
Bughh
Bughh
Bughh
Ben tersungkur jatuh
kelantai ia mengelap bibirnya, melihat ada darah segar yang baru saja keluar
dengan bebas. Ben heran melihat Jovan yang langsung memukuli dengan membabi
buta. Sebenarnya apa yang terjadi? gumam Ben dalam hati. Ia menatap kesal kepada sahabatnya.
“Woi, Lo kesambet apa
sih? main pukul saja. Lihatkan ganteng gue hilang separuh” Dumel Ben
Jovan menatap sambil
tersenyum tipis “Gue harap lo jangan sakitin Kennie” ucap dengan penuh
penekanan
“Ngacoo lo, Gue sama
Kennie tidak ada hubungan apa-apa. Santai aja” ucap Ben begitu santai
“Lo suka ya sama
Kennie, ambil saja. Gue tidak butuh” lanjutnya lagi, sehingga Jovan tertawa
sinis.
Jovan menghampiri Ben
lalu manarik kerah bajunya lalu menghempaskan ketembok. “Asal lo tahu, Nina Anandita itu adalah adik gue yang
selama ini lo cari. Dan gue baru tahu bahwa adik gue pernah menjalin hubungan
dengan lo. Tetapi jangan harap lo bisa dekat lagi dengan Kennie. sudah cukup
adik gue yang tersakiti karena lo” ucap Jovan begitu dingin.
Ben merasa tercekat,
ternyata sahabatnya itu adalah saudara dari kekasihnya. Meski Kennie pernah
menceritakan padanya. tetapi ia baru mengetahui fakta itu. Jovan melepaskan
gemgaman tangannya dikerah baju Ben. lalu melangkah dengan nafas memburu.
Ben menghela nafas
gusar, mengapa cobaan begitu berat ia hadapi. Sedangkan Gerry hanya diam tidak
tahu harus berkata apalagi sekaligus menatap Ben iba. “Lo yang sabar, Gue tahu
Jovan sedang emosi. Nanti bicara baik-baik padanya” ucapnya Ben hanya
mengangguk.
Tanpa disadari oleh
Ben, Kennie berdiri mematung, ia baru saja mendengar semuanya. Seketika Ben
menoleh mendapati Kennie berdiri disana. Ben menghampiri Kennie, namun dengan
cepat Kennie membalikkan badannya lalu berlari cepat. Ben tahu Kennie sudah
mendengar semua ucapannya.
Dan Bodohnya, ia tidak
tahu itu. Ben menghempaskan bokongnya pada kursi panjang saat ini Ben dan Gerry
berada di lapangan basket indoor.
“Sabar Ben, Gue tahu
ini berat, tapi tak seberat rindu dilan” ucap Gerry dengan alibi, membuat Ben
berdecak sebal pada sahabatnya satu ini.
Nova dan Keyla sedari
tadi mencari Kennie kesana kemari namun nihil, batang hidungnya sama sekali
tidak tampak. Sedari tadi ia berusaha menelpon Kennie namun tidak dijawab.
__ADS_1
Nova mendengus sebal
“Sebenarnya Kennie kemana sih? lagian itu anak main hilang aja” dumelnya.
Sedangkan Keyla masih sibuk dengan cemilannya yang dipegangnya
“Erghhh, Key bisa
enggak makannya entar dulu” oceh Nova menatap Keyla gusar
“Enggak bisa soalnya
perut gue keroncongan, nanti cacing pada marah” ucap Keyla
Nova mengepalkan kedua
tangannya gemas, kenapa juga ia harus berteman dengan Keyla yang super Idiot.
Dan Oonnya ketulungan. Seketika menepuk jidatnya. Lalu kembali berjalan
mendahului Keyla.
“Kok main ditinggal
sih, Apa salah dengan gue?” Tanya Keyla pada dirinya sendiri lalu kembali
menyusul Nova yang sudah menjauh. “Woi, tunggu”
Nova berlari menaiki
anak tangga menuju rooftop ia yakin Kennie pasti berada disana. Dengan nafas
yang tersengal-sengal Nova berhenti tepat pada tangga terakhir. Begitu juga
dengan Keyla yang mengikutinya dari belakang.
“Woi, ngapain kita
kesini, gue capek tahu” Oceh Keyla dengan nafas ngos-ngosan karena mengejar
Nova.
