Tengil VS Bunglon

Tengil VS Bunglon
TB 28


__ADS_3

Bughh


Bughh


Bughh


Ben tersungkur jatuh


kelantai ia mengelap bibirnya, melihat ada darah segar yang baru saja keluar


dengan bebas. Ben heran melihat Jovan yang langsung memukuli dengan membabi


buta. Sebenarnya apa yang terjadi? gumam Ben dalam hati. Ia menatap kesal kepada sahabatnya.


“Woi, Lo kesambet apa


sih? main pukul saja. Lihatkan ganteng gue hilang separuh” Dumel Ben


Jovan menatap sambil


tersenyum tipis “Gue harap lo jangan sakitin Kennie” ucap dengan penuh


penekanan


“Ngacoo lo, Gue sama


Kennie tidak ada hubungan apa-apa. Santai aja” ucap Ben begitu santai


“Lo suka ya sama


Kennie, ambil saja. Gue tidak butuh” lanjutnya lagi, sehingga Jovan tertawa


sinis.


Jovan menghampiri Ben


lalu manarik kerah bajunya lalu menghempaskan ketembok. “Asal lo tahu, Nina Anandita itu adalah adik gue yang


selama ini lo cari. Dan gue baru tahu bahwa adik gue pernah menjalin hubungan


dengan lo. Tetapi jangan harap lo bisa dekat lagi dengan Kennie. sudah cukup


adik gue yang tersakiti karena lo” ucap Jovan begitu dingin.


Ben merasa tercekat,


ternyata sahabatnya itu adalah saudara dari kekasihnya. Meski Kennie pernah


menceritakan padanya. tetapi ia baru mengetahui fakta itu. Jovan melepaskan


gemgaman tangannya dikerah baju Ben. lalu melangkah dengan nafas memburu.


Ben menghela nafas


gusar, mengapa cobaan begitu berat ia hadapi. Sedangkan Gerry hanya diam tidak


tahu harus berkata apalagi sekaligus menatap Ben iba. “Lo yang sabar, Gue tahu


Jovan sedang emosi. Nanti bicara baik-baik padanya” ucapnya Ben hanya


mengangguk.


Tanpa disadari oleh


Ben, Kennie berdiri mematung, ia baru saja mendengar semuanya. Seketika Ben


menoleh mendapati Kennie berdiri disana. Ben menghampiri Kennie, namun dengan


cepat Kennie membalikkan badannya lalu berlari cepat. Ben tahu Kennie sudah


mendengar semua ucapannya.


Dan Bodohnya, ia tidak


tahu itu. Ben menghempaskan bokongnya pada kursi panjang saat ini Ben dan Gerry


berada di lapangan basket indoor.


“Sabar Ben, Gue tahu


ini berat, tapi tak seberat rindu dilan” ucap Gerry dengan alibi, membuat Ben


berdecak sebal pada sahabatnya satu ini.



Nova dan Keyla sedari


tadi mencari Kennie kesana kemari namun nihil, batang hidungnya sama sekali


tidak tampak. Sedari tadi ia berusaha menelpon Kennie namun tidak dijawab.

__ADS_1


Nova mendengus sebal


“Sebenarnya Kennie kemana sih? lagian itu anak main hilang aja” dumelnya.


Sedangkan Keyla masih sibuk dengan cemilannya yang dipegangnya


“Erghhh, Key bisa


enggak makannya entar dulu” oceh Nova menatap Keyla gusar


“Enggak bisa soalnya


perut gue keroncongan, nanti cacing pada marah” ucap Keyla


Nova mengepalkan kedua


tangannya gemas, kenapa juga ia harus berteman dengan Keyla yang super Idiot.


Dan Oonnya ketulungan. Seketika menepuk jidatnya. Lalu kembali berjalan


mendahului Keyla.


“Kok main ditinggal


sih, Apa salah dengan gue?” Tanya Keyla pada dirinya sendiri lalu kembali


menyusul Nova yang sudah menjauh. “Woi, tunggu”


Nova berlari menaiki


anak tangga menuju rooftop ia yakin Kennie pasti berada disana. Dengan nafas


yang tersengal-sengal Nova berhenti tepat pada tangga terakhir. Begitu juga


dengan Keyla yang mengikutinya dari belakang.


“Woi, ngapain kita


kesini, gue capek tahu” Oceh Keyla dengan nafas ngos-ngosan karena mengejar


Nova.


