Teman Hidup

Teman Hidup
Episode 22


__ADS_3

Siang ini Manda memilih ditemani Hose di salah satu kafe dekat dengan kantornya. Kebetulan Sekar hari ini puasa dan Manda juga tidak membawa bekal. Sekalian bertemu dengan kekasihnya yang sibuk belakangan ini. Hose meraih tangan Manda yang berada diatas meja. Dimainkannya jemari lentik Manda yang sudah tidak pernah menolaknya lagi. Hose juga berjanji untuk tidak lebih dari itu. Kini wajah Manda menghangat dan merasa malu karena perbuatan manis Hose, kekasih Manda.


“Maaf ya sayang hari – hari ini aku jarang mengantarmu, benar – benar kerjaanku lagi sibuk banget," kata Hose


diakhiri dengan mengecupnya lembut.


“Iya nggak masalah sayang, aku juga bisa naik motor ke kantor. Toh nggak terlalu jauh dari rumah," jawab Manda


kemudian melepaskan tangan Hose ketika seorang pelayan kafe mengantarkan pesanan mereka.


Keduanya menikmati makanan masing – masing. Chicken karage adalah menu favorit Manda di kafe ini. Hose menyukai sikap Manda yang tidak pernah bilang terserah ketika ditanyai mau makan apa. Manda selalu mempunyai jawaban untuk menentukan makanan yang sedang diinginkannya.


Dalam sekejap Hose telah menghabiskan makanannya. Sepertinya sedang terburu – buru. Hose menghabiskan


jus jeruknya sembari membaca pesan yang masuk di ponselnya. Manda menatapnya heran.


“Sayang, maaf aku harus bertemu klien sekarang."


Manda kembali menatap heran.


“Oh yaudah oke nggak masalah,"  Manda mengangguk, melanjutkan sesi makan siangnya.


“Pergi dulu ya sayang, ini nanti aku yang bayar." Hose meraih kunci mobilnya lalu mengusap kepala Manda dengan

__ADS_1


lembut sebelum ia benar – benar meninggalkan Manda di kafe.


Tanpa disadari Manda, di kafe yang sama sedang duduk seorang yang ia kenal. Niko. Sedari awal mereka makan


siang Niko sudah mengamati keduanya. Setelah memastikan mobil Hose bemar – benar meninggalkan kafe, Niko menghampiri Manda.


“Bolehkah bergabung Manda?" Manda mendongak kaget.


“Eh, em, boleh Mas, silahkan!" Manda menelan makanannya dan mengusao pojok bibirnya dengan tisu.


“Terima kasih." Niko meletakkan makanan dan minumnya di meja lalu duduk dehadapan Manda.


“Mas Niko sejak kapan disini?" tanya Manda ragu.


“Lumayan, kantor Mas juga berada dekat sini, tadi nyoba ke kafe ini ternyata enak ya makanannya," raut muka


Yaampun Mas Niko liat aku sama Hose dong tadi, huh.


“Kenapa diam Manda? dilanjutkan makannya."


“Eh i..ya Mas Niko," Manda tersenyum salah tingkah dan melanjutkan makannya.


“Tadi kekasih kamu ya?” tanya Niko, Manda berdebar jantungnya. Manda tak mengerti mengapa seperti ini tiap kali

__ADS_1


bertemu Niko belakangan ini. Apalagi saat ini. Seperti perasaan kepergok selingkuh padahal Niko bukan siapa – siapa Manda. Hanya masa lalu yang pernah singgah. Itupun hanya sekedar berelasi sebagai teman biasa.


“Iya Mas," jawab Manda pelan dan sedikit tertunduk.


“Baik – baik ya Manda," ucap Niko masih dengan senyumnya yang menawan. Manda tidak mau terlalu melihat kedepan. Hanya rasa gugup yang kini menyelimutinya. Tangannya dingin. Selera makannya menjadi menurun. Bukan karena ia tidak suka dengan rasanya, bukan pula tidak suka dengan sosok laki – laki yang ada didepannya. Hanya gugup dan bingung harus berbuat apa. Harus berbicara apa.


“Iya Mas," Manda tersenyum dan kembali menunduk pada piring berisi nasi chicken karage kesukaannya.


“Mas sekarang sama siapa?” tanya Manda memecah rasa gugupnya.


“Sama kamu kan? jawab Niko sekenanya.


“Um, maksud Manda, pasangan Mas." Manda memberanikan diri mengucapkan secara lugas.


“Ohh, nggak. Mas masih sendiri." Mas Niko tersenyum pada Manda. Raut muka Manda kembali menghangat. “Mas masih menunggu orang yang sangat Mas cintai”, jawab Niko lagi.


Manda makin berdegub. Seakan tidak menyetujui jawaban yang dilontarkan laki – laki yang kini didekatnya.


“Oh begitu, semoga Tuhan mengizinkan Mas bersatu dengan gadis itu ya Mas."  ucap Manda perlahan


menyembunyikan rasa gugupnya yang semakin memuncak. Manda mengambil botol minum dan meneguknya.


“Amiiinn Manda… Amiiinn… Mas sangat berharap bisa menikahi gadis itu," jawab Niko penuh antusias yang makin

__ADS_1


membuat pias seorang gadis yang kini berbicara dengannya. Terbersit rasa penasaran dengan siapa gadis yang membuat Niko jatuh cinta.


Huh buat apa aku ingin tahu siapa gadis itu, tidak penting!


__ADS_2