Tengil VS Bunglon

Tengil VS Bunglon
TB 17


__ADS_3

“Astaga Ken itu muka


kenapa bisa babak belur begitu. Emangnya lo abis ngapain? Berantem ya” ucap


Nova terkejut saat melihat wajah lebam Kennie. saat ini mereka berada dikelas


duduk bertiga. Sedari tadi Nova terus mengoceh saat melihat wajah sahabatnya


yang penuh bekas pukulan.


“Abis berantem”


jawabnya singkat


Sedangkan Keyla menatap


wajah Kennie “Lo berantem sama orang ya?” jawab Keyla, sudah pasti mengeluarkan


pertanyaan konyolnya.


Pletak


Satu jitakan melayang


dikepala Keyla “Sakit bego” keluh Keyla sambil mengusap kepala


“Udah tau pake Tanya


lagi” geram Nova pada sahabatnya yang satu ini


“Daripada gue disini


mendengar perdebatan kalian. Mending gue ke perpus” sahut Kennie lalu beranjak


pergi meniggalkan kedua sahabatnya itu.


Kennie berjalan


sepanjang koridor banyak pasang mata yang melihatnya. Tetapi Kennie berjalan


acuh, itu semua tidak penting. Jovan menghampirinya, menatap heran. Meneliti wajahnya


dengan seksama. Seketika Kennie ditarik oleh Jovan menuju sebuah taman sekolah.


Mereka duduk dibangku panjang.


“Astaga, lo abis


ngapain sampai muka lo lebam begini?” Tanya Jovan dengan raut wajah kwatir.


“Kenapa semua orang


menanyakan pertanyaan sama pada gue?” Tanya Kennie dalam hati


“Woi, ditanya malah


diam lagi, jawab napa” ucap Jovan membuyarkan lamunannya


“Gue baik-baik aja. Ini


cuman luka kecil doang kok” jawabnya, Jovan menatap Kennie dengan penuh Tanya


“Yap, Abis berantem


kemarin sama preman pasar” alibi Kennie


“Emang Dasar Adik


kecil, kenapa sih. lo doyan banget berantem sama orang” Oceh Jovan, sambil


mengusap puncak kepala adiknya.


Kennie mendengus kesal,


“Oke, Kennie tidak akan berantem lagi” ucapnya manja


“Tetapi temenin gue ke


toko buku ya” pinta Kennie, sejenak Jovan berfikir “Yaudah kalau tidak mau


nemenin, gue pergi sendiri” tambahnya


Jovan terkekeh


mendengar mendengus kesal  dari Kennie“Ye


ngambek, belum gue jawab, Iya gue temani” ucapnya, seketika Kennie memeluknya


erat. Ada rasa bahagia saat melihat sahabatnya tersenyum senang. Walaupun


kadang selalu berubah sikap.


“Ya ampun lupa gue,”


ucap Kennie sambil menepuk jidatnya


Seketika Kennie


beranjak lalu pergi begitu saja meninggalkan Jovan, selalu saja begitu. Jovan


hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, heran melihat sahabatnya itu.


Sepanjang koridor


Kennie berjalan hingga tanpa sengaja ia bertemu dengan Ben yang menahannya


secara tiba-tiba.

__ADS_1


“Apaan sih, sakit tau”


ketus Kennie


“Woi, santai dong, Gue


hanya beritahu bahwa kita menang kemarin. Tapi berkat kepintaran gue juga”


ucapnya, dengan tingkat kepedean tinggi.


Kennie mendengus sebal


“Idih, pedean. Itu berkat gue juga kali” balasnya tidak terima. Dari jauh Nova


dan Keyla melambaikan tangannya lalu menghampiri Kennie yang sedang berbicara


dengan Ben.


“Hey Ben” sapa Keyla


genit


“Cie, kayaknya ada yang


lagi dekat nih” ledek Nova


“Ngacoo” ucapnya


serempak membuat Nova terkekeh


“Kompak ya” ucapnya


lagi


Ben yang memperhatikan


wajah Kennie seperti ada yang berbeda, “Tuhh muka triplek kenapa jadi bonyok


begitu?” Tanya Ben penasaran


“Bukan urusan lo” ucap


Kennie lalu pergi begitu saja


“Dasar hantu, main


pergi begitu saja” dumel Ben mengerang kesal



Sudah beberapa kali Ben


mendapati Kennie sedang pergi dengan seseorang. Kali ini dengan rasa penasaran


Ben mengikuti segala kegiatan Kennie lakukan. Bagi Ben gadis itu sangat penuh


Dari jauh Ben


mengamati, Kennie bertemu seseorang yang tidak asing bagi Ben. tepatnya Ben


jadi Detektif, dengan mengenakan seragam hitam berjalan memasuki Caffe dimana


Kennie berada.


