Teman Hidup

Teman Hidup
Episode 11


__ADS_3

Masih belum beranjak semenjak mereka sampai di telaga. Saling menikmati jagung bakar yang sungguh nikmat. Pengunjung mulai banyak berdatangan. Perahu motor mulai menghiasi telaga yang luas itu. Sangat beruntung kali ini mereka datang ketika cuaca sangat cerah.


“Terakhir kesini kabut Man, wuuh sekeliling penuh kabut jadi telaganya bener - bener gak keliatan. cuma kabut tebal mirip lautan awan,” ucap Hose memecah keheningan selama menikamati jagung bakar yang ada digenggaman


masing – masing.


“Ohya, sama siapa kamu kesini?” tanya manda menghentikan kunyahannya.


"Sama teman aku” jawab Hose dengan mulut yang masih asik mengunyah.


“Ohh." Ujar Manda singkat.


“Hose, maaf ya jika selama ini aku belum memberi kepastian. Aku percaya sama kamu, namun aku masih takut”


“Takut kenapa Manda? takut aku selingkuh atau,” jawab Hose yang langsung dipotong Manda.


“Enggak enggak, aku cuma takut kehilangan yang kedua kalinya,” jawab manda lirih.


“Manda, tiap manusia memiliki porsi masing – masing. Jangan takut, Noval pergi juga bukan kesalahan kamu, itu sudah menjadi takdir Tuhan,” Hose mengusap lembut kepala Manda.


Benar juga sih kata Hose.


Manda meletakkan jagungnya. Ia terdiam memikirkan perkataan Hose.

__ADS_1


“Lalu gimana Hos?” Manda menatap mata laki – laki yang sejak tadi menatapnya.


“Kita coba jalani bersama, aku nggak akan tinggalin kamu, Manda.” Hose menatap Manda. Sorot mata yang begitu


tulus. Manda mengangguk. Hose begitu jawaban dengan bahasa tubuh Manda yang artinya mau menerima Hose sebagai kekasihnya.



Hari – hari berganti Manda lewati dengan penuh suka cita. Hadirnya Hose sebagai kekasihnya benar – benar membawa ngin dan harapan baru. Seringnya mereka bersama sehingga rasa sayang mulai mekar dalam hati Manda. Semakin hari semakin nyaman dengan hadirnya sosok Hose.


“Bagaimana hubunganmu dengan Hose mbak?” tanya Mia yang kini telah menjadi mahasiswa.


“Baik sih dek, ya gimana ya tiap hari bertemu juga kan, ya lama – lama mbak mulai sayang," jawab Manda sembari


“Bisa gitu ya mbak, kupikir Mbak Manda bakalan sama Mas Niko," ucap Mia meraih pisau didekatnya lalu membantu Manda kupas – kupas.


Anak ini tanya apaan sih. Apa nggak ada topik lain selain ini!


Manda terdiam sejenak mendengar perkataan adiknya. Teringat dengan pesan terakhir sebelum Noval pergi untuk


selamanya. Namun Manda berusaha tidak mengindahkannya.


“Nggak, ya gimana lagi.. seperti halnya sambal. Dulu kamu nggak suka kan dek kalau mama bikin sambal, karena

__ADS_1


hampir tiap hari mama bikin sambal, lama – lama kamu doyan bahkan sekarang kamu nggak bisa makan tanpa sambal, ya kan? Begitupun rasa cinta. Mungkin mbak awalnya nggak ada perasaan apapun sama Mas Hose, namun lama – lama akhirnya mbak bisa menerima dan menyayangi mas Hose," jawab Manda sambil tetap mengupas. Mia menganguk menyetujui pernyataan Manda.


Sudah ya jangan tanya macam - macam lagi.


Masakan telah siap tersaji diatas meja makan. Pak Rendra dan Bu Tere sudah bersiap untuk menikmati masakan buah hatinya yang kini telah beranjak dewasa. Mereka tersenyum melihat apa yang ada dihadapan mereka. Manda dan Mia juga duduk di meja yang sama.


“This is it ayam goreng mentega, pokcoy saus tiram, mendoan dan sambel trasi by chef mbak Manda dan Mia,” ucap Mia ketika akan memulai makan malam bersama keluarganya. Papa mamanya geleng – geleng dan tersenyum melihat tingkah anaknya. Masih saja menggemaskan meskipun telah menjadi mahasiswa.


“Mia pimpin doa makan ya!” pinta Manda lalu bersikap doa.


“Loh gak mau, mama atau papa aja yang pimpin doa”, protes Mia namun mama papa dan kakaknya telah siap dengan sikap doanya. Dengan terpaksa Mia mulai memimpin doa makan.


“Amin!" ucap papa dan mama usai Mia menutup doa.


“Kamu dah gede dek, belajar pimpin doa wakakaka” ejek Manda melihat adiknya yang cemberut karena dipaksa


berdoa.


“Sudah ayo kita makan!” ucap Pak Rendra yang memulai mengambil nasi dan sayur serta lauk buatan Manda dan Mia.


Manda dan Mia berhasil membuat nasi satu bakul habis beserta lauk dan sayurnya. Mereka begitu puas ketika apa


yang mereka masak benar – benar dinikmati dan dihabiskan. Menghabiskan semua masakan buah hatinya merupakan bentuk apresiasi dari orang tua Manda.

__ADS_1


__ADS_2