Tengil VS Bunglon

Tengil VS Bunglon
TB 01


__ADS_3

Suasana riuh tepatnya


berada dilapangan yang punuh dengan siswa-siswi yang sedang menonton


pertandingan basket antar sekolah. Ben yang sedari tadi mengumbar pesona di


setiap kaum hawa, membuat para siswa berteriak histeris. Gerry yang melempar


bola basket kearah Ben lalu memasukkannya dengan indah. Membuat para siswa yang


melihatnya menjerit histeris.


Selalu saja terjadi


seperti itu, Ben mengangkat tangannya keatas dengan wajah sumringah, sedangkan


Gerry dan Jovan hanya menampakkan seulas senyum lebar pada para fans fanatic


mereka.


Tepat kali ini sekolah


High School Nasional menjadi tuan rumah dalam pertandingan basket.


Pertandingan selesai


dengan skor Imbang, Ben mengambil sebotol air lalu ia menegukkan hingga tandas,


sedangkan Jovan hanya menyisakan setengah lalu menuangkan kewajahnya sambil


mengoyangkan kepalanya. Jovan mengusap wajahnya dengan handuk yang dipegangnya.


Sedangkan Gerry baru


saja mengambil sebotol air minum, dengan sekali tegukan dan saat ini mereka


sedang beristirahat. Pertandingan selesai.


Setelah selesai


mengganti pakaian Gerry dengan segera menuju ruang osis seperti biasanya.


Sedangkan Ben dan Jovan pergi kekantin untuk mengisi perutnya. Mereka mengambil


tempat, Jovan yang pergi memesan makanan, Ben hanya duduk sambil memainkan


ponselnya.


Hari ini sangat


melelahkan baginya, sebagai cowok populer seantero Ben mengecek instagramnya.


Ada banyak notifikasi yang masuk, Ben hanya bersikap cuek saja. Melihat para


fans fanaticnya.


Jovan yang baru saja


datang dengan membawa dua makanan di atas mampang. Jovan yang melihat raut


wajah Ben yang berubah jadi pias.


“Kenapa muka lo kusut


begitu?” Tanya Jovan, Ben hanya diam sambil menunjukkan sesuatu pada ponselnya.


“Dia, lo tungguin di


follback lo. Mana mungkin. Sampe kiamat juga enggak bakalan di follback” Oceh


Jovan membuat Ben mendengus sebal.


“Kali aja, Dia mau back


gue” Gumam Ben, Jovan hanya bisa menggeleng kepalanya


“Khayalan lo terlalu


tinggi”


Ben hanya diam


menganggapi sahabatnya itu, Ben memang sedang memandangi sosok perempuan cantik


yang selalu nongkrong di Caffe miliknya. Meski begitu Ben tidak berani


berkenalan dengannya. Karena perempuan itu sangat amat dingin dan cuek. Dan itu


membuat Ben makin penasaran padanya.


Seulas senyum saat


melihat foto yang berada di ponselnya, perempuan biasa namun bagi Be dia adalah


perempuan yang paling indah dan cantik di muka bumi.


Gerry yang baru saja


datang, hanya bisa menggeleng kepala melihat kelakuan sahabatnya. Jovan hanya


mengendikkan bahu saat Gerry melirik Ben.


“Biasa Cewek khayalan


di dunia peri” sahut Jovan, membuat Gerry terkekeh.

__ADS_1


“Mau sampai kapan


mandangi foto cewek khayalan lo” Tawa Gerry


“Sampai dia menampakkan


diri dihadapan gue” Alibi Ben membuat kedua sahabat tertawa bahak-bahak.


Gerry dan Jovan masih


dengan tawanya yang pecah, mengapa ia memiliki sahabat yang kepedeannya tingkat


akut. Dan khayalan tingkat tinggi. Gerry dan Jovan hanya bisa menggeleng


kepala.


“Ohh Tuhan, Ben


kesambit apaan ya? Kenapa tingkat pedenya tidak mau hilang juga” Gerry memanjat


doa dengan wajah serius. Jovan masih dengan tawanya.


“Gubrak gue memiliki


sahabat kayak lo, aneh bin ajaib” Ucap Jovan diselingi tawa. Semua siswa yang


memperhatikan mereka hanya bisa tertawa, ada juga yang cekikikan. Ada juga yang


menggeleng melihat kelakukan cowok populer seantero. Hingga penjaga kantin


hanya bisa tersenyum dan menggeleng kepalanya.


“Sungguh aneh ya,


mereka” Itu kata salah satu penjaga kantin



Dua sahabat sedang


berjalan matanya menyusuri setiap koridor seperti mencari seseorang, entah itu


siapa?


Nova menggeram kesal


karena seseorang yang dicarinya tidak kunjung memunculkan batang hidungnya. Ia


sudah lelah dengan nafas yang terengah-engah Nova hembuskan.


“Kekantin yuk, gue


haus. Dari tadi jalan terus” keluh Keyla


mengiyakan karena sedari tadi ia capek mencari seseorang yang tidak kunjung


mucul.