Nova mengeka


keringatnya lalu kembali berjalan menghampiri Kennie yang sedang memukul samsak.


“Gue cari dari, ternyata lo ada disini” Dumel Nova menjatuhkan bokongnya pada


Melihat raut wajah


Kennie yang berubah jadi masam dan cemberut. Sudah dipastikan Kennie ada


masalah. Nova sudah mengetahui sifat sahabatnya itu. jika ada masalah ia pasti


akan memukul samsak.


“Lo kenapa lagi? Ada


masalah cerita sama kita, jangan samsak mulu yang lo pukul” Ujar Nova


Kenni berhenti,


wajahnya sudah dipastikan berkeringat. Keyla menyodorkan sebotol air mineral


padanya. “Thanks”


“Ini pasti karena Ben,”


ucapnya, Kennie hanya diam sambil mengangguk


Nova menghela nafas


berat, “Gue tahu cinta itu rumit, terkadang orang yang kita harapkan, tidak


pernah mengharapkan kita balik. Gue tahu lo sedang patah hati, karena Ben masih


belum bisa Move on dari cinta


pertamanya.” Ucap Nova panjang lebar. Dan memang benar yang dikatakannya.


Seketika Kennie memeluk


Nova erat, “Makasih,” ucapnya lirih


Air mata itu jatuh


begitu saja tanpa izin dipelupuk matanya. Saat ini Kennie butuh sandaran, butuh


seseorang, “Kita ini sahabat, jangan sembunyikan apapun dari kita. Dan kita


akan selalu ada buat lo” ucap Nova tulus.

__ADS_1


Kennie beruntung


memiliki sahabat seperti Nova dan Keyla, yang selalu ada disaat ia butuh.


“Uhhhh, Unchhh, Ikut juga dong” sahut Keyla ikut memeluk Nova dan Kennie.


Jovan tersenyum lebar


saat melihat ketiga sahabat itu saling berpelukan. Kennie yang merasa ada yang


memperhatikan mereka langsung saja melepas pelukan tersebut. Lalu menatap heran


Jovan.


“Jojo, sejak kapan lo


berada disini?” Tanya Kennie


“Sejak tadi, melihat


ketiga sahabat yang sedang pelukan seperti teletubis” ucap Jovan terdengar


garing. Semua menampakkan cengiran lebar.


Kennie langsung berdiri


dan memeluk Jovan erat, kedua sahabatnya heran. Apakah selama ini Kennie kenal


dengn Jovan. Cowok yang terkenal pendiam sekaligus most wanted disekolahnya.


Keyla menatap binar,


sedangkan Nova hanya melongo. Kennie melepaskan pelukannya. “Lo tidak


apa-apakan adik kecil” ucap Jovan sambil mengusap kepala Kennie lembut.


Kennie mengerucutkan


bibirnya “Gue bukan anak kecil” ucapnya menampakkan wajah memelas. Jovan


terkekeh


“Berasa milik berdua,


kita mah apa numpang” sahut Nova


Sontak keduanya menoleh


kompak, Kennie yang seperti biasanya sedangkan Jovan menampakkan senyum


menawabn dihadapan kedua sahabat Kennie. Nova dan Keyla seketika meleleh


melihat senyum jarang ia lihat.


“Aduh senyumnya bikin


gue meleleh”


“Gue juga, ganteng


banget. biasanya dilihat dari kejauhan. Ehh sekarang sudah ada didepan mata”


Kennie menggeleng heran


tidak percaya, kenapa kedua sahabatnya  bisa sealay begini. Menghembuskan nafas lalu


kembali menatap Jovan. “Kenapa Jojo berantem sama Ben, Ben tidak salah?” Tanya


Kennie


Jovan menautkan alisnya


“Kenapa lo bilang begitu? Gue hanya tidak ingin adek kecil gue ini tersakiti.


Itu saja”  jelas Jovan, Kennie tersenyum


lebar.


“Makasih Jo, sudah


peduli sama gue” ucap Kennie tulus


“Memang sudah


seharusnya,” balas Jovan


Nova dan Keyla melihat


kedekatan Jovan dengan Kennie layaknya seperti saudara sekandung. Merasa sangat


bahagia. “Jadi gue mohon jangan sedih, kita-kita semua berada disini sayang lo,

__ADS_1


Ken” ucap Jovan yang di angguki oleh Kennie.


__ADS_2