
“Elo beneran mau nikah,
kapan? Acaranya seru enggak” teriak Ben heboh, sementara Kennie berdecak sebal
menatap cowok tengil dihadapannya itu.
Pletak
Satu tinjuan mendarat
dikepala Ben, hingga meringis kesakitan “Woi, Gue bukan samsak, ****. Ini kepala
bukan bola, main tabok aja” kesal Ben dramatis
“Yang nikah itu nyokap
gue, bukan gue. lagian gue dengan Rose sudah akur”
“Hah,” ucap Ben lagi
dengan keterkejutannya,
“Biasa aja dong” ucap
Kennie menatap sebal
Dan tidak lama Jovan
datang dengan menggandeng Nova disebelahnya, sementara Gerry menggadeng Keyla
dengan senyum lebarnya.
“Wadidowww, gercep amat
lo berdua” ucap Ben saat mereka berempat duduk berpasang-pasangan.
“Heh, dari pada jadi
obat nyamuk kalian, mending gue sama yang cantik ini” ujar Gerry mulai
menggombal sedangkan Keyla hanya termangu.
“Gantengan juga Kak
Jovan dari pada elo, yang jagonya tebar pesona sana-sini” ucap Keyla dengan
polosnya membuat kelimanya tertawa mendengarnya.
“Betul itu” jawab Jovan
menaikkan kedua alisnya, Gerry hanya bisa diam tidak berkutik.
“Elo bukannya belain,
malah ngejatohin” kesal Gerry menatap kedua sahabatnya itu
Ben melemparkan tiga
undangan membuat keempatnya terkejut, Jovan mengambil undangan itu lalu ia
terkejut saat menatap nama yang tidak asing baginya. “Ini beneran, Ken?”
tanyanya yang diangguki Kennie
“Om Hendra—dan Rose
juga” Kennie mengangguk mengiyakan ucapan Jovan,
“Gue sebenarnya belum
bisa menerima Papa sepenuhnya, tetapi gue tidak boleh egois. Dan maafkan
kesalahan Papa” ucap Kennie memohon,
Jovan terdiam, “Gue
akan berusaha adik kecil” ucapnya lalu mengacak puncak kepala Kennie gemas.
Ben melotot geram, lalu
menepis tangan Jovan “dia milik gue. jangan sentuh”
“Yaelah cemburuan amat,
diakan adik kecil gue. iya enggak Ken” ucap Jovan menatapnya lekat
Nova bersedekap dada,
seketika menarik telinga Jovan hingga ia meringis kesakitan “Itu akibatnya
kalau terlalu centil”
“Nahh lo, dimarahin
__ADS_1
sama Nova, rasain lo” ucap Ben dengan senyum kemenangan.
Kennie dan Ben berada
di tempat favorite mereka, yaitu menatap sebuah pemandangan gunung, serta
menikmati hembusan angina yang menerpa. Mereka berdiri sambil memejamkan
menikmati indahnya alam.
“Apakah lo sudah
mengikhlaskan tentang semua yang terjadi?” Tanya Ben seketika
“Iya, Gue mencoba
menerima semua apa yang terjadi. Termasuk menerima kembali Papa.” Ucap Kennie
Seketika Ben tersenyum
lebar menatap Kennie lekat begitu juga sebaliknya. “Iya, karena gue percaya
kebahagiaan buat gue itu pasti ada” ucapnya tulus
“Gue yakin lo pasti
dapat merima semuanya dengan ikhlas pula, Nina pasti bahagia jika melihat lo
bahagia pula” ucap lagi menyakinkan Ben
“Pantes aja Jovan
sangat menyangimu, karena sikap dan sifat lo ini. membuatnya merasa nyaman
begitu juga degan gue” ucap Ben
“Makasih” balasnya
“Woi, kalian berdua.
Tidak ngajak kita kesini lagi.” Ucap seseorang mengintrupsi keduanya.
