kamu wisuda aku juga tak bisa mendampingimu.
Man, aku sangat mengasihimu. Bolehkah kupanggil kamu sayang? Sudah lama aku ingin sekali memanggilmu sayang. Boleh ya?
Sayang, terima kasih telah berhasil membuatku jatuh cinta pada gadis semanis dan seunik kamu. Aku mulai menyayangi dan mencintaimu sejak lama, awal - awal mengenalmu. Namun maaf tak bisa menemanimu lebih lama.
Sayang, aku ingin Mas Niko yang mendampingi hidupmu, menikahlah dengannya. Yah meskipun Mas Niko nggak setampan aku, namun aku yakin dia akan sangat – sangat mengasihimu, aku yakin dia mampu menjagamu Manda.
Maaf nggak bisa bisa nulis yang bikin kamu terharu.
Aku pergi ya, I love u Manda.
yang mengasihimu 'Noval Andreas' ♡
…
Manda menutup surat yang usai ia baca. Berusaha menyeka air matanya dengan baju tidur lengan panjangnya. Sebisa mungkin ia tak mau menangis. Terlebih ada Niko dedekatnya.
Untung kamu nggak puitis orangnya Val, bisa nangis darah aku teringat kamu. Nggak berubah ya kamu, ditengah –
tengah kamu menahan sakit masih bisa bikin kata – kata aneh disuratmu. Kamu nggak pernah berubah. Selalu jadi dirimu sendiri. Namun aku percaya kamu benar – benar tulus menulisnya. I love u too, Noval.
__ADS_1
Niko yang ada didekatnya berusaha memahami ekspresi Manda. ia akan mengira gadis yang ada dihadapannya akan menangis sesenggukan setelah membaca surat dari almarhum adiknya. Niko mencoba menerka - nerka. Manda malah menyeka matanya dan diam tak menangis. Niko melihat dalam tatapan sendu Manda yang sebenarnya masih merasa kehilangan Noval.
“Boleh mas membacanya?” Manda mengangguk.
Noval membuka surat itu dan menghela nafasnya. Berjaga – jaga supaya nanti ia tak menangis ketika membaca
surat Noval.
Niko memicingkan matanya ketika selesai memvaca suratnya hingga usai.
“Pantes Manda nggak nangis,” gumam Niko dalam hatinya.
…
“Jadi waktu itu noval Noval sarapan bersama mama papa. Waktu itu masih bisa beraktifitas biasa namun udah
Panik saat itu kami, mama meneleponku supaya pulang. Rencananya sih aku yang akan antar Noval berobat ke
Negeri. Namun ketika sampai dirumah sakit, Noval memintaku untuk menjagamu sementara untuk antar jemput kamu. Jadi dia berobat ke Luar Negeri bersama Mas Erga suami dari Mbak Nana yang kamu kira istri Noval kemarin."
Niko berhenti sejenak menyeruput kopi susu buatan Lea. Lea sangat serius mendengarkan dengan mata yang sayu
menahan tangisnya.
“Makin hari keadaan Noval semakin memburuk. Kamu inget nggak Man ketika aku nggak bisa mengantar dan menjemputmu? Itu sedang menemui Noval. Saat itu ia mulai berpesan supaya aku bisa melamarmu
setelah kamu lulus.”
“Tapi mas..”
__ADS_1
“Sebentar Manda, biar aku menceritakan dulu. Noval begitu menyayangi kamu Manda, dan aku yakin kamu juga
mengasihi dia, lebih dari kasih seorang sahabat. Noval melarang untuk aku memberi tahu kamu, termasuk ketika kita semua bertemu dirumah, kami benar – benar nggak tau harus menyampaikam apa padamu. Saat itu Noval memang sudah mulai membaik dan hampir seminggu dirumah. Saat kamu kerumah itu dia baru saja cek lab di Rumah Sakit dekat rumah. Jadi maafin Noval dan maafin aku telah menyembunyikan dari kamu.” Noval menghela nafasnya dalam. Kembali menyeruput kopi susu yang hampir mendingin.
Manda terdiam dan menunduk. Jemari tangannya memainkan kuku – kuku yang seminggu belum dipotongnya. Manda merasa sangat kehilangan Noval. Manda juga bingung mengenai pesan Noval sebelum meninggal. Perasaan untuk Niko sedikitpun belum ada. Rasa tidak enak untuk menolak Niko mendominasi benaknya, juga merasa tidak mampu menepati permintaan lelaki yang disayanginya.
“Manda!” Niko meraih tangan kiri Manda.
Aduh mas jangan lamar aku sekarang, aku nggak siap.
“Aku paham perasaanmu. Setelah aku sering bertemu kamu, sejujurnya aku sudah mulai jatuh hati”, Niko sangat
berhati – hati mengatakannya. Ia tahu gadis yang ada didekatnya begitu gugup. Terasa tangannya begitu dingin.
Tuhkan dia mulai melamar , hiks.
"Jauh sebelum Noval memintaku untuk melamar bahkan menikahimu. Namun aku nggak bisa memaksamu. Untuk masalah permintaan Noval, kamu tak perlu menepatinya. Noval sudah tenang disana. Kamu ingatkan Manda bahwa orang yang telah meninggal sudah taka da lagi urusan dengan manusia yang ada didunia. Jadi hiduplah dengan bahagiamu sendiri Manda. Manda bisa memilih pasangan hidup sesuai yang Manda inginkan. Tak harus mengikuti permintaan Noval.” Niko tersenyum dan menghapus air mata Manda yang mulai menetes.
Manda bukanlah menangis haru. Hanya bingung dengan situasi yang dihadapi. Namun mendengar perkataan Niko yang terakhir membuat Manda lebih lega karena tak perlu membuat alasan menunda ataupun menolak.
...
kisah dimulai ...
...
Selamat membaca ya teman - teman ♥
salam sehat ♥
__ADS_1