Nova duduk sedangkan


Keyla ia pergi memesan minuman. Mata Nova masih celingak-celinguk. Nova


mendengus sebal,


Keyla datang membawa


dua minuman gelas dingin, Keyla menyodorkan pada Nova yang langsung menyeruput


hingga mencapai setengah.


Sorot mata Keyla saat


melihat seseorang yang dicarinya baru saja lewat begitu saja. Keyla yang


langsung menyeret Nova hingga hampir saja jatuh jika tidak mengimbanginya. Nova


berdecak sebal dengan kelakuan Keyla yang langsung main tarik saja.


“Woi, Emang gue kambing


apa. Main seret begitu saja” Kesal Nova bertambah saat dari kejauhan ia melihat


seseorang dicarinya sedang berjalan menuju kelas. Keyla sudah berlari duluan


menghampiri seseorang itu dari belakang. Yang disusul Nova yang tingkat


kekesalan sudah sampai diujung.


“Kennie Azzura


Mahendra, Dari mana aja sih? dari tadi dicariin juga” Ucap Nova mendengus sebal


pada sahabatnya.


“Sekarang gue sudah


ada, Ayo kekelas” Jawab Kennie enteng berlalu begitu saja. Nova menggeram


kesal. Karena memiliki sahabat super aneh  seperti Kennie. mereka sampai dikelas. Kennie yang menjatuhkan bokongnya


kekursi.


Kennie yang menyerngit


bingung karena suasana kelas sangat ramai dari biasanya. Bisa dikatakan Kennie

__ADS_1


anti dengan keramaian. Kennie mengambil earphonennya lalu memasang kepalanya.


Lalu membuka buku novel kesukaannya.


Sedangkan kedua


sahabatnya sibuk berbincang, entah apa yang mereka bicarakan itu menurut Kennie


tidak begitu penting baginya.


Semua siswa keluar dari


kelas, Nova dan Keyla menoleh. Entah apa yang terjadi di luaran sana, Nova dan


Keyla keluar dari kelas. Seketika ia menyeret Kennie untuk keluar juga.


Kennie mendengus sebal


karena kegiatan membaca terganggu karena ulah dua sahabatnya itu.


“Kalian berdua ini


kenapa? Main seret begitu saja” kesal Kennie pada Keyla


“Tidak usah mengoceh


dulu, liat aja disana. Cowok gantengku sedang main basket” Ucap Keyla


kegirangan saat melihat Ben tengah bermain basket bersama dua sahabatnya.


Kennie mengembungkan kedua pipinya, melipat kedua tangannya didepan dada.


Kennie mencebit, “Hanya


karena itu satu sekolahan jadi heboh” gumam Kennie lalu pergi begitu saja.


Sementara dua sahabatnya kegirangan.


Kennie kembali


melanjutkan aktivitas membaca yang tertunda karena dua sahabatnya itu. lembaran


demi lembaran membuka. Hari ini Freeclass, Kennie memilih membaca dari pada


harus menonton yang tidak begitu jelas menurutnya.


“Lebih baik gue ke


perpus saja, dari pada disini terganggu mulu” Ucap Kennie lalu bergegas keluar


dari kelas. Ia berjalan sepanjang koridor. Hingga seketika perjalanan Kennie


terhenti.


Brukkkk,


Badan Kennie tersungkur


kebawa, Kennie mendongak saat melihat seseorang yang menabraknya hingga


kesakitan pada bagian punggung belakangnya. Mereka berdua sama-sama jatuh.


Lelaki itu berdiri menampakkan wajah merah padam.


“Woi, Kalau jalan pake


mata dong” Ucap Ben kesal karena jalan dihalangi seseorang, Kennie yang berdiri


secara perlahan dan menatapnya tajam.


“Dimana-mana jalan pake


kaki, dilihat pake mata. Bego” Balas Kennie tidak kalah sengit.


Ben menggeram kesal “Lo


tuh ya, halangin jalan gue aja” Ucap menatap Kennie dengan intens


“Apa tidak kebalik ya,


lo yang halangin jalan gue” Ucap Kennie sambil melipat kedua tangan depan


dadanya. Setelah itu pergi meninggalkan Ben dengan wajah merah padam.


“Siapa sih dia? Seenak


jidat halangin jalan gue. pake acara nyolot lagi” Kesal Kennie saat memasuki


ruang perpustakaan. Penjaga perpustakaan menatap cengo dengan kedatangan Kennie


menampakkan wajah kesal.


Kennie duduk masih


menampakkan wajah kesalnya, ia mengepalkan kedua tangannya geram pada lelaki


yang menabraknya tadi.


“Aduhh, badan gue encok


semua gegara cowok tengil, songongnya pake kebangetan” Ucap Kennie masih dalam


kekesalannya. Ia masih merintih kesakitan dan mengusap punggungnya yang masih


sakit akibat jatuh tadi.

__ADS_1


__ADS_2