Nova mengeka
keringatnya lalu kembali berjalan menghampiri Kennie yang sedang memukul samsak.
“Gue cari dari, ternyata lo ada disini” Dumel Nova menjatuhkan bokongnya pada
Melihat raut wajah
Kennie yang berubah jadi masam dan cemberut. Sudah dipastikan Kennie ada
masalah. Nova sudah mengetahui sifat sahabatnya itu. jika ada masalah ia pasti
akan memukul samsak.
“Lo kenapa lagi? Ada
masalah cerita sama kita, jangan samsak mulu yang lo pukul” Ujar Nova
Kenni berhenti,
wajahnya sudah dipastikan berkeringat. Keyla menyodorkan sebotol air mineral
padanya. “Thanks”
“Ini pasti karena Ben,”
ucapnya, Kennie hanya diam sambil mengangguk
Nova menghela nafas
berat, “Gue tahu cinta itu rumit, terkadang orang yang kita harapkan, tidak
pernah mengharapkan kita balik. Gue tahu lo sedang patah hati, karena Ben masih
belum bisa Move on dari cinta
pertamanya.” Ucap Nova panjang lebar. Dan memang benar yang dikatakannya.
Seketika Kennie memeluk
Nova erat, “Makasih,” ucapnya lirih
Air mata itu jatuh
begitu saja tanpa izin dipelupuk matanya. Saat ini Kennie butuh sandaran, butuh
seseorang, “Kita ini sahabat, jangan sembunyikan apapun dari kita. Dan kita
akan selalu ada buat lo” ucap Nova tulus.
__ADS_1
Kennie beruntung
memiliki sahabat seperti Nova dan Keyla, yang selalu ada disaat ia butuh.
“Uhhhh, Unchhh, Ikut juga dong” sahut Keyla ikut memeluk Nova dan Kennie.
Jovan tersenyum lebar
saat melihat ketiga sahabat itu saling berpelukan. Kennie yang merasa ada yang
memperhatikan mereka langsung saja melepas pelukan tersebut. Lalu menatap heran
Jovan.
“Jojo, sejak kapan lo
berada disini?” Tanya Kennie
“Sejak tadi, melihat
ketiga sahabat yang sedang pelukan seperti teletubis” ucap Jovan terdengar
garing. Semua menampakkan cengiran lebar.
Kennie langsung berdiri
dan memeluk Jovan erat, kedua sahabatnya heran. Apakah selama ini Kennie kenal
dengn Jovan. Cowok yang terkenal pendiam sekaligus most wanted disekolahnya.
Keyla menatap binar,
sedangkan Nova hanya melongo. Kennie melepaskan pelukannya. “Lo tidak
apa-apakan adik kecil” ucap Jovan sambil mengusap kepala Kennie lembut.
Kennie mengerucutkan
bibirnya “Gue bukan anak kecil” ucapnya menampakkan wajah memelas. Jovan
terkekeh
“Berasa milik berdua,
kita mah apa numpang” sahut Nova
Sontak keduanya menoleh
kompak, Kennie yang seperti biasanya sedangkan Jovan menampakkan senyum
menawabn dihadapan kedua sahabat Kennie. Nova dan Keyla seketika meleleh
melihat senyum jarang ia lihat.
“Aduh senyumnya bikin
gue meleleh”
“Gue juga, ganteng
banget. biasanya dilihat dari kejauhan. Ehh sekarang sudah ada didepan mata”
Kennie menggeleng heran
tidak percaya, kenapa kedua sahabatnya bisa sealay begini. Menghembuskan nafas lalu
kembali menatap Jovan. “Kenapa Jojo berantem sama Ben, Ben tidak salah?” Tanya
Kennie
Jovan menautkan alisnya
“Kenapa lo bilang begitu? Gue hanya tidak ingin adek kecil gue ini tersakiti.
Itu saja” jelas Jovan, Kennie tersenyum
lebar.
“Makasih Jo, sudah
peduli sama gue” ucap Kennie tulus
“Memang sudah
seharusnya,” balas Jovan
Nova dan Keyla melihat
kedekatan Jovan dengan Kennie layaknya seperti saudara sekandung. Merasa sangat
bahagia. “Jadi gue mohon jangan sedih, kita-kita semua berada disini sayang lo,
__ADS_1
Ken” ucap Jovan yang di angguki oleh Kennie.