Bagi Ben, Kennie begitu


penuh tanda Tanya?, meski Kennie jarang menampakkan dirinya didepan para siswa.


“Bukannya itu cowok


yang kemarin ya?” gumam Ben masih mengamati dari jauh


Ben tersenyum saat


melihat Kennie tertawa lepas, tawa yang jarang sekali ia perlihat pada semua


orang.


Lelaki itu mengantar


Kennie pergi kesuatu tempat. Entah itu berada dimana Ben tidak tahu. Mobil Jazz


merah melaju Ben yang mengikuti mereka dari belakang menggunakan mobil.


Ben menyerngit dahinya


bingung, ngapain Kennie berada di tempat pemakaman. Kennie dan lelaki itu


berjalan masuk, Ben yang turun dari mobilnya. Ia melihat Kennie sedang


berjongkok disebuah pemakaman. Entah itu siapa ia tidak tahu. Ben tetap berdiri


pada posisinya.


Gadis itu penuh tanda


Tanya? Semua begitu misterius. tetapi saat menatap mata itu, ia seakan mengingat


seseorang yang begitu dirindukannya selama ini. Ben menghembuskan nafas panjang


lalu pergi dari tempat itu.



Kennie sedang duduk di


pinggiran kasur sambil memegang bingkai foto. Didalam foto tersebut terdapat

__ADS_1


dirinya dan juga Nina sahabatnya, yang begitu ia rindukan selama ini.


Ia menitikan air


matanya, Kennie begitu rapuh, saat dua orang yang dirindukan telah pergi. dua


orang tersenyum riang menampakkan gigi senyumnya. Kennie tersenyum saat


mengingat sebuah kenangan bersama sahabatnya


“Gue harap lo bahagia


disana, dan gue akan temuin cowok yang lo itu” ucapnya


Mengambil sebuah kotak


kecil, kotak kecil yang diberikan oleh Nina sahabatanya. Ada selembaran foto,


dengan rasa penasaran Kennie membaca Note kecil ia tersenyum tipis. Lalu


membalikkannya.


Kennie terkejut saat


melihat foto tersebut, dua orang tersenyum bahagia, “Si cowok tengil itu, yang


benar saja” tanyanya pada dirinya sendiri


Kennie tidak habis


pikir, ternyata cowok yang selama ini dia cari adalah Rivalnya disekolah. Yang


merupakan kekasih dari Nina.



Kennie yang sedari tadi


mondar-mandir seperti setrikaan, Nova dan Keyla saling pandang heran melihat


tingkah sahabatnya, aneh.


“Woi, lo kenapa dari


tadi mondar-mandir kayak setrikaan. Muka kusut begitu seperti keset” Oceh Nova,


Keyla mengangguk


Saat Kennie menoleh ia


membelalakkan matanya Ben sekarang ada dihadapannya. Orang yang ingin


ditemuinya sedari tadi. Ben menyerest Kennie begitu saja tanpa meminta


persetujuan darinya.


Ben membawa Kennie


disebuah taman belakang sekolah. Kennie menghempaskan tangan Ben.


“Lo kira gue kambing


apa pake diseret” dumel Kennie masih mengusap lengannya


“Sebenarnya lo siapa?”


Tanya Ben mulai serius, tetapi tidak menampakkan wajah serius membuat Kennie


terkekeh.


“Hahaha, Yap. Gue


Kennie Azzura Mahendra lah” jawab Kennie menyebut nama lengkapnya


Ben menggeram kesal


karena menurutnya itu bukan jawaban, “Sekarang gue mau Tanya?” Tanya Kennie


“Yeah, Gue yang Tanya


malah tanya balik” dumelnya


“Sebenarnya lo punya


hubungan apa dengan Sahabat gue, NINA ANANDITA?”


Seketika Ben terdiam,


seakan dirinya kembali pada masa lalunya, Ben menghembuskan nafas beratnya. Ia


begitu merindukan seseorang itu. seseorang yang tidak pernah lagi menampakkan


dirinya dihadapannya.


Ben kembali lagi pada


masalalu, seseorang hilang tanpa kabar darinya. Ben melangkah beberapa


mendeketi Kennie menatap manik mata itu. Ben menatap tajam dengan ekpresi yang


tidak bisa diartikan oleh Kennie.


“Itu bukan urusan lo”


ucap Ben lalu melangkah pergi, sejenak Kennie terdiam lalu menyusul Ben yang


sudah menjauh.

__ADS_1


__ADS_2