Ben dan Kennie heran
sejak kapan keempat sahabatnya berada disana. Ben tidak pernah memberitahu
tempat favoritenya ini.
teriaknya lagi
Ben hanya bisa menggeleng
kepala melihat kelakuan Gerry yang semakin menjadi. Mereka berjalan beriringan
layak dua pasangan sejoli dimabuk asmara. “Bang Jojo, Kennie kangen” ucap
Kennie langsung menghampiri Jovan lalu memeluknya.
Sikap manja Kennie
membuat Jovan tersenyum tipis, membalas pelukannya “Jangan cemburu, dia ini
adik kesayangan gue” ucapnya sambil melirik Ben dengan tatapan mengejeknya.
Ben hanya bisa
mendengus sebal, sedangkan Nova memutar bola matanya malas, “Apakah adik kecil
gue ini, merestui Abang dengan sahabat lo” ujar Jovan, sejenak Kennie
mengerutkan Keningnya tidak mengerti.
“Beneran Bang Jojo,
sudah membuka hati untuk Nova?” ucap Kennie sambil melirik Nova yang berada
disampingnya menunggu jawaban.
“Iya, karena adik kecil
gue sudah ada yang jaga jadi Abang alih pindahkan padanya. Woi, kalau lo
macem-macem sama adik gue. lo berhadapan langsung gue” ucapnya dengan tatapan
mengancam pada Ben.
Ben menyengir kuda,
menampakkan deretan gigi putihnya “Siap Pak Boss” jawab lantang memberi hormat
“Bagus”
__ADS_1
Setelah itu mereka
berjalan membentuk jejeran di masing-masing pasangan. “Teman-teman gue mohon
doa, agar semua yang kita lalui ini, bisa menjadi hikmah dibalik semua yang
terjadi” ucap Kennie lalu mereka menunduk berdoa.
“Ken, jangan pernah
merasa sendiri, karena kita akan selalu ada menemanimu disetiap kesulitanmu”
ucap Nova tulus dari lubuk hatinya.
Kennie mengangguk
“Makasih ya” balasnya
Malam ini mereka berada
di rumah Kennie, tepat malam ini mereka membuat party. Disana terdapat Dona dan
Mahendra yang sibuk. Sedangkan lainnya ikut berpartisipasi. Apalagi kalau bukan
makan gratis. Membuat Gerry dengan sigap.
Kennie menghela nafas
berat “Jadi ini rasanya bahagia, terima kasih Tuhan.” Ucap Kennie dalam hati
Malam Barbeque, sangat menyenangkan. “Ken kok
malah bengong bantuin” ucap Rose memelas, lalu menariknya.
“Ini buat lo,” Ben
memberikan sosis bakar pada Kennie, “Makasih” ucapnya mengambil mereka berjalan
lalu duduk diatas Rooftop.
Yap, tepat mereka
membuat acara di rooftop. Ben dan Kennie menggantungkan kaki mereka. lalu
menatap langit malam.
Disana terdapat ada
salah satu bintang paling terang Kennie yakin Nina yang tengah tersenyum
menatap keduanya. Bahagia
Kennie merogoh kantung
celana memberi sebuah surat, Ben menyerngit bingung “Amplop biru, buat gue?” tanyanya,
Kennie mengangguk
Ben mengambil, dengan
rasa penasaran Ben membuka lalu membaca isi amplop biru itu.
Ada senyum diwajah Ben
saat membacanya, sedangkan Kennie menatap langit biru, menikmati hembusan
angina menerpa wajahnya.
“Sahabat lo ini sungguh
ajaib ya. Gue akan menjaga lo sepenuh hati.” Ucap Ben tulus
“Lo menyayangi gue
bukan karena pinta Nina kan?” tanyanya Kennie
“Bukan ini tulus dari
dalam hati gue. walaupun pertemuan kita tidak secara baik” ucap Ben
Kennie mencari
kebohongan di balik mata Ben namun nihil tetapi ia hanya melihat kesungguhan
Ben.
Kennie tersenyum senang
lalu Kennie kembali menyandarkan badannya pada bahu Ben. sambil menatap langit.
Ben merangkul Kennie
__ADS_1
END