
Manda sudah mau keluar kamarnya setelah seminggu ia banyak menghabiskan waktu dikamarnya. Bahkan untuk makan saja harus Bu Tere kadang – kadang juga bergantian dengan Mia. Bu Tere sangat memahami bagaimana perasaan putrinya. Karena selama hidup Noval hampir tiap hari bertemu dengan Manda. Kuliah pasti bertemu karena mereka memang selalu satu kelas. Sepulang kuliah noval masih menyempatkan diri mampir kerumah
meskipun hanya setengah jam ngobrol diruang tamu bersama Manda.
Manda membuka pintu kamar dengan menyampirkan handuk dikepalanya menuju kamar mandi lalu membersihkan diri. Ia sadar bahwa ia harus bangkit. Sudah menjadi rencana Tuhan mengenai hidup dan mati manusia. Semua yang ada pada manusia merupakan titipan dari Tuhan,semuanya milik Tuhan.
Matanya sembab hampir tiap malam ia menangis pasca kepergian Noval, sahabat yang amat sangat dicintainya.
“Eh sudah mandi anak mama. Sini nak bantu mama masak!”
Manda menjereng handuknya di jemuran belakang lalu menuju kedapur. Melihat sang Bu Tere sedang mencuci ikan
lele. Manda mengamati apa yang dikerjakan mamanya tercinta.
“Boleh Manda coba ma?” mamanya menoleh dengan senyum merekah melihat Manda sudah mau kembali melakukan aktifitas. Bu Tere menggeser tubuhnya memberi ruang Manda mencoba mencuci ikan lele yang telah dibersihkan isi perutnya.
__ADS_1
“Yiiiii!” Manda memercingkan dahi dan hidungnya. Hidung dan bibirnya mengkerut. Benar – benar kali pertamanya memegang ikan yang begitu licin ketika tersentuh jemari lentiknya. Bu Tere hanya terkekeh melihatnya. Membiarkan anaknya mencoba hal baru namun tetap memastikan lele – lele yang Manda cuci benar – benar bersih. Manda memang sudah cukup bisa memasak. Namun untuk mencuci ikan adalah hal yang pertama kali Manda coba.
Ekspresi jijik telah berubah menjadi senyum sumringah. Manda merasa berhasil ketika syaraf jijik pada benda
licin telah sirna. Diselesaikannya satu persatu sedangkan Bu Tere menyiapkan bumbu halusnya.
“Manda...” panggil Pak Rendra dari depan halaman. Papa Manda baru menyelesaikan menyiram tanaman yang ada dihalaman rumah. Kebetulah hari ini ia libur setelah lembur beberapa hari. Keluarga Pak Renda adalah keluarga yang hidupnya begitu sederhana. Walaupun sebenarnya mampu menyewa pembantu untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, mereka memilih untuk mengerjakan sendiri. Itu semua adalah ide Bu Tere karena ia ingin mengajarkan pada anak – anak untuk hidup mandiri. Itu saja Manda baru bisa masak ketika umurnya telah diatas 20 tahun.
“Manda, ada yang mencarimu sayang!” panggil Pak Renda karena belum berhasil memanggil anaknya.
“Iya, pa. iya.” Manda mencuci tangannya lalu menuju sumber suara tersebut.
kedalam. Membiarkan mereka berdua supaya dapat berbicara dengan nyaman.
Oh Mas Niko. Hufst harus secepat ini ya dia datang. Baru aja adiknya meninggal udah kesini aja.
__ADS_1
Manda berusaha menyembunyikan rasa bingungnya. Ia paham maksud Niko datang adalah membahas pesan Noval sebelum berpulang.
“Mas Niko mau bahas soal pernikahan ya?” ucap Manda pelan seraya duduk di sofa.
Niko mengernyitkan dahi namun langsung ia ubah dengan senyumnya yang menawan. Sejak kali pertama bertemu
Manda memang senyum Niko selalu menawan.
“Enggak, enggak, santai aja Manda.” Manda mendengus lega mendengarkan jawaban Niko.
“Jadi mas Niko mau apa? Mau bahas mengenai Noval yang mencoba gak memberiku kabar karena takut aku khawatir?” Manda tidak hanya telah pulih dari sedihnya. Kini ia makin ceriwis dari sebelum – sebelumnya. Niko menggeleng dan menahan tawanya.
“Manda…Manda.. kamu kog kayak pembaca novel remaja atau penonton sinetron aja. Suka banget nebak – nebak,” ledek Niko menahan tawanya. Ia terheran dengan gadis yang ada disebelahnya.
Ihh Mas Niko kenapa juga malah ngetawain aku.
__ADS_1
Niko memberinya kado dan surat pada gadis yang ada didepannya. Sejak tadi mukanya masam seakan – akan malas dengan kedatangan dirinya. Manda meletakkan kadonya dan membuka amplop berisi surat dengan tulisan yang ia kenali. Tulisan Noval.
Tuh kan bener dugaanku, kalau gak ngomongin pernikahan ya ngasih surat dari Noval seperti yang ada di film – film. Aku maunya Noval mas bukan surat.