
“Astaga Ken itu muka
kenapa bisa babak belur begitu. Emangnya lo abis ngapain? Berantem ya” ucap
Nova terkejut saat melihat wajah lebam Kennie. saat ini mereka berada dikelas
duduk bertiga. Sedari tadi Nova terus mengoceh saat melihat wajah sahabatnya
yang penuh bekas pukulan.
“Abis berantem”
jawabnya singkat
Sedangkan Keyla menatap
wajah Kennie “Lo berantem sama orang ya?” jawab Keyla, sudah pasti mengeluarkan
pertanyaan konyolnya.
Pletak
Satu jitakan melayang
dikepala Keyla “Sakit bego” keluh Keyla sambil mengusap kepala
“Udah tau pake Tanya
lagi” geram Nova pada sahabatnya yang satu ini
“Daripada gue disini
mendengar perdebatan kalian. Mending gue ke perpus” sahut Kennie lalu beranjak
pergi meniggalkan kedua sahabatnya itu.
Kennie berjalan
sepanjang koridor banyak pasang mata yang melihatnya. Tetapi Kennie berjalan
acuh, itu semua tidak penting. Jovan menghampirinya, menatap heran. Meneliti wajahnya
dengan seksama. Seketika Kennie ditarik oleh Jovan menuju sebuah taman sekolah.
Mereka duduk dibangku panjang.
“Astaga, lo abis
ngapain sampai muka lo lebam begini?” Tanya Jovan dengan raut wajah kwatir.
“Kenapa semua orang
menanyakan pertanyaan sama pada gue?” Tanya Kennie dalam hati
“Woi, ditanya malah
diam lagi, jawab napa” ucap Jovan membuyarkan lamunannya
“Gue baik-baik aja. Ini
cuman luka kecil doang kok” jawabnya, Jovan menatap Kennie dengan penuh Tanya
“Yap, Abis berantem
kemarin sama preman pasar” alibi Kennie
“Emang Dasar Adik
kecil, kenapa sih. lo doyan banget berantem sama orang” Oceh Jovan, sambil
mengusap puncak kepala adiknya.
Kennie mendengus kesal,
“Oke, Kennie tidak akan berantem lagi” ucapnya manja
“Tetapi temenin gue ke
toko buku ya” pinta Kennie, sejenak Jovan berfikir “Yaudah kalau tidak mau
nemenin, gue pergi sendiri” tambahnya
Jovan terkekeh
mendengar mendengus kesal dari Kennie“Ye
ngambek, belum gue jawab, Iya gue temani” ucapnya, seketika Kennie memeluknya
erat. Ada rasa bahagia saat melihat sahabatnya tersenyum senang. Walaupun
kadang selalu berubah sikap.
“Ya ampun lupa gue,”
ucap Kennie sambil menepuk jidatnya
Seketika Kennie
beranjak lalu pergi begitu saja meninggalkan Jovan, selalu saja begitu. Jovan
hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, heran melihat sahabatnya itu.
Sepanjang koridor
Kennie berjalan hingga tanpa sengaja ia bertemu dengan Ben yang menahannya
secara tiba-tiba.
__ADS_1
“Apaan sih, sakit tau”
ketus Kennie
“Woi, santai dong, Gue
hanya beritahu bahwa kita menang kemarin. Tapi berkat kepintaran gue juga”
ucapnya, dengan tingkat kepedean tinggi.
Kennie mendengus sebal
“Idih, pedean. Itu berkat gue juga kali” balasnya tidak terima. Dari jauh Nova
dan Keyla melambaikan tangannya lalu menghampiri Kennie yang sedang berbicara
dengan Ben.
“Hey Ben” sapa Keyla
genit
“Cie, kayaknya ada yang
lagi dekat nih” ledek Nova
“Ngacoo” ucapnya
serempak membuat Nova terkekeh
“Kompak ya” ucapnya
lagi
Ben yang memperhatikan
wajah Kennie seperti ada yang berbeda, “Tuhh muka triplek kenapa jadi bonyok
begitu?” Tanya Ben penasaran
“Bukan urusan lo” ucap
Kennie lalu pergi begitu saja
“Dasar hantu, main
pergi begitu saja” dumel Ben mengerang kesal
Sudah beberapa kali Ben
mendapati Kennie sedang pergi dengan seseorang. Kali ini dengan rasa penasaran
Ben mengikuti segala kegiatan Kennie lakukan. Bagi Ben gadis itu sangat penuh
Dari jauh Ben
mengamati, Kennie bertemu seseorang yang tidak asing bagi Ben. tepatnya Ben
jadi Detektif, dengan mengenakan seragam hitam berjalan memasuki Caffe dimana
Kennie berada.
