Tengil VS Bunglon

Tengil VS Bunglon
TB 15


__ADS_3

Kennie mendengus sebal


saat cowok yang berada dihadapannya itu menyuruhnya untuk mengerjakan soal


sebanyak itu. “lo gila, atau gimana sih? lagi gue harus mengerjakan sebanyak


ini” ucap kesal Kennie


“Kenapa juga Pak Bomar


menyuruh gue satu team sama manusia tengil kayak lo” umpatnya lagi menaruh


kertas soal diatas meja. Ben yang sedari tadi hanya diam mendengar ocehan


darinya.


“Sudah ngocehnya, ayok


kerjakan. Olimpiade sebentar lagi.” Ucap Ben kembali mengerjakan soal.


Kennie kembali


mendengus kesal kenapa juga Pak Bomar harus memilihnya masuk di Olimpiade yang


dapat menguras otak dan tenaga. Dan kenapa juga Kennie harus satu Team dengan


cowok tengil seperti Ben. semua benar-benar menyebalkan.


Kennie lebih memilih


jadi petinju daripada harus mengikuti lomba Olimpiade. Kennie menatap soal


dengan wajah gusar. lalu kembali mendongak menatap cowok yang dihadapannya


hanya diam mengerjakan soal tersebut.


Seketika Kennie


mengamati wajah cowok dengan seksama. “Ganteng sih? tapi nyebelin” pikir Kennie


tanpa sadar. Ia membuang jauh pikirannya. Cukup lama keheningan terjadi. Ben


mendongak melihat Kennie yang menatap “Gue ganteng ya, di tatapin terus” ucap


Ben membuyarkan lamunan Kennie


“Pede amat lo” jawab


Kennie gegalapan. Ben hanya terkekeh


“Bilang aja kenapa sih,


susah banget. Memang gue gantengnya seantero” ucap Ben yang tingkat pedenya


akut.


Kennie hanya bergidik


ngeri, “Ihh, Pedenya ketulungan ya.” Lalu kembali mengerjakan soal. Dari jauh


Jovan melihat dengan senyum tipis. “Elo yang semangat untuk Olimpiadenya. Gue


dukung lo adek kecil” gumam Jovan masih berdiri tepat dekat jendela


perpustakaan.


“Woi, ngapain berdiri


disini, Ayok temanin gue kekantin. Tidak usah ganggu mereka yang lagi PDKT an”


sahut Gerry menarik tangan Jovan.


Ben kembali mendongak


menatap Kennie dengan lekat. Mengapa mata


itu sangat mirip dengan Nina dan mengingatku padanya, ucap Ben dalam hati.


Sambil meneguk salivanya. Aku sangat


merindukan kamu, tetapi Apa kamu merindukan aku juga. ucapnya lagi. Ben

__ADS_1


hanya bisa berdoa dengan harapan bisa bertemu seorang yang sangat


dirindukannya.


Tetapi itu semua hanya


mimpi baginya, Kennie yang tersadar karena Ben terus memperhatikannya sejak


tadi. “Woi, muka gue cantik ya terus diliatin terus ya” ucap Kennie menyadarkan


lamunan Ben. hingga ia berdecih kembali menatap kertas soal yang ada


dihadapannya.


“Udah puas liatinnya”


ucap Kennie lagi dengan nada tinggi


“Memang lo cantik,


untuk dilihatin. Gue rasa muka lo itu pas-pasan” ledek Ben membuat Kennie


mendengus sebal. Ia beranjak dari bangkunya Ben yang menatap Kennie yang ingin


keluar dari perpustakaan tempat mereka belajar.


“Woi belum selesai,


main keluar aja” teriak Ben hingga seisi ruangan menatapnya intens. Ben hanya


menampakkan wajah cengirannya. Sambil menampakkan deretan gigi putihnya.


“Bodo amat” jawab


Kennie ketus lalu pergi begitu saja



Jovan yang bermain


basket dilapangan sendirian. Langkah Kennie terhenti lalu menghampiri Jovan.


“Kalau main ajak gue juga dong” ucap Kennie menghentikan aksinya.


basket, Kennie kembali mendrible hingga bola itu masuk kedalam ring dengan


sempurna. Senyum Jovan mengembang lalu menangkap bola yang jatuh mengarah


padanya.


“Adek kecil gue makin


jago aja main basketnya” ucap Jovan memuji hingga Kennie hanya menampakkan


senyum tipisnya. Beberapa menit kemdian Bell bordering keras. Hingga Kennie


menghentikan aksinya dan melempar bola basket kearah Jovan.


“Udah masuk, gue


duluan” ucapnya sambil melambaikan tangannya


Nova dan Keyla yang


sedang duduk menatap Kennie yang baru saja datang. “Dari mana aja Bu, tuhh muka


kenapa sumringah amat. Biasanya datar kayak papan triplek” ucapnya Nova


mengamati sahabatnya.


“Abis main, memang


kenapa?” tanyanya balik


Olimpiade seminggu lagi


tepatnya di hari yang sama dengan pertandingan turnamen. Aduh, Gimana nih.” Gumam


Kennie sambil mendengus sebal. Mengapa tepat dihari yang sama pula. Kennie


mengacak rambutnya frustasi, Nova dan Keyla yang melihat sahabatnya yang sedang

__ADS_1


gelisah entah itu karena apa. Mereka tidak tahu.


Nova dan Keyla menatao


Kennie bingung “Tadi lo datang sumringah sekarang kenapa berubah jadi gusar


begini?” tanyanya


Kennie hanya terdiam,


“Enggak kok Nov, Gue hanya pusing saja” ucap Kennie berbohong


Nova dan Keyla tidak


tahu jika Kennie mengikuti pertandingan turnamen. Mereka hanya tahu bahwa


Kennie sangat menyukai boxing.


“Lebih baik lo tenangin


diri lo supaya bisa fresh buat pertandingan Olimpiade minggu depan” ucap Keyla


mengingat Kennie perwakilan dari sekolahnya.


“Lebih baik gue


mengundurkan diri saja deh” ucap Kennie seketika membuat kedua sahabatnya


menautkan alisnya bingung.


“Astaga Ken,


Olimpiadenya sebentar lagi. Gue sama Keyla mendukung lo. Kenapa tiba-tiba mau


ngundurin diri, sih?” Tanya Nova sebal dengan sahabatnya


“Gue tidak bisa,”


“Atau mungkin ini


karena Ben?” tanyanya memang benar, ia tidak mau satu team dengan manusia


menyebalkan seperti Ben.


“Maybe”jawabnya


“Gue harap lo tidak


mengecewakan semua orang, karena sikap lo yang seperti itu” kata Nova mendengus


sebal. Kennie hanya terdiam memikirkan tentang perkataan Novi.


“Oke, gue tidak akan


mengundurkan diri. Dengan amat-teramat terpaksa gue harus satu team dengan


manusia menyebalkan seperti Ben” ungkapnya menopang dagu dengan kedua tanganya.



Dua hari sebelum


pertandingan dimulai, Kennie semakin gelisah karena dia juga harus mengikuti


turnamen Boxing. Menyebalkan


Dengan satu pukulan,


pada samsak. Kekesalan tertuangkan. Kennie hanya bisa pasrah dan memilih.


Mendengar suara


deringan ponsel Kennie mengangkatnya segera, “Turmanennya diadakan pada saat


malam hari. Jadi kamu masih bisa latihan sebaik mungkin” mendengar ucapan dari


Coach Raka


Kennie menghembus nafas


lega, akhirnya jadwalnya bisa diatur juga. ia merentangkan kedua tangannya lalu

__ADS_1


merebahkan badannya.


__ADS_2