Bagi Ben, Kennie begitu
penuh tanda Tanya?, meski Kennie jarang menampakkan dirinya didepan para siswa.
“Bukannya itu cowok
yang kemarin ya?” gumam Ben masih mengamati dari jauh
Ben tersenyum saat
melihat Kennie tertawa lepas, tawa yang jarang sekali ia perlihat pada semua
orang.
Lelaki itu mengantar
Kennie pergi kesuatu tempat. Entah itu berada dimana Ben tidak tahu. Mobil Jazz
merah melaju Ben yang mengikuti mereka dari belakang menggunakan mobil.
Ben menyerngit dahinya
bingung, ngapain Kennie berada di tempat pemakaman. Kennie dan lelaki itu
berjalan masuk, Ben yang turun dari mobilnya. Ia melihat Kennie sedang
berjongkok disebuah pemakaman. Entah itu siapa ia tidak tahu. Ben tetap berdiri
pada posisinya.
Gadis itu penuh tanda
Tanya? Semua begitu misterius. tetapi saat menatap mata itu, ia seakan mengingat
seseorang yang begitu dirindukannya selama ini. Ben menghembuskan nafas panjang
lalu pergi dari tempat itu.
Kennie sedang duduk di
pinggiran kasur sambil memegang bingkai foto. Didalam foto tersebut terdapat
__ADS_1
dirinya dan juga Nina sahabatnya, yang begitu ia rindukan selama ini.
Ia menitikan air
matanya, Kennie begitu rapuh, saat dua orang yang dirindukan telah pergi. dua
orang tersenyum riang menampakkan gigi senyumnya. Kennie tersenyum saat
mengingat sebuah kenangan bersama sahabatnya
“Gue harap lo bahagia
disana, dan gue akan temuin cowok yang lo itu” ucapnya
Mengambil sebuah kotak
kecil, kotak kecil yang diberikan oleh Nina sahabatanya. Ada selembaran foto,
dengan rasa penasaran Kennie membaca Note kecil ia tersenyum tipis. Lalu
membalikkannya.
Kennie terkejut saat
melihat foto tersebut, dua orang tersenyum bahagia, “Si cowok tengil itu, yang
benar saja” tanyanya pada dirinya sendiri
Kennie tidak habis
pikir, ternyata cowok yang selama ini dia cari adalah Rivalnya disekolah. Yang
merupakan kekasih dari Nina.
Kennie yang sedari tadi
mondar-mandir seperti setrikaan, Nova dan Keyla saling pandang heran melihat
tingkah sahabatnya, aneh.
“Woi, lo kenapa dari
tadi mondar-mandir kayak setrikaan. Muka kusut begitu seperti keset” Oceh Nova,
Keyla mengangguk
Saat Kennie menoleh ia
membelalakkan matanya Ben sekarang ada dihadapannya. Orang yang ingin
ditemuinya sedari tadi. Ben menyerest Kennie begitu saja tanpa meminta
persetujuan darinya.
Ben membawa Kennie
disebuah taman belakang sekolah. Kennie menghempaskan tangan Ben.
“Lo kira gue kambing
apa pake diseret” dumel Kennie masih mengusap lengannya
“Sebenarnya lo siapa?”
Tanya Ben mulai serius, tetapi tidak menampakkan wajah serius membuat Kennie
terkekeh.
“Hahaha, Yap. Gue
Kennie Azzura Mahendra lah” jawab Kennie menyebut nama lengkapnya
Ben menggeram kesal
karena menurutnya itu bukan jawaban, “Sekarang gue mau Tanya?” Tanya Kennie
“Yeah, Gue yang Tanya
malah tanya balik” dumelnya
“Sebenarnya lo punya
hubungan apa dengan Sahabat gue, NINA ANANDITA?”
Seketika Ben terdiam,
seakan dirinya kembali pada masa lalunya, Ben menghembuskan nafas beratnya. Ia
begitu merindukan seseorang itu. seseorang yang tidak pernah lagi menampakkan
dirinya dihadapannya.
Ben kembali lagi pada
masalalu, seseorang hilang tanpa kabar darinya. Ben melangkah beberapa
mendeketi Kennie menatap manik mata itu. Ben menatap tajam dengan ekpresi yang
tidak bisa diartikan oleh Kennie.
“Itu bukan urusan lo”
ucap Ben lalu melangkah pergi, sejenak Kennie terdiam lalu menyusul Ben yang
sudah menjauh.
__ADS_1